Berikan Aku Sebuah Hati yang Sungguh Mencintai-Mu Ya Rabb, Supaya Aku Dapat Mencintai Belahan Jiwaku Dengan Cinta-Mu Ya Rabb, Bukan Mencintainya Dengan Sekedar Cintaku


Suara Nurani

Thursday, September 30, 2010

"Tentang Pemuda Desa Pemberani itu"

06.00. 27 Sept 2010.
Cerita Diatas Kereta Banten Exspress

"(Usianya baru 19 tahun, dia berani memutuskan menikah walau hanya mengenal calon istrinya melalui telpon dan hanya bertemu 1 (satu) kali sebelum memutuskan akan melamarnya. Dia seorang Satpam & calon istrinya bekerja sebagai penjaga toko)"

Kami berkenalan di atas gerbong kereta Banten Exspress, waktu aku dlm perjalanan pulang kerja. Sosok yg terlihat bersahaja, dengan perawakan yg sedang-sedang saja bahkan cenderung kurus (lebih kekar & ganteng dirikuh spertinya..he he narsis). Dia membawa sebuah kardus entah isinya apa (yg pasti bukan bom. he).

Namanya Eris, umurnya jalan 19 tahun, bekerja sebagai Satpam di sebuah perumahan di Jakarta. Asli dari desa Ciawi, Rangkasbitung.

Entah dari mana awalnya, ketika pembicaraan sampai pada tema yg sangat menarik perhatianku. Sehingga aku berkata dalam hati : "dia jauh lebih muda dariku, tp dia begitu berpikiran dewasa, dia mempermudah masalah & tdk memperumit masalah,"

Dia mengatakan, kalau dia lagi ijin pulang dulu ke Rangkasbitung, karena hari minggu besok mau melamar calon istrinya di Bandung, Jawabarat. Calon istrinya bekerja sebagai penjaga toko di Bandung, usianya saat ini 17 thn.

Ketika aku iseng bertanya : "Kok bisa dapet orang bandung, gimana ceritanya ?"... dari sinilah kisah menarik dari pembicaraan sekitar 1 jam an ini berawal..

Dia bercerita : Sekitar 1 (tahun lalu), dia diberitau seorang temannya kalau ada seorang wanita orang Bandung yg baik, kalau tertarik telpon sj sendiri.

Berbekal no. hp itulah dia memberanikan diri menelpon si wanita orang bandung itu, seseorang yg sbnarnya dia sendiri tdk tau seperti apa batang hidung nya. Ia berkenalan dan menceritakan siapa dirinya & darimana dia mendapat nomor hp itu kepada si perempuan.

Kisah cinta dihati perlahan mulai membahana dihati. Singkat cerita, 2 bulan kemudian dia nekad menanyakan (kalau istilah ABG jaman sekarang "NEMBAK". he he) apakah si wanita tersebut bersedia menjadi kekasih hatinya, ditambah dengan sebuah pernyataan serius "Kalau bersedia, sy serius untuk mengajak nikah".

Menurut ceritanya, baru 7 (tujuh) bulan setelah Nembak itulah dia akhirnya mendapat jawaban & kepastian kalau si wanita tersebut bersedia menerima dirinya untuk menjadi kekasih hati sekaligus pernyataan kalau si Wanita tersebut juga bersedia untuk serius menikah.

Aku hanya manggut-manggut sj mendengar cerita dia. Aku pun bertanya : "Sejak pertama kali nelpon sampai sampai dia menyatakan menerima, sudah berapa kali bertemu ?". Dia menjawab : "Belum pernah sekalipun, sy baru pertama kali bertemu dia 1 kali sekitar 2 minggu yg lalu ketika lebaran. Kebetulan bos sy ngajak ke Bandung jadi kebetulan sekalian ketemu dia di Bandung. Ketika pertama bertemu di Bandung itu sy juga nanya lagi ke dia apakah setelah bertemu langsung masih mau tetap serius atau cukup jadi teman sj. Alhamdulillahnya dia tetap mantap & sy juga mantap. Waktu pertama ketemu di Bandung dua minggu itulah kami merencanakan acara lamaran keluarga sy ke keluarga dia di Bandung".

"Hmmmmmm kok bisa ya ?... kok berani ya ?. kan dia masih muda ?.. kan dia hanya bekerja sbagai satpam ?. berapa sih gajinya sehingga berani mnikah sedemikian muda ?. Kutebak sekolah nya paling lulusan SMP or SMA, tp knapa dia bisa dewasa dan memiliki prinsip begitu ya ?." pertanyaan-pertanyaan itu yg berputar putar di dlm hatiku.

Walau tdk smuanya terjawab, tp beberapa pertanyaan terjawab melalui perbincangan kami selanjutnya.

Sy berani menikah muda karena :
1. Nenek sy kini sudah tua, saya sih ingin mumpung nenek masih ada dia bisa menyaksikan langsung sy menikah.
2. Kalau sudah menikah, setidaknya peghasilan/gaji sy setiap bulannya bisa terlihat hasilnya, ada yg bantu mengurus keuangan.

Hmmmm...menurutku sih alasan yg terlalu sederhana & menyederhanakan. Alasan-alasan ini mungkin tidak realistis bagi sebagian besar anak manusia. he he. Tp...ya sudahlah.

Perbincangan pun berakhir seiring berakhirnya perjalanan kereta di stasiun Rangkasbitung. Kami bersalaman, tdl lupa kusampaikan : "sy doakan semoga lamaran & pernikahannya nanti lancar ya. Sukses & selamat ya".

Dia pemberani, berpikiran dewasa, membuat masalah menjadi sederhan/menyederhanakan masalah. itu penilaian yg berputar-putar di dalam hatiku.

Sesampainya di rumah, setelah istirahat langsung kusampaikan cerita menarik ini ke istriku, sekedar berbagi hikmah & pelajaran hidup.

Ada banyak yang sudah berusia diatas 25 thn, berpenghasilan diatas 6 juta perbulan. Bertitel sarjana, dari keluarga berada..tp belum berhasil memecahkan peperangan batin terkait kesiapan menikah. Selain karena urusan belum adanya jodoh tentunya. Ternyata...dari seorang anak desa atau tepatnya anak kampung seperti seseorang yg kutemui di kereta ini, sisi & pelajaran dari sudut pandang paradigma berbeda ini kutemukan.

Keputusan dia menyegerakan menikah benar, bagi sebagian kita mungkin salah tp sebenarnya mungkin Benar. Seperti halnya pertimbangan sebagian kita untuk menunda menikah juga mungkin benar, tp.... mungkin juga salah. Wallahualam.

Diakhir kisah... aku rindu mamah di sumedang sana. Sosok yg sudah sepuh, tapi sungguh dia begitu berjasa & berharga bagi ku. Miss u mom, i hope god bless u.

(Ditulis diatas kereta banten ekspress, with nokia 9300).

Monday, September 20, 2010

Disaat Kematian Ayah/Ibu Menjemput"

03 September 2010 jam 17:20
Jum'at, 16.30. Jakarta.


"Adakah hal yg lebih membuat kita bersedih dibanding ditinggalkan ayah atau ibu kandung kita untuk selama-lamanya ?. Bagaimanakan rasanya menahan kerinduan terhadap ayah/ibu kita yg sudah berada di sisi-Nya ?..."

Ini hanyalah sebuah catatan kecil, sambil menunggu kberangkatan kereta Banten Exspress. Catatan kecil sekaligus perenungan diri, sekaligus mencambuk hati.

Alhamdulillah kedua orang tua kandungku masih ada di dunia ini, walaupun kami tinggal beda kota. Aku di Banten/Jakarta, kedua orang tuaku di Sumedang sana. Yg jelas rasa kepemilikan dan cinta itu melewati batasan jarak dan waktu.

Aku juga mengenal beberapa orang teman di dunia nyata maupun di dunia maya (kenal di internet), dimana ayah atau ibu mereka sudah meninggal dunia. Mendengar cerita mereka, atau bahkan hanya membaca status mereka di facebook yg menuliskan kerinduan pada sosok ayah/ibu yg sudah meninggal dunia, sudah cukup membuatku sangat bersimpati. Aku yakin, ungkapan kerinduan mereka skaligus ungkapan rasa kehilangan adalah kerinduan yg suci, rasa cinta yg tulus, rasa sayang yg ikhlas. Merindukan ayah/ibu mereka, membuat mereka menangis, and i can feel it. Aku membayangkan, andai ayah/ibu ku sdh meninggal, tentu aku pun akan merasakan hal yg sama. Merindukan sosok ibu/ayah yg sudah sepuh di Sumedang sana, sudah cukup membuatku berkaca, apalagi membayangkan sosok yg berada di akhirat sana, seperti membayangkan sosok yg diluar jangkauan mata.

dan tadi pagi, begitu sampai di kantor, aku dapat kabar kalau Bapak salah seorang teman kantor ku, telah meninggal dunia. Hmmmm. Kami pun segera meluncur ke rumah duka di daerah Tanjungpriok sono.

Teman kerjaku itu adalah sosok yg lucu, suka bercanda, pembawaannya ngelucu mulu. dan ketika kami tiba di rumah duka, sosok yg lucu & penggembira itu muncul di hadapan kami, dengan mata memerah tanda tangisan. dan saat ku sampaikan "Sy turut berduka cita, sabar ya", dia menjawab dengan suara terbata-bata, bergetar : "Iya, makasih kang".

Hmmmm..... seperti apa perasaan sahabatku yg baru ditinggal ayahnya itu sekarang ?...hampa tentu nya. Tapi sedalam apakah kehampaan itu, hanya dia yg tau. dan Insya Allah kita juga cepat atau lambat akan merasakannya, cepat atau lambat.

Menurut cerita sahabatku, ayahnya meninggal dunia saat sedang sujud, di sholat Tahiyatul Masjid sebelum shalat ashar di masjid yg letaknya hanya beberapa meter dari rumah. Saat itu beliau juga sedang puasa. Kematian yg sungguh indah. Kematian saat berpuasa ramadhan, kematian disaat sujud dalam sholat tanda kerendahan diri di hadapan Sang Pencipta, juga kematian yg terjadi di Rumah Allah, Masjid. Sungguh indah sesungguhnya, walau kematian tetaplah terasa sangat memilukan.

Hmmmmm... kematian memang kpastian, hanya masalah waktu. Ia juga misteri, semisteri bagaimana cara kita mati nanti, disaat apa, dan dalam kondisi apa kita nanti mati. Yg jelas semoga kita mati disaat beriman, saat khusnul khotimah, saat bibir kita basah karna berdzikir pd Allah. Semoga kematian kita juga seindah kematian ayahhanda sahabatku itu.

6 (enam) tahun yg lalu, disaat seorang sahabat di Bandar Lampung sana ditinggal ibu nya untuk selama-lamanya, setelah ayah nya meninggal lebih dahulu (artinya dia kini yatim piatu). Dia berkata, dengan kalimat yg selalu ku ingat sampai kini, sampai kapanpun : "Allah lebih sayang pada kedua orangtuaku, dibanding rasa sayang sy pd kedua orang tuaku. Makanya Allah segera memanggil mereka untuk berada disisi-Nya. dan Insya Allah sy mengikhlaskan kepergian mereka untuk selama-lamanya".

Memang tdk selalu orang tua kita yg meninggal terlebih dahulu, bisa jadi kita yg mendahului mereka.

Bagi temen-temen, sahabat, saudara ku di dunia nyata atau pun yg kenal hanya di dunia maya. Yg ayah atau ibu nya sudah meninggal dunia, aku hanya ingin berkata :
"Bersabar ya, sampaikan rasa rindu yg menggelora sekian lama itu dengan bersujud, bersimpuh, merendahkan diri dan menengadahkan kedua tangan pd pemilik ayah/ ibu. Sampai kerinduan itu dengan doa tulus seorang anak pada ayah/ibu. Sampaikan doa dan kerinduan itu dengan menjadikan diri sebagai anak yg sholeh/sholehah. dan percayalah andaikan almarhum/mah ayah/ibu di alam sana bisa menulis surat bagi kita, mereka pasti akan menulis surat kerinduan itu.

"Doakan mereka dengan cinta & ketulusan. dan mari kita jadikan diri kita insan yg sholeh & bertaqwa, maka kerinduan itu kelak akan berujung pada pertemuan indah saat bertemu di gerbang Ar-Royan, pintu gerbang Surga nya Allah SWT".

(Ditulis di atas kerete Banten Ekspress, sambil menunggu kberangkatan, dengan Nokia 9300).

Saturday, March 27, 2010

Melihat dengan hati, tentang kedalaman MIMPI : “Naruto, The Great Queen Seon Deok dan Jenderal Su Can (tokoh utama Film True Legend)”

“Mungkin ini bedanya orang biasa dengan orang yang luar biasa. Orang biasa juga punya mimpi, tapi ia berhenti sebatas menjadi seorang pemimpi. Orang besar menjalani mimpi itu bahkan dengan darah dan air mata, sehingga ia bisa terbangun dan meraih mimpi itu dalam genggaman tangannya”.

Saat ini aku ingin berbicara salah satunya, tentang sebuah MIMPI dari sebuah anime kartun, drama seri korea dan film wushu/kungfu teranyar.

Berbicara tenam anime NARUTO, kuakui memang masih ada kontroversi, tapi disini aku hanya ingin berbagi cerita tentang makna positif yang bisa aku selami. Aku suka Naruto, karena aku memang suka bela diri. Di Naruto teknik-tekni ninja nya unik, menarik, selain itu Subhanallah banyak kata-kata bijak yang sering terlontar dalam dialog dialog para tokoh didalamnya. Kedalaman makna dalam menghadapi perjuangan hidup, menghadapi kesunyian dan kesendirian, menghadapi ujian dan permasalahan, pengorbanan dan cinta sejati juga kedalaman makna tentang arti sebuah persahabatan.

Sekitar 1 (satu) bulan yang lalu, aku mendapatkan serial naruto (hampir seratus lebih episode seri SHIPUDEN atau naruto yang sudah dewasa) dari salah seorang teman kantor ku, kusimpan di memori netbook ku dan dikala senggang aku memutarnya.

Di seri yang ke-29 (kalau ga salah), di kala Naruto berjuang keras untuk menyelamatkan GARA (musuh yg kemudian jadi sahabatnya dari Negara Pasir), ada sebuah kalimat sangat bermakna yang keluar dari mulut Naruto :

"MY DREAM BECOMING HOKAGE"

"HOKAGE" adalah julukan untuk Ninja terkuat sekaligus pemimpin Desa Ninja KONOHA.

Ternyata hal inilah salah satu hal yang membuat seorang Naruto begitu kuat untuk menjalani kehidupannya walau ia sudah yatim piatu. Sebuah MIMPI yang kemudian menjadi sebuah kekuatan maha besar untuk sanggup menghadapi berbagai ujian dan tantangan yang melelahkan, yang bahkan menuntut pengorbanan jiwa.

'DREAM"... mimpi seorang Naruto untuk menjadi ninja yang terkuat, dan ternyata di episode-episode berikutnya, Naruto memang berhasil menjadi seorang Hokage.

Naruto memang hanyalah tokoh kartun karya seorang anak manusia, yang alur ceritanya juga karangan anak manusia, tapi tidak ada salahnya jika kita kemudian mengambil pelajaran dari nya.

Jika NARUTO bermimpi untuk menjadi yang terbaik di dunia NINJA, yang kemudian membuat ia berhasil mencapainya, lantas apa MIMPI kita ?... MIMPI menjadi PRESIDEN ?..MENTERI, DIREKTUR, POLISI, DOKTER atau apa ?..... atau bahkan mungkin ternyata malah tidak punya mimpi sama sekali ?...

Yang jelas, ternyata mimpi bisa menjadi salah satu sumber kekuatan bagi kita, untuk lebih tegar menghadapi perjalanan kehidupan, menjalani berbagai ujian dan permasalahan.

Demikian juga dengan The Great Queen Seon Deok. Di drama ini kita liat memang penuh intrik, penuh ujian, ada darah, ada pengorbanan, tapi mimpi besar yg membuat semangat tetap menyala. Si Tokoh utama kemudian berhasil mencapai mimpi menjadi ratu perempuan pertama di korea.

Demikian juga dengan semangat Jenderal Su Can (tokoh utama Film True Legend), tokoh wushu cina pencipta jurus Dewa Mabuk, mimpi menjadi seorang akhli wushu membuat dia rela melepas tawaran menjadi Gubernur dan lebih memilih menyepi dan memperdalam ilmu wushu. Banyak ujian, tantangan, darah dalam kehidupannya bahkan ia harus kehilangan nyawa istrinya, tapi mimpi yang membuat ia tetap bertahan hidup dan akhirnya memang ia menjadi legenda. Jurus dewa mabuk kini hampir semua kita mengetahuinya.

Benar juga kata Stephen Covey ; "Begin with The end" mulailah dari akhirnya. Kita akan menjadi dan seperti apa nanti ?... dan kita mulai menyusun langkah untuk mencapainya.

Mungkin ini bedanya orang biasa dengan orang yang luar biasa. Orang biasa juga punya mimpi, tapi ia berhenti sebatas menjadi seorang pemimpi. Orang besar menjalani mimpi itu bahkan dengan darah dan air mata, sehingga ia bisa terbangun dan meraih mimpi itu dalam genggaman tangannya.

Kita ?.................. cukup jawab dengan berbisik di relung hati terdalam.

Wallahualam

Thursday, July 30, 2009

Gedung B, Lantai 2... 28 Juli 2009, jam 08.00

Kamis, 23 Juli 2009.
'Instrumentalia doaku" yg kujadikan ringtone hp ku berbunyi. Saat itu aku sedang asik ngeprin Berita Acara Pembayaran. No telpnnya 021 638 546 88. Aku pikir paling dari kantor jakarta.
"halau..ini dengan Pak... Sy... dari..., Bapak diminta datang untuk wawancara pd hari Selasa, tgl 28 Juli 2009 jam 08.00"

Yess.... thanks god.. alhamdulillah.


Selasa, 28 Juli 2009
Dalam sebuah dialog :
"Kalau anda diterima disini, berarti anda satu-satunya yang bukan dari latar belakang hukum. Gimana komentar anda ?."
"Menurut saya, ilmu tentang hukum hanya salah satu sisi yang dibutuhkan dalam land acquisition. Selama sekitar 5 thn saya mengalami langsung bidang ini, sisi lain yang ternyata sangat dibutuhkan adalah ; community relation, kemampuan lobi, pendekatan ke birokrasi dan masyarakat. Administrasi, kesabaran dan keuletan. Andaikan saya diberikan kesempatan itu, saya lakukan yang terbaik, berikan yang terbaik & menjadi yang terbaik."



AKAN SEPERTI APAKAH KELANJUTAN CERITA INDAH INI ?.....HANYA ALLAH YANG TAHU.
("hamba pasrahkan semuanya kepadaMu ya Rabb. Engkau tentu akan memberikan apa yang hamba butuhkan, bukan apa yang hamba inginkan")

Thanks a lot for your support to : P' Suranta, Babeh Hani, Bank Ucok.

Monday, June 15, 2009

Tentang SMS itu


Rabu..20.00 Mall Chandra

Waktu menunjukan jam 20.00 WIB. Tiba-tiba terdengar bunyi sms dari HP ku. Tertulis iain PULAN. Dia salah seorang adik mahasiswa. Kubuka SMS darinya :

”Aslmk. Afwan akh, ana akhir-akhir ini futur karena seorang akhwat. Sulit bagi ana tuk mengendalikan hamasyah lagi dalam dakwah ini. Kemarin ana tidak bisa mengendalikan emosi, sehingga ana mengungkapkan perasaan ana. Astaghfirullah..ana merasakan beban hidup yang berat di kampus. Ana khilaf. Tapi bagaimana mengembalikan semua ini ?...”

Kutarik nafasku dalam-dalam. ”Ada apa lagi ini” gumamku dalam hati. Aku tidak langsung membalas sms tersebut. Nanti saja di balasnya, aku ingin memilih perkataan yang paling pas.

Kuputuskan aku langsung pulang kerumah. Kebetulan waktu itu aku lagi mencari Payung di Mall Chandra. Di Lampung lagi musim hujan, hampir setiap hari mulai jam dari 13.00 sampai malam hujan terus-menerus. Setelah kudapatkan payung yang kucari, aku segera membayarnya dan langsung menuju ke parkiran mobil. Seperti biasa hujanmengguyur bumi lampung dengan deras, tapi Alhamdulillah kini sudah ada mobil sehingga gak keujanan.

Sepanjang perjalanan pikiranku melayang kesana kemari, memikirkan sms tadi. Lamunanku membumbung tinggi ke cakrawala nurani. ”Yah..hidup memang perjuangan. Apalagi untuk menjadi orang yang sholeh lebih membutuhkan perjuangan lagi. Apalagi ketika kita memilih hidup tidak hanya semata hidup, tapi hidup untuk berusaha menjadi kekasihNya, mengabdikan hidup tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Ada sebuah kalimat melangit ”DAKWAH”. Ujian dan tantangan nya untuk istiqomah itu begitu berat. Tapi wajar juga sih mengingat pahala yang begitu besar tentu juga ujiannya akan begitu besar juga. Sampai juga akhirnya. Kuparkir mobil di halaman rumah Pak Zulman.

Kamis, 16.00. Di Kantor
Seperti biasa hujan turun dengan lebatnya membasahi bumi. Akhirnya selesai juga sms balesan buat akh Hanif.

”Aslmkm. Afwan baru balas akh. Saya bisa memahami dan merasakan kondisi dan perasaan antum sekarang akh. Pasti ada beban berat dan ga nyaman. Tapi satu hal yang pasti akh KEBENARAN ADALAH HAL YANG MEMBUAT ANTUM MERASA TENANG AKH. SEBALIKNYA JIKA ANTUM MERASA RESAH DAN GELISAH ATAS APA YANG ANTUM LAKUKAN, BERARTI ADA YANG SALAH AKH. Walau pasti berat, menurut saya. Antum segera kembali ke jln dakwah. Berusaha tuk tetap istiqomahsampai titik darah penghabisan, walau antum harus jatuh bangun. Segera akhiri bermain hati dengan si akhwat itu. Mohon ampun, petunjuk, kekuatan dan bimbinganNYA. Mulailah hari yang baru. Ingatlah ada masa depan yang indah dan mulia menanti antum. Besok/ lusa kita ngobrol masalah ini ya.”
Send....dan akhirnya sms ku terkirim ke Akh Hanif.....

Sebenarnya aku ingin menambahkan kalimat : ”KALAU ANTUM SUDAH SIAP MENIKAH, SAYA SARANKAN ANTUM UNTUK SEGERAN MENIKAH. TAPI KALAU ANTUM BELUM SIAP MENIKAH, SAYA SARANKAN ANTUM UNTUK BERSABAR.” tapi nanti sajalah, kalau ngobrol langsung baru aku sampaikan.

Ahhhhhhhhhhhhhhhh.......berilah hamba kekuatan ya Rabb.....

(Tulisan ini sebenarnya dibuat tanggal 12 Desember 2008. Sama terlambat di post nya. Ga pa pa ya…

Wajah Baru



Wajah Baru nih….

Akhirnya berubah juga wajah blog ku. Kelihatannya jadi lebih cool bo. Memang sih terasa ada yang kurang, soalnya di banner atasnya belum ada foto siluet yang ditampilkan. Aku masih milih-milih foto mana yang kira-kira bagus.

Thanks berat to Suhe.. yang telah membantu merubah tampilan blog ku. Salut Berat to Suhe yang kini bermukim di Blitar sono. Jadi Kontraktor PLN bo. Suhe makin canggih aja nih pengetahuan ipteknya...

Ngomong masalah Blitar jadi inget ama AMBON nih. Gimana kabarnya ya ?. sudah sekitar 9 bulan aku tidak bertemu dengan dia. Semoga saja bisnis obat nya lancar. Dia mengundurkan diri dari pekerjaan di lampung karena ingin mendampingi orang tua juga mertuanya. Aku doakan semoga sukses selalu ya mbon. Niat yang tulus dan ikhlas insya allah akan ditolong oleh Allah ko. Materi bukan segala-galanya, demikian juga dengan gaji yang gede. Sekali lagi sukses ya mbon..


(tulisan ini sebenarnya dibuat tg 06 November 2008, tp baru di post sekarang. Ga pa pa ya..)tyle="font-weight:bold;">


Wednesday, December 17, 2008

Ya Seperti Itulah Namanya Kehidupan….

Cerita hikmah ini berawal dari kisah kehidupan tetangga di depan rumah kontrakanku di Bandar Lampung. Namanya Pak Zulman, umurnya sekitar 55 tahun. Dia dan istrinya sama-sama pensiunan PT. Telkom.

Dengan rumah yang lumayan besar dan luas, selepas pensiun beliau membuka warung di samping garasi mobilnya. Selain barang kebutuhan sehari-hari dia juga menyediakan Minuman Galon seperti Aqua, Grand dll. LPG juga ada yang bisa diantar sampai kerumah pelanggan.

Tapi bukan sisi ekonomi yang aku ceritakan disini, tetapi tentang sisi kehidupan seorang anak manusia dengan fase yang biasanya akan dilalui oleh setiap insan. Oh iya kebetulan kini aku lebih akrab dengan beliau, karena aku numpang nyimpen mobil di halaman warung beliau.

Pak Zulman memiliki 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Anak pertama dan kedua dulunya kuliah Di Universitas Islam Indonesia (UII) Malang dan kini sudah lulus kuliah. Si bungsu juga sama kuliah diUII dan kini tinggal menunggu wisuda saja.

Selepas diwisuda dua anak beliau langsung pulang kampung ke Lampung. Tetapi kemudian sekitar 1,5 tahun yang lalu anak pertamanya lolos seleksi test dan akhirnya bekerja di PT. PLN (Persero). ”Wah BUMN coy !!!, masa depan cerah tuh”, gumamku didalam batin.

Hebatnya lagi sekitar 2 minggu yang lalu, anak keduanya yang perempuan lolos lagi seleksi menjadi pegawai di PT. PLN (Persero) dan kini ditempatkan di Manado. Kini anak keduanya sedang mengikuti BINTAL PT. PLN di pusat pelatihan PLN di Cibogo Bogor (daerah Puncak). Subhanallah, dua anaknya kini bekerja di sebuah BUMN besar yang sangat vital bagi negara ini. Ya gimana ga vital, perusahaan ini kan yang ngurusi Listrik gitu loh....

Ada raut kebanggan dari setiap obrolan dan raut wajah Pak Zulman & Bu Zulman. Wajar, siapa sih orang tuanya yang gak bangga anaknya berhasil (walaupun only keberhasilan di sisi dunia loh). Anak dapet ranking satu di sekolah aja bangganya minta ampun. Kayaknya tetangga se RT kita omongin.

Bener kata Amru Kholid di Bukunya yang berjudul ”SEBENING MATA AIR”. Di dunia ini tdk ada kebahagiaan yang sempurna. Kebahagiaan yang sempurna itu only ada di Surga alias Jannah NYA sajah. Kembali ke Laptop ya..he-he. Setelah dua anaknya pergi, Jadilah mereka kini hanya tinggal berdua di rumah. Si bungsu kan masih membereskan kuliah di Malang sono. Ada sebuah rasa kehilangan, kalau kata si ibu kadang suka sedih katanya begitu beliau masuk ke kamar anaknya. Biasanya jam segitu lagi ngetik pake laptop di kamarnya. Kini mah sudah kagak ada lagi. Jadi merinding, kebayang juga persaan beliau berdua bagaimana yah. Kebayang kedua orang tuaku di Sumedang sono.

Cerita selanjutnya tentang bagaimana perasaan pak zulman beserta istrinya bisa para pemirsa tebak sendiri lah. Usah pada gede ini kan ?..he-he.

Nah sekarang sampai pada bagian pengambilan sisi hikmah dari cerita nyata di atas :
Ya seperti itulah yang namanya kehidupan, ada pergiliran. Dulu ketika kita lahir kedunia kita tidak mempunyai kekuatan apa-apa alias lemah dan tidak berdaya. Nanti juga ketika kita sudah tua alias sudah mendekati ajal yah kembali lagi akan seperti bayi. Lemah. Sebelum menikah kita hidup sendiri, setelah menikah jadi berdua sama istri kita, lalu punya anak. Lama-lama anak kita satu persatu akan menikah dan mungkin tidak lagi tinggal serumah dengan kita bahkan ada yang harus dipisahkan Lautan, gunung dan darata. Jadinya ya kita tinggal berdua lagi sama istri kita. Tidak lama kemudian azal menjemput, apakah duluan kita atau istri kita. Akhirnya.......ya sendiri lagi. Begitulah kehidupan terus berputar sampai kemudian dilanjutkan oleh anak, cucu, cicit dan seterusnya. Dari sebagai anak, kita akan menjadi suami, lalu bapak, lalu kakek, lalu eyang, lalu...lalu....sampai akhirnya kita hanya akan tinggal sebagai sejarah. Yang mungkin anaknya cicit kita nanti bisa jadi sudah tidak tahu lagi siapa nama kita. He-he. Ga percaya, coba sekarang ngaku deh..ada ga diantara temen-temen yang tahu nama bapaknya kakek kita, atau lebih jauh lagi kakeknya kakek kita ?.. Kecuali keluarga kerajaan kali yang memang rajin mencatat silsilah keluarga mereka.
Semua yang diceritakan diatas menunjukan kalau memang kita ni hanya makhluk yang lemah semata. Kita juga sebenarnya tidak memiliki apapun didunia ini, semuanya milik Sang Kuasa. Harta, tahta, anak-anak, istri dan yang lainnya semuanya hanya titipan. Karena hanya dititipkan saja, so kita seharusnya bisa mensikapi dengan bijak setiap hal yang perlahan tetapi pasti mulai satu persatu hilang dalam genggaman tangan dan kehidupan kita.

n.b. teruntuk bapak & mamah di sumedang, terimakasih atas semua pengorbanan selama ini. Mohon maaf jika ananda justru harus tinggal di seberang lautan, walaupun ananda yakin jauh dilubuk hati bapak & mamah ingin semua anak-anaknya berada di tengah-tengah mereka...ditengah-tengah masa tua mereka.


Keterangan Foto : Foto diatas adalah kakek & nenek dari pihak bapak. Keduanya sudah almarhum. Kakek yang berdiri paling kanan, nenek yang duduk disampingnya.

Kisah Awal Sebuah Mobil...

Selama 4 tahun lebih aku di Lampung, sebenarnya aku tidak pernah terlalu memikirkan untuk memiliki mobil sendiri. Apalagi di kantor juga sudah ada mobil operasional yang bisa dipakai. Pada awalnya ketika tingkat pekerjaan lapangan masih padat, per kabupaten disediakan satu mobil operasional. Makanya di kantor atau sekretariat proyek bisa ada 4 atau 5 mobil terparkir.

Sejak sekitar 1 tahun yang lalu, ketika pekerjaan lapangan sudah tidak begitu padat, mobil operasionalnya tinggal 2 (dua). Yang satu Toyota Kijang Kapsul LGK dan satu lagi Mitsubishi Strada Double Cabin (kalau babeh Hany lebih suka menyebut si BOGO karena kalau dari depan si Strada ini mirip kepala ikan BOGo yang masih berkerabat dengan ikan lele).

Selain urusan pekerjaan, selama ini aku mempergunakan mobil kantor untuk mengantar aku dan keluarga jika ada hal penting. Semisal ke Dokter, ke pesta pernikahan atau ke kegiatan yang tidak memungkinkan untuk memakai si Jupiter Z Racing kesayanganku.

Seiring dengan berjalannya waktu, intensitas kegiatan di luar rumah selain urusan kantor semakin tinggi, terutama di hari minggu. Apakah syuro, taklim, seminar, demo, dan sebagainya. Apalagi ketika musim Pilkada CAGUB/CAWAGUB kemarin begitu seringnya aku dan keluarga keluar rumah terutama di hari minggu atau malam hari. Hal inilah yang kemudian membuatku berpikir untuk memiliki mobil sendiri yang bisa membawa aku dan keluarga tanpa harus kehujanan atau kepanasan sehingga bisa lebih bebas dan leluasa dibandingkan menggunakan mobil operasional kantor.

Akh Ari termasuk salah satu sumber inspirasi yang memotivasi aku untuk memiliki mobil, waktu itu awalnya dia membeli Starlet tahun 90 kemudian dibanti dengan Peusout 1995. Pada akhirnya aku dan keluarga sepakat untuk membeli mobil. Yach…yang murah saja, menyesuaikan dengan kantong ekonomi lemah seperti dirikuh. He-he. Yang penting kalau hujan tidak keujanan, kalau panas tidak kepanasan. Akhirnya ditetapkanlah Budget alias anggaran untuk membeli mobil itu. Uang tabungan di bank, emas semuanya diinventarisir untuk mengecek kira-kira berapa uang yang ada yang bisa dipake untuk beli mobil. Wah ternyata jumlahnya sedikit.he-he. Terpaksa nih harus membeli mobil dengan tahun yang relatif tua tapi tidak tua-tua amat. He-he.

Akhirnya perburuan mobil second tua pun dimulai. Kuhubungi Bang Armin mantan Driver di kantor ku, ngontak Bang Heri yang memang jual beli mobil, ngeliat-liat iklan mobil di koran Radar Lampung & Lampung Post maupun Browsing internet. Perburuan ini dimulai sekitar satu bulan sebelum bulan puasa kemarin.

Wah ternyata berburu mobil second itu tidak mudah yah, melelahkan. Ada mobilnya bagus mulus dengan mesin yang lumayan asyik, masalahnya harga masih terlalu tinggi dari anggaran yang ada. Ada yang harganya pas atau dibawah anggaran tapi kondisi mobilnya mengecewakan dimana body banyak yang harus ditambal atau di cat lagi, AC nya mati, power windowsnya macet, dll.

Dari jaman dahulu kala, aku sebenarnya sudah berangan-angan kalau suatu saat aku punya uang dan bisa membeli mobil, aku ingin membeli mobil yang gagah. Ya sejenis mobil JEEP 4 X 4 gitu loh. Kemarin sebenarnya aku naksir mobil Suzuki Escudo, tapi harganya masih agak tinggi. Daihatsu Ferosa body nya oke juga, tapi sayang terlalu boros.

Akhirnya perburuan beralih ke jenis Sedan. Mitsubishi Lancer, Suzuki Esteem, Toyota Corola, Timor, Daihatsu Charade adalah beberapa merek yang sempat aku buru. Tapi ternyata sampai lebaran tiba, aku belum berhasil mendapatkan mobil yang pas. Bener kata orang beli mobil second itu jodoh-jodohan juga.

Sampai pada suatu ketika, di suatu pagi hari yang cerah. Akh Ari Setiawan sahabatku yang kini sudah pindah kerja menjadi salah satu Asisten Manager di perusahab Telekomunikasi nelepon kalau tetangganya ada yang mau jual mobil Toyota Corona Twincam 2.0. Bagus, mulus, mesinnya juga oke. Dia udah test drive juga di jalanan, oke juga katanya. Dari sisi harga alhamdulillah kejangkau. ”Masalahnya 2.000 cc coy, boros tuh” kataku pada si Akh Ari. ”Ga juga tuh, mobil Peugout saya juga sama Ko 2.000 cc kok”. Jawabnya.

Setelah melalui serangkaian pertimbangan, akhirnya aku nelepon langsung ke si mpu nya mobil. Akhirnya sepakat di harga dan besoknya mobil langsung dikirim ke Lampung. Aku minta tolong ke A yono, tetanggaku di Banten untuk mengantarkan mobil itu ke Lampung. Aku sendiri sebenarnya masih bertanya-tanya juga dalam hati, seperti apa sebenarnya bentuk dan kondisi mobil yang gua beli ini. He-he.

Akhirnya mobil sampai juga di Lampung. Ada sedikit kecewa, ada juga rasa puas. Tapi akhirnya sih aku lebih mengutamakan rasa syukur. Manusia aja tidak ada yang sempurna, apalagi mobil second. He-he. Kalau kepingin mobil yang bener-bener bagus sih beli aja yang baru di dealer. He-he. Aku juga berharap semoga keberadaan mobil ini akan mendatangkan kemaslahatan, dan bukan kemudharatan. Adanya mobil ini tidak menjadikan aku menjadi riya, tapi justru akan semakin mendukung dan memudahkan aku dan keluarga di dalam melakukan kebaikan. Aku juga berharap aku juga berharap keberadaan mobil ini akan membantu orang-orang yang memang membutuhkan untuk diangkut dengan mobil gitu loh.

Sekitar bulan Oktober, kini si Toyota Corona Twincam 2.0. warna Hitam Metalic ada di tengah-tengah kehidupanku.

(Cerita BERSAMBUNG.....tp entah kapan sambungannya ya..he-he).

Sunday, September 28, 2008

Pergulatan tentang Gerbang PERNIKAHAN itu ...

Berawal dari sebuah dialog tentang makna pergulatan batin ketika akan memasuki gerbang pernikahan, ada sebuah pertentangan batin, bayangan keindahan, ketakutan, keraguan, kemantapan, kepasarahan, sekaligus angan-angan. Ujung-ujungnya bermuara pada sebuah kata yang bernama "PILIHAN".

Ya... pilihan apakah kita akan menikah sekarang, atau nanti. Kita akan memilih si dia atau si anu, kita akan memilih yang cantik tapi kurang sholeh, atau yang sholeh tapi agak kurang photogenic. Memilih dia yang seksi ataukah dia yang gak kelihatan bagaimana bentuk badannya karena tertutup gamis yang menutup seluruh aurat tubuhnya.

Yoi kita juga harus memilih apakah memilih si doi yang guanteng dan berbadan atletis kayak aku he-he, tapi ternyata kurang sholeh ?. ataukah memilih doi yang wajah sih biasa aja badan juga maaf agak kurus gitu loh tapi yang jelas insya Allah sih sholeh.

MEMILIH....dan harus MEMILIH.....

Pertanyaannya sampai kapan kita akan bergulat dengan sebuah kata MEMILIH ?. Bukankah lebih baik kita sesegera mereformasi dan menata ulang relung hati tentang esensi dan makna kehidupan ?. kalau ternyata manusia itu tidak ada yang sempurna, kebahagiaan itu bukanlah diberikan oleh orang lain tapi harus diperjuangkan oleh diri kita sendiri.

Hidup adalah pilihan.."Untuk menjadi mulia atau bergelimang kehinaan".So...suka tidak suka kita tetap harus memilih. Termasuk ketika suatu saat nanti harus memilih siapa yang akan kita pilih tuk menjadi teman hidup kita.Jika proses pernikahan dengan cara taaruf, kita dipilihkan jma'h. Tapi toh tetap keputusannya kita yang harus memilih.

Yang namanya memilih, bisa salah bisa benar. Tentu dalam kerangka berfikir kita sebagai manusia yang lebih cenderung mengedepankan nafsu & ego, dengan keimanan yang turun naik atau bahkan lebih sering turunnya daripada naiknya. Tapi satu yang pasti, siapa yang Allah pilihkan bagi kita itu pasti yang terbaik bagi kita walau kita mungkin menganggapnya yang paling buruk."Allah hanya memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan'.

Kesimpulannya :
1. Segeralah tentukan sikap untuk berani menghadapi ujian bernama pernikahan. Cepat atau lambat kita insy4jj akan melaluinya. Teman saya ada yang menikah begitu diwisuda dan saat itu istrinya masih kuliah di IPB tingkat II . Sampai saat ini mereka masih tetap hidup tuh (he-he). Dari sisi ekonomi dulu mereka begitu morat-marit, awalnya kerjanya hanya memperdebatkan perbedaan. Tapi kini ?... si suami sudah jadi Dosen Fakultas Kehutanan IPB, sang istri sih lupa belum nanya sekarang kerja atau enggak. Rumahtangganya kelihatannya akur-akur aja tuh, anaknya sudah semakin bertambah besar disaat temen-temennya termasuk aku yang terlambat punya anak karena kelamaan berfikir dan kelamaan memilih. he he. Buat kang Dadan & Teh Nnur.....salut !!!!!!.
2. Pernikahan itu tidak selamanya seperti surga atau seperti neraka. Jadi sama seperti kehidupan, pasti ada saatnya bahagia, ada saatnya datang masalah menggunung. Intinya ya kita harus rasional tidak terlalu berharap berlebihan dengan menikah kita mematok PASTI akan bahagia selamanya. Nanti malah kecewa lagi. Kebahagiaan adalah perjuangan, ketenangan adalah buah latihan kesabaran.

3. Benar, semakin kita mendekat kepada Allah, semakin lurus niat kita. Ins4jj Allah akan memilihkan yang terbaik bagi kita.Setelah menikah : kecantikan, ketampanan, kepinteran otak dengan indikator IP yang tinggi, Background sebagai aktivis dakwah/organisasi kampus, orator, harta yang banyak, ternyata bukanlah penentu utama kenyamanan didalam rumah tangga. Tapi justru hal seperti : Ketulusan, kerelaan menerima kekurangan & kelebihan pasangannya, kelembutan, rasa empati, kepercayaan, dan tentu akhlah dan kedekatan kepada Nya lah yang lebih menentukan datangnya rasa cinta dan kasih sayang.Satu hal lagi... adanya ade bayi kecil dengan celotehan dan sikapnya yang lucu, akan membuat hidup terasa lebih berarti.

TAPI>>>>>sebentar, bukan berarti kita harus sembarangan memilih orang untuk kita jadikan suami atau istri lho. Maksudnya adalah ini untuk membuat kita lebih proporsional untuk memandang kehidupan gitu loh. Pasti bingung yah tulisannya muter-muter. he-he.
Yang jelas : untuk semua saudaraku bagi yang akhwat alias perempuan alias wanita alias istri, semoga segera Allah datangkan arjuna terbaik untuk menjadi pendamping hidup.
Bagi yang ikhwan alias laki-laki alias pameget, semoga Allah segera datangkan bidadari yang sholehah dari Allah untuk menjadi pendamping hidupmu.

Makna Hakiki "Ulang Tahun"

Entahlah apakah ketika umur kita semakin bertambah, kita harusnya menyampaikan syukur atau justru seharusnya menangis karena sebenarnya jatah umur kita kan semakin menipis. Konon umur Kakek Adam mencapai seribu tahun lebih.

Konon usia nabi nuh mencapai ratusan tahun. Dalam Sirah Nabawiyah ternyata umur Rasulullah Muhammad hanya 63 tahun. Lalu kita ?... Wallahuallam. Hanya Allah yang tahu.]Biarlah ketika berbicara tentang umur, kita pasrahkan semuanya kepada Dzat yang mpu nya umur..Allah SWT.

Yang pasti dan yang terpenting bagi kita :
1. Mari kita lakukan yang terbaik dalam hidup kita. Hidup yang terbaik, ibadah kepadaNya yang terbaik, bekerja yang terbaik, berbakti kepada orang tua dengan cara yang terbaik. Intinya kita isi jatah usia dengan cara yang terbaik. Dengan satu harapan semoga semuanya akan berakhir dengan cara yang terbaik..dan ujungnya semoga memperoleh karunia yang terbaik...Surga Nya yang abadi.
2. Dengan menjadi manuisa, kita tidak otomatis menjadi mulia di mataNYA. Karena kemuliaan sesungguhnya adalah manifestasi perjuangan, pengorbanan, air mata bukti kesungguhan kita untuk menjadi kekasihNYA.

So...tuk semua saudaraku yang kebetulan sedang berulang tahun : aku ucapkan selamat berulang tahun, selamat memaknai hidup yang baru, selamat memulai hidup yang baru yang lebih baik. Yang terpenting bukanlah memperdebatkan halal haram ulang tahun, tapi bagaimana kita mempergunakan sisa umur kita dengan makna yang terbaik.

Friday, September 26, 2008

MAU MUDIK ni COY......

Sebenarnya jadwal Cuti Bersama baru dimulai per tanggal 29 September. Tapi karena pekerjaan dilapangan sudah tidak terlalu padat, akhirnya dengan berbagai alasan temen-temen sudah pada ngacir duluan. Si Andre pulang ke Aceh, Kang Toni & Andre pulang ke Bogor. Akhirnya tinggal aku sendiri deh. Tapi gak apa-apa, karena aku memang sebelumnya sudah punya rencana paling baru pulang mudik H-3. Aku ingin melaksanakan I'tikaf dulu disini, berkumpul dengan temen-temen. Rindu rasanya dengan suasana i'tikaf, disaat makan saur bareng, disaat kita bisa memperbanyak tilawah, menyendiri dalam rangka lebih mendekat kepada yang Mpu nya Dunia dengan segala isinya. Tahun lalu sih itikafnya di Masjid Ad'Dua, tapi bulan ramadhan kali ini khusus untuk wilayah Kecamatan Sukarame, Sukabumi & TKT di tempatkan di MAsjid Al-Ikhlas.




Nah....rencananya sih InsyaAllah hari sabtu besok pagi sekitar jam 08.00 pagi aku mau Cow alias MUDIK coy.... Ke Rangkas bitung dulu baru ke Sumedang. Rencananya aku juga ingin bisa Itikaf di Rangkasbitung walaupun gak tahu di sana ada masjid yang melaksanakan i;tikaf ga.



Oh Iya..mumpung sempet nih, karena mungkin baru buka internet lagi nanti setelah pulang ke lampung, aku mo ngucapin :


MOHON MAAF LAHIR BATIN KEPADA SEMUA ORANG YANG KU KENAL, ORANG YANG DEKAT DENGANKU, ORANG YANG PERNAH AKU SAKITI DISENGAJA MAUPUN TIDAK. Terlepas apakah dia di dunia nyata maupun di dunia maya alias di dunia Blog gitu loh :


1. Bapak sama Mamah di Sumedang & Rangkas bitung.


2. Ustd Tarmadi, Ustd Nandang & Pak ABeto di Bandar Lampung.

3. Ustd. DR. Hamim, Ustd. Syamsudin di Darmaga Bogor. Jazakallah khoir atas pondasi kehidupan yang telah engkau semaikan dalam relung hatiku.


4. Dodo, Harist, masrian, p Sukirman, sidik, ari di Bandar Lapung.


5. Pak Suranta, Babeh Hani, Bang Ucok, Opung di Jakarta.


6. Andre, Toni, amar, suhe, ambon, mba tuti, t elis, imam.


7. Saudaraku di dunia maya : JUNDIHASAN, Mba Fathi, Dik Mpi. Kalian yang masih tetap menjalin silaturahim sampai sekarang. Khusus untuk akh Jundihasan, maaf ya akhi. Ada yang mungkin tidak akan bisa engkau mengerti, tapi percayalah namamu tercatat di dalam hatiku sebagai ssudara seiman yang baik & sholeh.



8. Kang hera, Kang dan, Kang Oleh di Bogor


Sekaligus MINAL AIDIN WAL FAIDZIN....MOHON MAFF LAHIR & BATIN.


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 h.



PAMIT MAU MUDIK SEMUANYA YA COY..........DADAH.....

Wednesday, September 24, 2008

Rabu, 24 September 08

Satu lagi temen mengkaji ilmu harus pergi. Akh Ari Setiawan namanya. Aku mengenalnya kurang lebih 1,5 tahun yang lalu. Dia berada di Bandar Lampung ini sama denganku hanya karena urusan pekerjaan saja. Dia bekerja di Nokia Siemens bagian Koordinator PLN kalau gak salah. Pokoknya bagian ngurusin PLN pada TOWER-TOWER BTS yang lagi dibangun. Dia orang bekasi & istrinya orang Jakarta. Jadi sama denganku, di lampung ini tidak ada keluarga, walaupun kalau keluarga seiman di lampung ini banyak sekali. he-he.


Mulai minggu depan dia pindah kerja ke perusahaan telekomunikasi yang lain, dan ditempatkan di kantor Jakarta (katanya sih di daerah Jalan Sudirman). Alhamdulillah nya lagi, diperusahaan yang baru ini, posisi dia menjadi "Asisten Manajer PLN" coy... yang otomatis salary nya juga ikut naik dong.


Memang yah, sesuatu itu terkadang baru terasa berarti ketika sudah meninggalkan kita. Yang jelas begitu banyak kenangan kebersamaan bersama akh ari ini. diantaranya :

1. Beberapa kali waktu kegiatan Direct Selling Pilgub Lampung beberapa minggu yang lalu, aku satu tim dengan dia. Kami keliling di perkampungan masuk ke rumah-rumah. Lucunya lagi dia sambil mengendong si Faiz (anaknya yang berumur sekitar 17 bulan). he-he. Aku coba bantu gendong, beratnya coy. he-he.

2. Dia orangnya melek iptek alias ga Gaptek kaya aku. Jadi pasti kalau masalah barang eletronik, dunia internet, pokoknya yang berbau iptek aku maupun temen-temen nanya ke dia. Kalau sedang kajian, awalnya hanya dia yang punya dan memakai Hand Phone Communicator. Lama-lama temen-temen akhirnya jadi pada beli communicator juga termasuk ustd bahkan aku juga akhirnya beli communicator juga. He-he.

3. Akh ari juga yang pertama membeli mobil (walaupun second yang penting mobil coy). Aku juga akhirnya tertarik untuk punya mobil. Beberapa minggu ini aku sangat sering menghubungi dia mengkonsultasikan masalah mobil yang aku survey. Sayangnya dia keburu pindah ke Jakarta.


dan begitu banyak kenangan lainnya.


Saudaraku...selamat jalan yah. Dimanapun engkau berada semoga dirimu kan selalu istiqomah di jalan-Nya.


(kenangan terakhir di masjid Jami'ul Ikhlas, di deket rumah dodo. Rabu 24 Sept 08 jam 07.30)

Wednesday, July 23, 2008


4 (empat) tahun sudah aku di berada di Lampung. Pekerjaanku unik, di Tim Land Acquisition untuk jalur pipa gas. Tempat aku berdiri ini adalah jalur pipa gas bumi yang sudah dibebaskan. Malahan di bawah kaki ku ini sudah mengalir gas bumi dari palembang menuju Cilegon & Bekasi. Aku sendiri merasakan suasana yang berbeda, karena jalur ini dulunya ada kebun singkong, sawah, dan lain-lain.
Disini aku juga ingin berterimakasih kepada orang-orang yang telah begitu baik kepada ku. Diantaranya :
1. Pak Suranta selaku ketua tim. Semoga kesuksesan selalu menyertai.
2. Babeh Hany selaku Korlap. Kepedulian babeh kepada anak buah insya allah berbalas pahala.
3. Ambon, Kang Oleh, Kang Hera, dan lain-lain........
(foto sudah disamarkan memakai Adobe Photoshop)

Aku & Anak Papua


Sebenarnya foto ini kebetulan saja. Waktu itu aku dan tim yang akan melakukan survey lokasi lahan kritis berjalan di tengah perkampungan penduduk (aku lupa lagi namanya). Kebetulan lewan tempat nyuci umum, dan ada seorang ibu yg lagi nyuci bersama anak bayinya. Akhirnya aku iseng saja berfose bersama anak bayi itu..

Tuesday, July 22, 2008



Dibandara Wamena (Kabupaten Jaya Wijaya) dengan dilatarbelakangi Pesawat milik Trigana Air. Ini pesawat yang menjadi satu-satunya alat tranasfortasi dari Jayapura (Bandara Sentani) ke Kabupaten Jayawijaya.