<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016</id><updated>2011-07-08T10:18:19.486+07:00</updated><title type='text'>Suara Nurani</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>118</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1767463926358738278</id><published>2010-09-30T12:23:00.000+07:00</published><updated>2010-09-30T12:24:13.386+07:00</updated><title type='text'>"Tentang Pemuda Desa Pemberani itu"</title><content type='html'>06.00. 27 Sept 2010.&lt;br /&gt;Cerita Diatas Kereta Banten Exspress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Usianya baru 19 tahun, dia berani memutuskan menikah walau hanya mengenal calon istrinya melalui telpon dan hanya bertemu 1 (satu) kali sebelum memutuskan akan melamarnya. Dia seorang Satpam &amp; calon istrinya bekerja sebagai penjaga toko)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berkenalan di atas gerbong kereta Banten Exspress, waktu aku dlm perjalanan pulang kerja. Sosok yg terlihat bersahaja, dengan perawakan yg sedang-sedang saja bahkan cenderung kurus (lebih kekar &amp; ganteng dirikuh spertinya..he he narsis). Dia membawa sebuah kardus entah isinya apa (yg pasti bukan bom. he).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Eris, umurnya jalan 19 tahun, bekerja sebagai Satpam di sebuah perumahan di Jakarta. Asli dari desa Ciawi, Rangkasbitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dari mana awalnya, ketika pembicaraan sampai pada tema yg sangat menarik perhatianku. Sehingga aku berkata dalam hati : "dia jauh lebih muda dariku, tp dia begitu berpikiran dewasa, dia mempermudah masalah &amp; tdk memperumit masalah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, kalau dia lagi ijin pulang dulu ke Rangkasbitung, karena hari minggu besok mau melamar calon istrinya di Bandung, Jawabarat. Calon istrinya bekerja sebagai penjaga toko di Bandung, usianya saat ini 17 thn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku iseng bertanya : "Kok bisa dapet orang bandung, gimana ceritanya ?"... dari sinilah kisah menarik dari pembicaraan sekitar 1 jam an ini berawal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bercerita : Sekitar 1 (tahun lalu), dia diberitau seorang temannya kalau ada seorang wanita orang Bandung yg baik, kalau tertarik telpon sj sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal no. hp itulah dia memberanikan diri menelpon si wanita orang bandung itu, seseorang yg sbnarnya dia sendiri tdk tau seperti apa batang hidung nya. Ia berkenalan dan menceritakan siapa dirinya &amp; darimana dia mendapat nomor hp itu kepada si perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cinta dihati perlahan mulai membahana dihati. Singkat cerita, 2 bulan kemudian dia nekad menanyakan (kalau istilah ABG jaman sekarang "NEMBAK". he he) apakah si wanita tersebut bersedia menjadi kekasih hatinya, ditambah dengan sebuah pernyataan serius "Kalau bersedia, sy serius untuk mengajak nikah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ceritanya, baru 7 (tujuh) bulan setelah Nembak itulah dia akhirnya mendapat jawaban &amp; kepastian kalau si wanita tersebut bersedia menerima dirinya untuk menjadi kekasih hati sekaligus pernyataan kalau si Wanita tersebut juga bersedia untuk serius menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya manggut-manggut sj mendengar cerita dia. Aku pun bertanya : "Sejak pertama kali nelpon sampai sampai dia menyatakan menerima, sudah berapa kali bertemu ?". Dia menjawab : "Belum pernah sekalipun, sy baru pertama kali bertemu dia 1 kali sekitar 2 minggu yg lalu ketika lebaran. Kebetulan bos sy ngajak ke Bandung jadi kebetulan sekalian ketemu dia di Bandung. Ketika pertama bertemu di Bandung itu sy juga nanya lagi ke dia apakah setelah bertemu langsung masih mau tetap serius atau cukup jadi teman sj. Alhamdulillahnya dia tetap mantap &amp; sy juga mantap. Waktu pertama ketemu di Bandung dua minggu itulah kami merencanakan acara lamaran keluarga sy ke keluarga dia di Bandung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmmmmm kok bisa ya ?... kok berani ya ?. kan dia masih muda ?.. kan dia hanya bekerja sbagai satpam ?. berapa sih gajinya sehingga berani mnikah sedemikian muda ?. Kutebak sekolah nya paling lulusan SMP or SMA, tp knapa dia bisa dewasa dan memiliki prinsip begitu ya ?." pertanyaan-pertanyaan itu yg berputar putar di dlm hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tdk smuanya terjawab, tp beberapa pertanyaan terjawab melalui perbincangan kami selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sy berani menikah muda karena :&lt;br /&gt;1. Nenek sy kini sudah tua, saya sih ingin mumpung nenek masih ada dia bisa menyaksikan langsung sy menikah.&lt;br /&gt;2. Kalau sudah menikah, setidaknya peghasilan/gaji sy setiap bulannya bisa terlihat hasilnya, ada yg bantu mengurus keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm...menurutku sih alasan yg terlalu sederhana &amp; menyederhanakan. Alasan-alasan ini mungkin tidak realistis bagi sebagian besar anak manusia. he he. Tp...ya sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan pun berakhir seiring berakhirnya perjalanan kereta di stasiun Rangkasbitung. Kami bersalaman, tdl lupa kusampaikan : "sy doakan semoga lamaran &amp; pernikahannya nanti lancar ya. Sukses &amp; selamat ya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pemberani, berpikiran dewasa, membuat masalah menjadi sederhan/menyederhanakan masalah. itu penilaian yg berputar-putar di dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, setelah istirahat langsung kusampaikan cerita menarik ini ke istriku, sekedar berbagi hikmah &amp; pelajaran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak yang sudah berusia diatas 25 thn, berpenghasilan diatas 6 juta perbulan. Bertitel sarjana, dari keluarga berada..tp belum berhasil memecahkan peperangan batin terkait kesiapan menikah. Selain karena urusan belum adanya jodoh tentunya. Ternyata...dari seorang anak desa atau tepatnya anak kampung seperti seseorang yg kutemui di kereta ini, sisi &amp; pelajaran dari sudut pandang paradigma berbeda ini kutemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan dia menyegerakan menikah benar, bagi sebagian kita mungkin salah tp sebenarnya mungkin Benar. Seperti halnya pertimbangan sebagian kita untuk menunda menikah juga mungkin benar, tp.... mungkin juga salah. Wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir kisah... aku rindu mamah di sumedang sana. Sosok yg sudah sepuh, tapi sungguh dia begitu berjasa &amp; berharga bagi ku. Miss u mom, i hope god bless u.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis diatas kereta banten ekspress, with nokia 9300).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1767463926358738278?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1767463926358738278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1767463926358738278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1767463926358738278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1767463926358738278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2010/09/tentang-pemuda-desa-pemberani-itu.html' title='&quot;Tentang Pemuda Desa Pemberani itu&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-3295099523001894667</id><published>2010-09-20T08:55:00.001+07:00</published><updated>2010-09-20T08:55:54.169+07:00</updated><title type='text'>Disaat Kematian Ayah/Ibu Menjemput"</title><content type='html'>03 September 2010 jam 17:20&lt;br /&gt;    Jum'at, 16.30. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Adakah hal yg lebih membuat kita bersedih dibanding ditinggalkan ayah atau ibu kandung kita untuk selama-lamanya ?. Bagaimanakan rasanya menahan kerinduan terhadap ayah/ibu kita yg sudah berada di sisi-Nya ?..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ini hanyalah sebuah catatan kecil, sambil menunggu kberangkatan kereta Banten Exspress. Catatan kecil sekaligus perenungan diri, sekaligus mencambuk hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Alhamdulillah kedua orang tua kandungku masih ada di dunia ini, walaupun kami tinggal beda kota. Aku di Banten/Jakarta, kedua orang tuaku di Sumedang sana. Yg jelas rasa kepemilikan dan cinta itu melewati batasan jarak dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku juga mengenal beberapa orang teman di dunia nyata maupun di dunia maya (kenal di internet), dimana ayah atau ibu mereka sudah meninggal dunia. Mendengar cerita mereka, atau bahkan hanya membaca status mereka di facebook yg menuliskan kerinduan pada sosok ayah/ibu yg sudah meninggal dunia, sudah cukup membuatku sangat bersimpati. Aku yakin, ungkapan kerinduan mereka skaligus ungkapan rasa kehilangan adalah kerinduan yg suci, rasa cinta yg tulus, rasa sayang yg ikhlas. Merindukan ayah/ibu mereka, membuat mereka menangis, and i can feel it. Aku membayangkan, andai ayah/ibu ku sdh meninggal, tentu aku pun akan merasakan hal yg sama. Merindukan sosok ibu/ayah yg sudah sepuh di Sumedang sana, sudah cukup membuatku berkaca, apalagi membayangkan sosok yg berada di akhirat sana, seperti membayangkan sosok yg diluar jangkauan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    dan tadi pagi, begitu sampai di kantor, aku dapat kabar kalau Bapak salah seorang teman kantor ku, telah meninggal dunia. Hmmmm. Kami pun segera meluncur ke rumah duka di daerah Tanjungpriok sono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Teman kerjaku itu adalah sosok yg lucu, suka bercanda, pembawaannya ngelucu mulu. dan ketika kami tiba di rumah duka, sosok yg lucu &amp; penggembira itu muncul di hadapan kami, dengan mata memerah tanda tangisan. dan saat ku sampaikan "Sy turut berduka cita, sabar ya", dia menjawab dengan suara terbata-bata, bergetar : "Iya, makasih kang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hmmmm..... seperti apa perasaan sahabatku yg baru ditinggal ayahnya itu sekarang ?...hampa tentu nya. Tapi sedalam apakah kehampaan itu, hanya dia yg tau. dan Insya Allah kita juga cepat atau lambat akan merasakannya, cepat atau lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut cerita sahabatku, ayahnya meninggal dunia saat sedang sujud, di sholat Tahiyatul Masjid sebelum shalat ashar di masjid yg letaknya hanya beberapa meter dari rumah. Saat itu beliau juga sedang puasa. Kematian yg sungguh indah. Kematian saat berpuasa ramadhan, kematian disaat sujud dalam sholat tanda kerendahan diri di hadapan Sang Pencipta, juga kematian yg terjadi di Rumah Allah, Masjid. Sungguh indah sesungguhnya, walau kematian tetaplah terasa sangat memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hmmmmm... kematian memang kpastian, hanya masalah waktu. Ia juga misteri, semisteri bagaimana cara kita mati nanti, disaat apa, dan dalam kondisi apa kita nanti mati. Yg jelas semoga kita mati disaat beriman, saat khusnul khotimah, saat bibir kita basah karna berdzikir pd Allah. Semoga kematian kita juga seindah kematian ayahhanda sahabatku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6 (enam) tahun yg lalu, disaat seorang sahabat di Bandar Lampung sana ditinggal ibu nya untuk selama-lamanya, setelah ayah nya meninggal lebih dahulu (artinya dia kini yatim piatu). Dia berkata, dengan kalimat yg selalu ku ingat sampai kini, sampai kapanpun : "Allah lebih sayang pada kedua orangtuaku, dibanding rasa sayang sy pd kedua orang tuaku. Makanya Allah segera memanggil mereka untuk berada disisi-Nya. dan Insya Allah sy mengikhlaskan kepergian mereka untuk selama-lamanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Memang tdk selalu orang tua kita yg meninggal terlebih dahulu, bisa jadi kita yg mendahului mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagi temen-temen, sahabat, saudara ku di dunia nyata atau pun yg kenal hanya di dunia maya. Yg ayah atau ibu nya sudah meninggal dunia, aku hanya ingin berkata :&lt;br /&gt;    "Bersabar ya, sampaikan rasa rindu yg menggelora sekian lama itu dengan bersujud, bersimpuh, merendahkan diri dan menengadahkan kedua tangan pd pemilik ayah/ ibu. Sampai kerinduan itu dengan doa tulus seorang anak pada ayah/ibu. Sampaikan doa dan kerinduan itu dengan menjadikan diri sebagai anak yg sholeh/sholehah. dan percayalah andaikan almarhum/mah ayah/ibu di alam sana bisa menulis surat bagi kita, mereka pasti akan menulis surat kerinduan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Doakan mereka dengan cinta &amp; ketulusan. dan mari kita jadikan diri kita insan yg sholeh &amp; bertaqwa, maka kerinduan itu kelak akan berujung pada pertemuan indah saat bertemu di gerbang Ar-Royan, pintu gerbang Surga nya Allah SWT".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis di atas kerete Banten Ekspress, sambil menunggu kberangkatan, dengan Nokia 9300).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-3295099523001894667?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/3295099523001894667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=3295099523001894667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/3295099523001894667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/3295099523001894667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2010/09/disaat-kematian-ayahibu-menjemput.html' title='Disaat Kematian Ayah/Ibu Menjemput&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1731647762925946418</id><published>2010-03-27T21:54:00.002+07:00</published><updated>2010-03-27T22:11:30.842+07:00</updated><title type='text'>Melihat dengan hati, tentang kedalaman MIMPI : “Naruto, The Great Queen Seon Deok dan  Jenderal Su Can (tokoh utama Film True Legend)”</title><content type='html'>“Mungkin ini bedanya orang biasa dengan orang yang luar biasa. Orang biasa juga punya mimpi, tapi ia berhenti sebatas menjadi seorang pemimpi. Orang besar menjalani mimpi itu bahkan dengan darah dan air mata, sehingga ia bisa terbangun dan meraih mimpi itu dalam genggaman tangannya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku ingin berbicara salah satunya, tentang sebuah MIMPI dari sebuah anime kartun, drama seri korea dan film wushu/kungfu teranyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tenam anime NARUTO, kuakui memang masih ada kontroversi, tapi disini aku hanya ingin berbagi cerita tentang makna positif yang bisa aku selami. Aku suka Naruto, karena aku memang suka bela diri. Di Naruto teknik-tekni ninja nya unik, menarik, selain itu Subhanallah banyak kata-kata bijak yang sering terlontar dalam dialog dialog para tokoh didalamnya. Kedalaman makna dalam menghadapi perjuangan hidup, menghadapi kesunyian dan kesendirian, menghadapi ujian dan permasalahan, pengorbanan dan cinta sejati juga kedalaman makna tentang arti sebuah persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 1 (satu) bulan yang lalu, aku mendapatkan serial naruto (hampir seratus lebih episode seri SHIPUDEN atau naruto yang sudah dewasa) dari salah seorang teman kantor ku, kusimpan di memori netbook ku dan dikala senggang aku memutarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seri yang ke-29 (kalau ga salah), di kala Naruto berjuang keras untuk menyelamatkan GARA (musuh yg kemudian jadi sahabatnya dari Negara Pasir), ada sebuah kalimat sangat bermakna yang keluar dari mulut Naruto :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MY DREAM BECOMING HOKAGE"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HOKAGE" adalah julukan untuk Ninja terkuat sekaligus pemimpin Desa Ninja KONOHA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal inilah salah satu hal yang membuat seorang Naruto begitu kuat untuk menjalani kehidupannya walau ia sudah yatim piatu. Sebuah MIMPI yang kemudian menjadi sebuah kekuatan maha besar untuk sanggup menghadapi berbagai ujian dan tantangan yang melelahkan, yang bahkan menuntut pengorbanan jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'DREAM"... mimpi seorang Naruto untuk menjadi ninja yang terkuat, dan ternyata di episode-episode berikutnya, Naruto memang berhasil menjadi seorang Hokage. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto memang hanyalah tokoh kartun karya seorang anak manusia, yang alur ceritanya juga karangan anak manusia, tapi tidak ada salahnya jika kita kemudian mengambil pelajaran dari nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika NARUTO bermimpi untuk menjadi yang terbaik di dunia NINJA, yang kemudian membuat ia berhasil mencapainya, lantas apa MIMPI kita ?... MIMPI menjadi PRESIDEN ?..MENTERI, DIREKTUR, POLISI, DOKTER atau apa ?..... atau bahkan mungkin ternyata malah  tidak punya mimpi sama sekali ?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, ternyata mimpi bisa menjadi salah satu sumber kekuatan bagi kita, untuk lebih tegar menghadapi perjalanan kehidupan, menjalani berbagai ujian dan permasalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan The Great Queen Seon Deok.  Di drama ini  kita liat memang penuh intrik, penuh ujian, ada darah, ada pengorbanan, tapi mimpi besar yg membuat semangat tetap menyala. Si Tokoh utama kemudian berhasil mencapai mimpi menjadi ratu perempuan pertama di korea. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan semangat Jenderal Su Can (tokoh utama Film True Legend), tokoh wushu cina pencipta jurus Dewa Mabuk, mimpi menjadi seorang akhli wushu membuat dia rela melepas tawaran menjadi Gubernur dan lebih memilih menyepi dan memperdalam ilmu wushu. Banyak ujian, tantangan, darah dalam kehidupannya bahkan ia harus kehilangan nyawa istrinya, tapi mimpi yang membuat ia tetap bertahan hidup dan akhirnya memang ia menjadi legenda. Jurus dewa mabuk kini hampir semua kita mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga kata Stephen Covey ; "Begin with The end" mulailah dari akhirnya. Kita akan menjadi dan seperti apa nanti ?... dan kita mulai menyusun langkah untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini bedanya orang biasa dengan orang yang luar biasa. Orang biasa juga punya mimpi, tapi ia berhenti sebatas menjadi seorang pemimpi. Orang besar menjalani mimpi itu bahkan dengan darah dan air mata, sehingga ia bisa terbangun dan meraih mimpi itu dalam genggaman tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ?.................. cukup jawab dengan berbisik di relung hati terdalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1731647762925946418?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1731647762925946418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1731647762925946418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1731647762925946418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1731647762925946418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2010/03/melihat-dengan-hati-tentang-kedalaman.html' title='Melihat dengan hati, tentang kedalaman MIMPI : “Naruto, The Great Queen Seon Deok dan  Jenderal Su Can (tokoh utama Film True Legend)”'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-4960024076127587431</id><published>2009-07-30T14:09:00.007+07:00</published><updated>2009-07-30T14:26:59.720+07:00</updated><title type='text'>Gedung B, Lantai 2... 28 Juli 2009, jam 08.00</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kamis, 23 Juli 2009.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;'Instrumentalia doaku" yg kujadikan ringtone hp ku berbunyi. Saat itu aku sedang asik ngeprin Berita Acara Pembayaran. No telpnnya 021 638 546 88. Aku pikir paling dari kantor jakarta.&lt;br /&gt;"halau..ini dengan Pak... Sy... dari..., Bapak diminta datang untuk wawancara pd hari Selasa, tgl 28 Juli 2009 jam 08.00"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yess.... thanks god.. alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Selasa, 28 Juli 2009&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah dialog :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kalau anda diterima disini, berarti anda satu-satunya yang bukan dari latar belakang hukum. Gimana komentar anda ?."&lt;br /&gt;"Menurut saya, ilmu tentang hukum hanya salah satu sisi yang dibutuhkan dalam land acquisition. Selama sekitar 5 thn saya mengalami langsung bidang ini, sisi lain yang ternyata sangat dibutuhkan adalah ; community relation, kemampuan lobi, pendekatan ke birokrasi dan masyarakat. Administrasi, kesabaran dan keuletan. Andaikan saya diberikan kesempatan itu, saya lakukan yang terbaik, berikan yang terbaik &amp; menjadi yang terbaik."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKAN SEPERTI APAKAH KELANJUTAN CERITA INDAH INI ?.....HANYA ALLAH YANG TAHU.&lt;br /&gt;("hamba pasrahkan semuanya kepadaMu ya Rabb. Engkau tentu akan memberikan apa yang hamba butuhkan, bukan apa yang hamba inginkan")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Thanks a lot for your support to : P' Suranta, Babeh Hani, Bank Ucok.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-4960024076127587431?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/4960024076127587431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=4960024076127587431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4960024076127587431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4960024076127587431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2009/07/gedung-b-lantai-2-28-juli-2009-jam-0800.html' title='Gedung B, Lantai 2... 28 Juli 2009, jam 08.00'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-185059150487772370</id><published>2009-06-15T10:22:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T10:23:42.934+07:00</updated><title type='text'>Tentang SMS itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SjW-qB55cFI/AAAAAAAAAJc/YORuYSy_e8E/s1600-h/56039.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SjW-qB55cFI/AAAAAAAAAJc/YORuYSy_e8E/s200/56039.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347389761847390290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu..20.00 Mall Chandra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukan jam 20.00 WIB. Tiba-tiba terdengar bunyi sms dari HP ku. Tertulis iain PULAN. Dia salah seorang adik mahasiswa. Kubuka SMS darinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aslmk. Afwan akh, ana akhir-akhir ini futur karena seorang akhwat. Sulit bagi ana tuk mengendalikan hamasyah lagi dalam dakwah ini. Kemarin ana tidak bisa mengendalikan emosi, sehingga ana mengungkapkan perasaan ana. Astaghfirullah..ana merasakan beban hidup yang berat di kampus. Ana khilaf. Tapi bagaimana mengembalikan semua ini ?...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik nafasku dalam-dalam. ”Ada apa lagi ini” gumamku dalam hati. Aku tidak langsung membalas sms tersebut. Nanti saja di balasnya, aku ingin memilih perkataan yang paling pas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuputuskan aku langsung pulang kerumah. Kebetulan waktu itu aku lagi mencari Payung di Mall Chandra. Di Lampung lagi musim hujan, hampir setiap hari mulai jam dari 13.00 sampai malam hujan terus-menerus. Setelah kudapatkan payung yang kucari, aku segera membayarnya dan langsung menuju ke parkiran mobil. Seperti biasa hujanmengguyur bumi lampung dengan deras,  tapi Alhamdulillah kini sudah ada mobil sehingga gak keujanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan pikiranku melayang kesana kemari, memikirkan sms tadi. Lamunanku membumbung tinggi ke cakrawala nurani. ”Yah..hidup memang perjuangan. Apalagi untuk menjadi orang yang sholeh lebih membutuhkan perjuangan lagi. Apalagi ketika kita memilih hidup tidak hanya semata hidup, tapi hidup untuk berusaha menjadi kekasihNya, mengabdikan hidup tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Ada sebuah kalimat melangit ”DAKWAH”. Ujian dan tantangan nya untuk istiqomah itu begitu berat. Tapi wajar juga sih mengingat pahala yang begitu besar tentu juga ujiannya akan begitu besar juga.  Sampai juga akhirnya. Kuparkir mobil di halaman rumah Pak Zulman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 16.00. Di Kantor&lt;br /&gt;Seperti biasa hujan turun dengan lebatnya membasahi bumi. Akhirnya selesai juga sms balesan buat akh Hanif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aslmkm. Afwan baru balas akh. Saya bisa memahami dan merasakan kondisi dan perasaan antum sekarang akh. Pasti ada beban berat dan ga nyaman. Tapi satu hal yang pasti akh KEBENARAN ADALAH HAL YANG MEMBUAT ANTUM  MERASA TENANG AKH. SEBALIKNYA JIKA ANTUM MERASA RESAH DAN GELISAH ATAS APA YANG ANTUM LAKUKAN, BERARTI ADA YANG SALAH AKH. Walau pasti berat, menurut saya. Antum segera kembali ke jln dakwah. Berusaha tuk tetap istiqomahsampai titik darah penghabisan, walau antum harus jatuh bangun. Segera akhiri  bermain hati dengan si akhwat itu. Mohon ampun, petunjuk, kekuatan dan bimbinganNYA. Mulailah hari yang baru. Ingatlah ada masa depan yang indah dan mulia menanti antum. Besok/ lusa kita ngobrol masalah ini ya.”&lt;br /&gt;Send....dan akhirnya sms ku terkirim ke Akh Hanif.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku ingin menambahkan kalimat : ”KALAU ANTUM SUDAH SIAP MENIKAH, SAYA SARANKAN ANTUM UNTUK SEGERAN MENIKAH. TAPI KALAU ANTUM BELUM SIAP MENIKAH, SAYA SARANKAN ANTUM UNTUK BERSABAR.”  tapi nanti sajalah, kalau ngobrol langsung baru aku sampaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhhhhhhhhhhhhhhh.......berilah hamba kekuatan ya Rabb.....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Tulisan ini sebenarnya dibuat tanggal 12 Desember 2008. Sama terlambat di post nya. Ga pa pa ya…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-185059150487772370?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/185059150487772370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=185059150487772370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/185059150487772370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/185059150487772370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2009/06/tentang-sms-itu.html' title='Tentang SMS itu'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SjW-qB55cFI/AAAAAAAAAJc/YORuYSy_e8E/s72-c/56039.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-2676065994118864648</id><published>2009-06-15T10:20:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T10:22:09.641+07:00</updated><title type='text'>Wajah Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SjW-UbkpM_I/AAAAAAAAAJU/6L1LW3uI7TE/s1600-h/56034.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SjW-UbkpM_I/AAAAAAAAAJU/6L1LW3uI7TE/s200/56034.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347389390780445682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Baru nih….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berubah juga wajah blog ku. Kelihatannya jadi lebih cool bo. Memang sih terasa ada yang kurang, soalnya di banner atasnya belum ada foto siluet yang ditampilkan. Aku masih milih-milih foto mana yang kira-kira bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks berat to Suhe.. yang telah membantu merubah tampilan blog ku. Salut Berat to Suhe yang kini bermukim di Blitar sono. Jadi Kontraktor PLN bo.  Suhe makin canggih aja nih pengetahuan ipteknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong masalah Blitar jadi inget ama AMBON nih. Gimana kabarnya ya ?. sudah sekitar 9 bulan aku tidak bertemu dengan dia. Semoga saja bisnis obat nya lancar. Dia mengundurkan diri dari pekerjaan di lampung karena ingin mendampingi orang tua juga mertuanya. Aku doakan semoga sukses selalu ya mbon. Niat yang tulus dan ikhlas insya allah akan ditolong oleh Allah ko. Materi bukan segala-galanya, demikian juga dengan gaji yang gede. Sekali lagi sukses ya mbon..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;(tulisan ini sebenarnya dibuat tg 06 November 2008, tp baru di post sekarang. Ga pa pa ya..)&lt;span s&lt;/span&gt;tyle="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-2676065994118864648?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/2676065994118864648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=2676065994118864648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/2676065994118864648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/2676065994118864648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2009/06/wajah-baru.html' title='Wajah Baru'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SjW-UbkpM_I/AAAAAAAAAJU/6L1LW3uI7TE/s72-c/56034.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1291384089416003677</id><published>2008-12-17T14:05:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T14:10:04.339+07:00</updated><title type='text'>Ya Seperti Itulah Namanya Kehidupan….</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SUilQfBkTXI/AAAAAAAAAIg/lhmRkSjVajc/s1600-h/Kakek+modiv.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280652265716469106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 244px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SUilQfBkTXI/AAAAAAAAAIg/lhmRkSjVajc/s320/Kakek+modiv.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Cerita hikmah ini berawal dari kisah kehidupan tetangga di depan rumah kontrakanku di Bandar Lampung. Namanya Pak Zulman, umurnya sekitar 55 tahun. Dia dan istrinya sama-sama pensiunan PT. Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rumah yang lumayan besar dan luas, selepas pensiun beliau membuka warung di samping garasi mobilnya. Selain barang kebutuhan sehari-hari dia juga menyediakan Minuman Galon seperti Aqua, Grand dll. LPG juga ada yang bisa diantar sampai kerumah pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan sisi ekonomi yang aku ceritakan disini, tetapi tentang sisi kehidupan seorang anak manusia dengan fase yang biasanya akan dilalui oleh setiap insan. Oh iya kebetulan kini aku lebih akrab dengan beliau, karena aku numpang nyimpen mobil di halaman warung beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulman memiliki 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Anak pertama dan kedua dulunya kuliah Di Universitas Islam Indonesia (UII) Malang dan kini sudah lulus kuliah. Si bungsu juga sama kuliah diUII dan kini tinggal menunggu wisuda saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas diwisuda dua anak beliau langsung pulang kampung ke Lampung. Tetapi kemudian sekitar 1,5 tahun yang lalu anak pertamanya lolos seleksi test dan akhirnya bekerja di PT. PLN (Persero). ”Wah BUMN coy !!!, masa depan cerah tuh”, gumamku didalam batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi sekitar 2 minggu yang lalu, anak keduanya yang perempuan lolos lagi seleksi menjadi pegawai di PT. PLN (Persero) dan kini ditempatkan di Manado. Kini anak keduanya sedang mengikuti BINTAL PT. PLN di pusat pelatihan PLN di Cibogo Bogor (daerah Puncak). Subhanallah, dua anaknya kini bekerja di sebuah BUMN besar yang sangat vital bagi negara ini. Ya gimana ga vital, perusahaan ini kan yang ngurusi Listrik gitu loh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada raut kebanggan dari setiap obrolan dan raut wajah Pak Zulman &amp;amp; Bu Zulman. Wajar, siapa sih orang tuanya yang gak bangga anaknya berhasil (walaupun only keberhasilan di sisi dunia loh). Anak dapet ranking satu di sekolah aja bangganya minta ampun. Kayaknya tetangga se RT kita omongin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener kata Amru Kholid di Bukunya yang berjudul ”SEBENING MATA AIR”. Di dunia ini tdk ada kebahagiaan yang sempurna. Kebahagiaan yang sempurna itu only ada di Surga alias Jannah NYA sajah. Kembali ke Laptop ya..he-he. Setelah dua anaknya pergi, Jadilah mereka kini hanya tinggal berdua di rumah. Si bungsu kan masih membereskan kuliah di Malang sono. Ada sebuah rasa kehilangan, kalau kata si ibu kadang suka sedih katanya begitu beliau masuk ke kamar anaknya. Biasanya jam segitu lagi ngetik pake laptop di kamarnya. Kini mah sudah kagak ada lagi. Jadi merinding, kebayang juga persaan beliau berdua bagaimana yah. Kebayang kedua orang tuaku di Sumedang sono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita selanjutnya tentang bagaimana perasaan pak zulman beserta istrinya bisa para pemirsa tebak sendiri lah. Usah pada gede ini kan ?..he-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang sampai pada bagian pengambilan sisi hikmah dari cerita nyata di atas :&lt;br /&gt;Ya seperti itulah yang namanya kehidupan, ada pergiliran. Dulu ketika kita lahir kedunia kita tidak mempunyai kekuatan apa-apa alias lemah dan tidak berdaya. Nanti juga ketika kita sudah tua alias sudah mendekati ajal yah kembali lagi akan seperti bayi. Lemah. Sebelum menikah kita hidup sendiri, setelah menikah jadi berdua sama istri kita, lalu punya anak. Lama-lama anak kita satu persatu akan menikah dan mungkin tidak lagi tinggal serumah dengan kita bahkan ada yang harus dipisahkan Lautan, gunung dan darata. Jadinya ya kita tinggal berdua lagi sama istri kita. Tidak lama kemudian azal menjemput, apakah duluan kita atau istri kita. Akhirnya.......ya sendiri lagi. Begitulah kehidupan terus berputar sampai kemudian dilanjutkan oleh anak, cucu, cicit dan seterusnya. Dari sebagai anak, kita akan menjadi suami, lalu bapak, lalu kakek, lalu eyang, lalu...lalu....sampai akhirnya kita hanya akan tinggal sebagai sejarah. Yang mungkin anaknya cicit kita nanti bisa jadi sudah tidak tahu lagi siapa nama kita. He-he. Ga percaya, coba sekarang ngaku deh..ada ga diantara temen-temen yang tahu nama bapaknya kakek kita, atau lebih jauh lagi kakeknya kakek kita ?.. Kecuali keluarga kerajaan kali yang memang rajin mencatat silsilah keluarga mereka.&lt;br /&gt;Semua yang diceritakan diatas menunjukan kalau memang kita ni hanya makhluk yang lemah semata. Kita juga sebenarnya tidak memiliki apapun didunia ini, semuanya milik Sang Kuasa. Harta, tahta, anak-anak, istri dan yang lainnya semuanya hanya titipan. Karena hanya dititipkan saja, so kita seharusnya bisa mensikapi dengan bijak setiap hal yang perlahan tetapi pasti mulai satu persatu hilang dalam genggaman tangan dan kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;n.b. teruntuk bapak &amp;amp; mamah di sumedang, terimakasih atas semua pengorbanan selama ini. Mohon maaf jika ananda justru harus tinggal di seberang lautan, walaupun ananda yakin jauh dilubuk hati bapak &amp;amp; mamah ingin semua anak-anaknya berada di tengah-tengah mereka...ditengah-tengah masa tua mereka. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keterangan Foto : Foto diatas adalah kakek &amp;amp; nenek dari pihak bapak. Keduanya sudah almarhum. Kakek yang berdiri paling kanan, nenek yang duduk disampingnya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1291384089416003677?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1291384089416003677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1291384089416003677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1291384089416003677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1291384089416003677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/12/ya-seperti-itulah-namanya-kehidupan.html' title='Ya Seperti Itulah Namanya Kehidupan….'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SUilQfBkTXI/AAAAAAAAAIg/lhmRkSjVajc/s72-c/Kakek+modiv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-8244833340991222512</id><published>2008-12-17T13:57:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T14:03:12.605+07:00</updated><title type='text'>Kisah Awal Sebuah Mobil...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selama 4 tahun lebih aku di Lampung, sebenarnya aku tidak pernah terlalu memikirkan untuk memiliki mobil sendiri. Apalagi di kantor juga sudah ada mobil operasional yang bisa dipakai. Pada awalnya ketika tingkat pekerjaan lapangan masih padat, per kabupaten disediakan satu mobil operasional. Makanya di kantor atau sekretariat proyek bisa ada 4 atau 5 mobil terparkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sekitar 1 tahun yang lalu, ketika pekerjaan lapangan sudah tidak begitu padat, mobil operasionalnya tinggal 2 (dua). Yang satu Toyota Kijang Kapsul LGK dan satu lagi Mitsubishi Strada Double Cabin (kalau babeh Hany lebih suka menyebut si BOGO karena kalau dari depan si Strada ini mirip kepala ikan BOGo yang masih berkerabat dengan ikan lele).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain urusan pekerjaan, selama ini aku mempergunakan mobil kantor untuk mengantar aku dan keluarga jika ada hal penting. Semisal ke Dokter, ke pesta pernikahan atau ke kegiatan yang tidak memungkinkan untuk memakai si Jupiter Z Racing kesayanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, intensitas kegiatan di luar rumah selain urusan kantor semakin tinggi, terutama di hari minggu. Apakah syuro, taklim, seminar, demo, dan sebagainya. Apalagi ketika musim Pilkada CAGUB/CAWAGUB kemarin begitu seringnya aku dan keluarga keluar rumah terutama di hari minggu atau malam hari.  Hal inilah yang kemudian membuatku berpikir untuk memiliki mobil sendiri yang bisa membawa aku dan keluarga tanpa harus kehujanan atau kepanasan sehingga bisa lebih bebas dan leluasa dibandingkan menggunakan mobil operasional kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh Ari termasuk salah satu sumber inspirasi yang memotivasi aku untuk memiliki mobil, waktu itu awalnya dia membeli Starlet tahun 90 kemudian dibanti dengan Peusout 1995. Pada akhirnya aku dan keluarga sepakat untuk membeli mobil. Yach…yang murah saja, menyesuaikan dengan kantong ekonomi lemah seperti dirikuh. He-he. Yang penting kalau hujan tidak keujanan, kalau panas tidak kepanasan.  Akhirnya ditetapkanlah Budget alias anggaran untuk membeli mobil itu. Uang tabungan di bank, emas semuanya diinventarisir untuk mengecek kira-kira berapa uang yang ada yang bisa dipake untuk beli mobil. Wah ternyata jumlahnya sedikit.he-he. Terpaksa nih harus membeli mobil dengan tahun yang relatif tua tapi tidak tua-tua amat. He-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya perburuan mobil second tua pun dimulai. Kuhubungi Bang Armin mantan Driver di kantor ku, ngontak Bang Heri yang memang jual beli mobil, ngeliat-liat iklan mobil di koran Radar Lampung &amp;amp; Lampung Post maupun  Browsing internet.  Perburuan ini dimulai sekitar satu bulan sebelum bulan puasa kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ternyata berburu mobil second itu tidak mudah yah, melelahkan.  Ada mobilnya bagus mulus dengan mesin yang lumayan asyik, masalahnya harga masih terlalu tinggi dari anggaran yang ada. Ada yang harganya pas atau dibawah anggaran tapi kondisi mobilnya mengecewakan dimana body banyak yang harus ditambal atau di cat lagi, AC nya mati, power windowsnya macet, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jaman dahulu kala, aku sebenarnya sudah berangan-angan kalau suatu saat aku punya uang dan bisa membeli mobil, aku ingin membeli mobil yang gagah. Ya sejenis mobil JEEP 4 X 4 gitu loh. Kemarin sebenarnya aku naksir mobil Suzuki Escudo, tapi harganya masih agak tinggi. Daihatsu Ferosa body nya oke juga, tapi sayang terlalu boros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya perburuan  beralih ke jenis Sedan. Mitsubishi Lancer, Suzuki Esteem, Toyota Corola, Timor, Daihatsu Charade adalah beberapa merek yang sempat aku buru. Tapi ternyata sampai lebaran tiba, aku belum berhasil mendapatkan mobil yang pas. Bener kata orang beli mobil second itu jodoh-jodohan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada suatu ketika, di suatu pagi hari yang cerah. Akh Ari Setiawan sahabatku yang kini sudah pindah kerja menjadi salah satu Asisten Manager di perusahab Telekomunikasi nelepon kalau tetangganya ada yang mau jual mobil Toyota Corona Twincam 2.0. Bagus, mulus, mesinnya juga oke. Dia udah test drive juga di jalanan, oke juga katanya. Dari sisi harga alhamdulillah kejangkau. ”Masalahnya 2.000 cc coy, boros tuh” kataku pada si Akh Ari. ”Ga juga tuh, mobil Peugout saya juga sama Ko 2.000 cc kok”. Jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui serangkaian pertimbangan, akhirnya aku nelepon langsung ke si mpu nya mobil. Akhirnya sepakat di harga dan besoknya mobil langsung dikirim ke Lampung. Aku minta tolong ke A yono, tetanggaku di Banten untuk mengantarkan mobil itu ke Lampung. Aku sendiri sebenarnya masih bertanya-tanya juga dalam hati, seperti apa sebenarnya bentuk dan kondisi mobil yang gua beli ini. He-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mobil sampai juga di Lampung. Ada sedikit kecewa, ada juga rasa puas. Tapi akhirnya sih aku lebih mengutamakan rasa syukur. Manusia aja tidak ada yang sempurna, apalagi mobil second. He-he. Kalau kepingin mobil yang bener-bener bagus sih beli aja yang baru di dealer. He-he. Aku juga berharap semoga keberadaan mobil ini akan mendatangkan kemaslahatan, dan bukan kemudharatan. Adanya mobil ini tidak menjadikan aku menjadi riya, tapi justru akan semakin mendukung dan memudahkan aku dan keluarga di dalam melakukan kebaikan. Aku juga berharap aku juga berharap keberadaan mobil ini akan membantu orang-orang yang memang membutuhkan untuk diangkut dengan mobil gitu loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar bulan Oktober, kini si Toyota Corona Twincam 2.0. warna Hitam Metalic ada di tengah-tengah kehidupanku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Cerita BERSAMBUNG.....tp entah kapan sambungannya ya..he-he).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-8244833340991222512?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/8244833340991222512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=8244833340991222512' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8244833340991222512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8244833340991222512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/12/kisah-awal-sebuah-mobil.html' title='Kisah Awal Sebuah Mobil...'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-8485769472625890682</id><published>2008-09-28T12:24:00.000+07:00</published><updated>2008-09-28T12:58:30.064+07:00</updated><title type='text'>Pergulatan tentang Gerbang PERNIKAHAN itu ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SN8cLznYPmI/AAAAAAAAAGk/F_yG24R91ys/s1600-h/Spiderman+3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250946679696801378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SN8cLznYPmI/AAAAAAAAAGk/F_yG24R91ys/s200/Spiderman+3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Berawal dari sebuah dialog tentang makna pergulatan batin ketika akan memasuki gerbang pernikahan, ada sebuah pertentangan batin, bayangan keindahan, ketakutan, keraguan, kemantapan, kepasarahan, sekaligus angan-angan. Ujung-ujungnya bermuara pada sebuah kata yang bernama "PILIHAN". &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ya... pilihan apakah kita akan menikah sekarang, atau nanti. Kita akan memilih si dia atau si anu, kita akan memilih yang cantik tapi kurang sholeh, atau yang sholeh tapi agak kurang photogenic. Memilih dia yang seksi ataukah dia yang gak kelihatan bagaimana bentuk badannya karena tertutup gamis yang menutup seluruh aurat tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yoi kita juga harus memilih apakah memilih si doi yang guanteng dan berbadan atletis kayak aku he-he, tapi ternyata kurang sholeh ?. ataukah memilih doi yang wajah sih biasa aja badan juga maaf agak kurus gitu loh tapi yang jelas insya Allah sih sholeh. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;MEMILIH....dan harus MEMILIH.....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pertanyaannya sampai kapan kita akan bergulat dengan sebuah kata MEMILIH ?. Bukankah lebih baik kita sesegera mereformasi dan menata ulang relung hati tentang esensi dan makna kehidupan ?. kalau ternyata manusia itu tidak ada yang sempurna, kebahagiaan itu bukanlah diberikan oleh orang lain tapi harus diperjuangkan oleh diri kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hidup adalah pilihan.."Untuk menjadi mulia atau bergelimang kehinaan".So...suka tidak suka kita tetap harus memilih. Termasuk ketika suatu saat nanti harus memilih siapa yang akan kita pilih tuk menjadi teman hidup kita.Jika proses pernikahan dengan cara taaruf, kita dipilihkan jma'h. Tapi toh tetap keputusannya kita yang harus memilih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang namanya memilih, bisa salah bisa benar. Tentu dalam kerangka berfikir kita sebagai manusia yang lebih cenderung mengedepankan nafsu &amp;amp; ego, dengan keimanan yang turun naik atau bahkan lebih sering turunnya daripada naiknya. Tapi satu yang pasti, siapa yang Allah pilihkan bagi kita itu pasti yang terbaik bagi kita walau kita mungkin menganggapnya yang paling buruk."Allah hanya memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan'.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kesimpulannya :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Segeralah tentukan sikap untuk berani menghadapi ujian bernama pernikahan. Cepat atau lambat kita insy4jj akan melaluinya. Teman saya ada yang menikah begitu diwisuda dan saat itu istrinya masih kuliah di IPB tingkat II . Sampai saat ini mereka masih tetap hidup tuh (he-he). Dari sisi ekonomi dulu mereka begitu morat-marit, awalnya kerjanya hanya memperdebatkan perbedaan. Tapi kini ?... si suami sudah jadi Dosen Fakultas Kehutanan IPB, sang istri sih lupa belum nanya sekarang kerja atau enggak. Rumahtangganya kelihatannya akur-akur aja tuh, anaknya sudah semakin bertambah besar disaat temen-temennya termasuk aku yang terlambat punya anak karena kelamaan berfikir dan kelamaan memilih. he he. Buat kang Dadan &amp;amp; Teh Nnur.....salut !!!!!!.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Pernikahan itu tidak selamanya seperti surga atau seperti neraka. Jadi sama seperti kehidupan, pasti ada saatnya bahagia, ada saatnya datang masalah menggunung. Intinya ya kita harus rasional tidak terlalu berharap berlebihan dengan menikah kita mematok PASTI akan bahagia selamanya. Nanti malah kecewa lagi. Kebahagiaan adalah perjuangan, ketenangan adalah buah latihan kesabaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. Benar, semakin kita mendekat kepada Allah, semakin lurus niat kita. Ins4jj Allah akan memilihkan yang terbaik bagi kita.Setelah menikah : kecantikan, ketampanan, kepinteran otak dengan indikator IP yang tinggi, Background sebagai aktivis dakwah/organisasi kampus, orator, harta yang banyak, ternyata bukanlah penentu utama kenyamanan didalam rumah tangga. Tapi justru hal seperti : Ketulusan, kerelaan menerima kekurangan &amp;amp; kelebihan pasangannya, kelembutan, rasa empati, kepercayaan, dan tentu akhlah dan kedekatan kepada Nya lah yang lebih menentukan datangnya rasa cinta dan kasih sayang.Satu hal lagi... adanya ade bayi kecil dengan celotehan dan sikapnya yang lucu, akan membuat hidup terasa lebih berarti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;TAPI&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;sebentar, bukan berarti kita harus sembarangan memilih orang untuk kita jadikan suami atau istri lho. Maksudnya adalah ini untuk membuat kita lebih proporsional untuk memandang kehidupan gitu loh. Pasti bingung yah tulisannya muter-muter. he-he.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang jelas : untuk semua saudaraku bagi yang akhwat alias perempuan alias wanita alias istri, semoga segera Allah datangkan arjuna terbaik untuk menjadi pendamping hidup. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi yang ikhwan alias laki-laki alias pameget, semoga Allah segera datangkan bidadari yang sholehah dari Allah untuk menjadi pendamping hidupmu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-8485769472625890682?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/8485769472625890682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=8485769472625890682' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8485769472625890682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8485769472625890682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/09/pergulatan-tentang-gerbang-pernikahan.html' title='Pergulatan tentang Gerbang PERNIKAHAN itu ...'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SN8cLznYPmI/AAAAAAAAAGk/F_yG24R91ys/s72-c/Spiderman+3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-73623745723351706</id><published>2008-09-28T12:12:00.001+07:00</published><updated>2008-09-28T13:02:05.788+07:00</updated><title type='text'>Makna Hakiki "Ulang Tahun"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SN8dpQIwPHI/AAAAAAAAAGs/8L4XiUKQWkM/s1600-h/Wallpaper+16.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250948285080812658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SN8dpQIwPHI/AAAAAAAAAGs/8L4XiUKQWkM/s200/Wallpaper+16.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Entahlah apakah ketika umur kita semakin bertambah, kita harusnya menyampaikan syukur atau justru seharusnya menangis karena sebenarnya jatah umur kita kan semakin menipis. Konon umur Kakek Adam mencapai seribu tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon usia nabi nuh mencapai ratusan tahun. Dalam Sirah Nabawiyah ternyata umur Rasulullah Muhammad hanya 63 tahun. Lalu kita ?... Wallahuallam. Hanya Allah yang tahu.]Biarlah ketika berbicara tentang umur, kita pasrahkan semuanya kepada Dzat yang mpu nya umur..Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti dan yang terpenting bagi kita :&lt;br /&gt;1. Mari kita lakukan yang terbaik dalam hidup kita. Hidup yang terbaik, ibadah kepadaNya yang terbaik, bekerja yang terbaik, berbakti kepada orang tua dengan cara yang terbaik. Intinya kita isi jatah usia dengan cara yang terbaik. Dengan satu harapan semoga semuanya akan berakhir dengan cara yang terbaik..dan ujungnya semoga memperoleh karunia yang terbaik...Surga Nya yang abadi.&lt;br /&gt;2. Dengan menjadi manuisa, kita tidak otomatis menjadi mulia di mataNYA. Karena kemuliaan sesungguhnya adalah manifestasi perjuangan, pengorbanan, air mata bukti kesungguhan kita untuk menjadi kekasihNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So...tuk semua saudaraku yang kebetulan sedang berulang tahun : aku ucapkan selamat berulang tahun, selamat memaknai hidup yang baru, selamat memulai hidup yang baru yang lebih baik. Yang terpenting bukanlah memperdebatkan halal haram ulang tahun, tapi bagaimana kita mempergunakan sisa umur kita dengan makna yang terbaik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-73623745723351706?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/73623745723351706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=73623745723351706' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/73623745723351706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/73623745723351706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/09/makna-hakiki-ulang-tahun.html' title='Makna Hakiki &quot;Ulang Tahun&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SN8dpQIwPHI/AAAAAAAAAGs/8L4XiUKQWkM/s72-c/Wallpaper+16.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-7178154384551203778</id><published>2008-09-26T13:40:00.001+07:00</published><updated>2008-09-28T13:43:27.157+07:00</updated><title type='text'>MAU MUDIK ni COY......</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SNyHiIdZM8I/AAAAAAAAAGM/oyAdMPwYGzA/s1600-h/TULIP.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250220286063227842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SNyHiIdZM8I/AAAAAAAAAGM/oyAdMPwYGzA/s200/TULIP.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sebenarnya jadwal Cuti Bersama baru dimulai per tanggal 29 September. Tapi karena pekerjaan dilapangan sudah tidak terlalu padat, akhirnya dengan berbagai alasan temen-temen sudah pada ngacir duluan. Si Andre pulang ke Aceh, Kang Toni &amp;amp; Andre pulang ke Bogor. Akhirnya tinggal aku sendiri deh. Tapi gak apa-apa, karena aku memang sebelumnya sudah punya rencana paling baru pulang mudik H-3. Aku ingin melaksanakan I'tikaf dulu disini, berkumpul dengan temen-temen. Rindu rasanya dengan suasana i'tikaf, disaat makan saur bareng, disaat kita bisa memperbanyak tilawah, menyendiri dalam rangka lebih mendekat kepada yang Mpu nya Dunia dengan segala isinya. Tahun lalu sih itikafnya di Masjid Ad'Dua, tapi bulan ramadhan kali ini khusus untuk wilayah Kecamatan Sukarame, Sukabumi &amp;amp; TKT di tempatkan di MAsjid Al-Ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah....rencananya sih InsyaAllah hari sabtu besok pagi sekitar jam 08.00 pagi aku mau Cow alias MUDIK coy.... Ke Rangkas bitung dulu baru ke Sumedang. Rencananya aku juga ingin bisa Itikaf di Rangkasbitung walaupun gak tahu di sana ada masjid yang melaksanakan i;tikaf ga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Iya..mumpung sempet nih, karena mungkin baru buka internet lagi nanti setelah pulang ke lampung, aku mo ngucapin :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR BATIN KEPADA SEMUA ORANG YANG KU KENAL, ORANG YANG DEKAT DENGANKU, ORANG YANG PERNAH AKU SAKITI DISENGAJA MAUPUN TIDAK. Terlepas apakah dia di dunia nyata maupun di dunia maya alias di dunia Blog gitu loh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bapak sama Mamah di Sumedang &amp;amp; Rangkas bitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ustd Tarmadi, Ustd Nandang &amp;amp; Pak ABeto di Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ustd. DR. Hamim, Ustd. Syamsudin di Darmaga Bogor. Jazakallah khoir atas pondasi kehidupan yang telah engkau semaikan dalam relung hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dodo, Harist, masrian, p Sukirman, sidik, ari di Bandar Lapung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pak Suranta, Babeh Hani, Bang Ucok, Opung di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Andre, Toni, amar, suhe, ambon, mba tuti, t elis, imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Saudaraku di dunia maya : JUNDIHASAN, Mba Fathi, Dik Mpi. Kalian yang masih tetap menjalin silaturahim sampai sekarang. Khusus untuk akh Jundihasan, maaf ya akhi. Ada yang mungkin tidak akan bisa engkau mengerti, tapi percayalah namamu tercatat di dalam hatiku sebagai ssudara seiman yang baik &amp;amp; sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kang hera, Kang dan, Kang Oleh di Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaligus MINAL AIDIN WAL FAIDZIN....MOHON MAFF LAHIR &amp;amp; BATIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAMIT MAU MUDIK SEMUANYA YA COY..........DADAH.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-7178154384551203778?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/7178154384551203778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=7178154384551203778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7178154384551203778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7178154384551203778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/09/mau-mudik-ni-coy.html' title='MAU MUDIK ni COY......'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SNyHiIdZM8I/AAAAAAAAAGM/oyAdMPwYGzA/s72-c/TULIP.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-5528862018326758288</id><published>2008-09-24T13:32:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T13:57:39.076+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SNnkRLf_vlI/AAAAAAAAAGE/lBCY3hMSmaU/s1600-h/_41149018_child_afp203.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249477824472923730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SNnkRLf_vlI/AAAAAAAAAGE/lBCY3hMSmaU/s200/_41149018_child_afp203.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Rabu, 24 September 08&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Satu lagi temen mengkaji ilmu harus pergi. Akh Ari Setiawan namanya. Aku mengenalnya kurang lebih 1,5 tahun yang lalu. Dia berada di Bandar Lampung ini sama denganku hanya karena urusan pekerjaan saja. Dia bekerja di Nokia Siemens bagian Koordinator PLN kalau gak salah. Pokoknya bagian ngurusin PLN pada TOWER-TOWER BTS yang lagi dibangun. Dia orang bekasi &amp;amp; istrinya orang Jakarta. Jadi sama denganku, di lampung ini tidak ada keluarga, walaupun kalau keluarga seiman di lampung ini banyak sekali. he-he.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mulai minggu depan dia pindah kerja ke perusahaan telekomunikasi yang lain, dan ditempatkan di kantor Jakarta (katanya sih di daerah Jalan Sudirman). Alhamdulillah nya lagi, diperusahaan yang baru ini, posisi dia menjadi "Asisten Manajer PLN" coy... yang otomatis salary nya juga ikut naik dong.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Memang yah, sesuatu itu terkadang baru terasa berarti ketika sudah meninggalkan kita. Yang jelas begitu banyak kenangan kebersamaan bersama akh ari ini. diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;1. Beberapa kali waktu kegiatan Direct Selling Pilgub Lampung beberapa minggu yang lalu, aku satu tim dengan dia. Kami keliling di perkampungan masuk ke rumah-rumah. Lucunya lagi dia sambil mengendong si Faiz (anaknya yang berumur sekitar 17 bulan). he-he. Aku coba bantu gendong, beratnya coy. he-he.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2. Dia orangnya melek iptek alias ga Gaptek kaya aku. Jadi pasti kalau masalah barang eletronik, dunia internet, pokoknya yang berbau iptek aku maupun temen-temen nanya ke dia. Kalau sedang kajian, awalnya hanya dia yang punya dan memakai Hand Phone Communicator. Lama-lama temen-temen akhirnya jadi pada beli communicator juga termasuk ustd bahkan aku juga akhirnya beli communicator juga. He-he.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. Akh ari juga yang pertama membeli mobil (walaupun second yang penting mobil coy). Aku juga akhirnya tertarik untuk punya mobil. Beberapa minggu ini aku sangat sering menghubungi dia mengkonsultasikan masalah mobil yang aku survey. Sayangnya dia keburu pindah ke Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dan begitu banyak kenangan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saudaraku...selamat jalan yah. Dimanapun engkau berada semoga dirimu kan selalu istiqomah di jalan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(kenangan terakhir di masjid Jami'ul Ikhlas, di deket rumah dodo. Rabu 24 Sept 08 jam 07.30)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-5528862018326758288?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/5528862018326758288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=5528862018326758288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5528862018326758288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5528862018326758288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/09/rabu-24-september-08-satu-lagi-temen.html' title=''/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SNnkRLf_vlI/AAAAAAAAAGE/lBCY3hMSmaU/s72-c/_41149018_child_afp203.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1154017447848427096</id><published>2008-07-23T14:43:00.000+07:00</published><updated>2008-07-23T15:11:13.920+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIblofJVSdI/AAAAAAAAAF8/xasnTLlU91Q/s1600-h/aku+&amp;amp;+jalur+pipa+gas+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226116901328210386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIblofJVSdI/AAAAAAAAAF8/xasnTLlU91Q/s320/aku+%26+jalur+pipa+gas+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIblofJVSdI/AAAAAAAAAF8/xasnTLlU91Q/s1600-h/aku+&amp;amp;+jalur+pipa+gas+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226116901328210386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIblofJVSdI/AAAAAAAAAF8/xasnTLlU91Q/s320/aku+%26+jalur+pipa+gas+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4 (empat) tahun sudah aku di berada di Lampung. Pekerjaanku unik, di Tim Land Acquisition untuk jalur pipa gas. Tempat aku berdiri ini adalah jalur pipa gas bumi yang sudah dibebaskan. Malahan di bawah kaki ku ini sudah mengalir gas bumi dari palembang menuju Cilegon &amp;amp; Bekasi. Aku sendiri merasakan suasana yang berbeda, karena jalur ini dulunya ada kebun singkong, sawah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disini aku juga ingin berterimakasih kepada orang-orang yang telah begitu baik kepada ku. Diantaranya : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Pak Suranta selaku ketua tim. Semoga kesuksesan selalu menyertai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Babeh Hany selaku Korlap. Kepedulian babeh kepada anak buah insya allah berbalas pahala.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Ambon, Kang Oleh, Kang Hera, dan lain-lain........&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(foto sudah disamarkan memakai Adobe Photoshop)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1154017447848427096?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1154017447848427096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1154017447848427096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1154017447848427096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1154017447848427096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/07/4-empat-tahun-sudah-aku-di-berada-di.html' title=''/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIblofJVSdI/AAAAAAAAAF8/xasnTLlU91Q/s72-c/aku+%26+jalur+pipa+gas+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1006141020283414242</id><published>2008-07-23T14:35:00.000+07:00</published><updated>2008-07-23T14:42:20.085+07:00</updated><title type='text'>Aku &amp; Anak Papua</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIbgGBOUn0I/AAAAAAAAAF0/fEGe_ySlu14/s1600-h/Aku+dan+anak+papua.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226110811622383426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIbgGBOUn0I/AAAAAAAAAF0/fEGe_ySlu14/s320/Aku+dan+anak+papua.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya foto ini kebetulan saja. Waktu itu aku dan tim yang akan melakukan survey lokasi lahan kritis berjalan di tengah perkampungan penduduk (aku lupa lagi namanya). Kebetulan lewan tempat nyuci umum, dan ada seorang ibu yg lagi nyuci bersama anak bayinya. Akhirnya aku iseng saja berfose bersama anak bayi itu..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1006141020283414242?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1006141020283414242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1006141020283414242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1006141020283414242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1006141020283414242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/07/aku-anak-papua.html' title='Aku &amp; Anak Papua'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIbgGBOUn0I/AAAAAAAAAF0/fEGe_ySlu14/s72-c/Aku+dan+anak+papua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1703116773615914311</id><published>2008-07-22T15:04:00.000+07:00</published><updated>2008-07-22T15:10:09.483+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWVQuLAdfI/AAAAAAAAAFs/lliyJx2UaR4/s1600-h/Bandara+Wamena+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225747057137972722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWVQuLAdfI/AAAAAAAAAFs/lliyJx2UaR4/s320/Bandara+Wamena+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dibandara Wamena (Kabupaten Jaya Wijaya) dengan dilatarbelakangi Pesawat milik Trigana Air. Ini pesawat yang menjadi satu-satunya alat tranasfortasi dari Jayapura (Bandara Sentani) ke Kabupaten Jayawijaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1703116773615914311?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1703116773615914311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1703116773615914311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1703116773615914311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1703116773615914311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/07/dibandara-wamena-kabupaten-jaya-wijaya.html' title=''/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWVQuLAdfI/AAAAAAAAAFs/lliyJx2UaR4/s72-c/Bandara+Wamena+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-5403505048147886101</id><published>2008-07-22T14:59:00.000+07:00</published><updated>2008-07-22T15:03:51.222+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWT5PfqrEI/AAAAAAAAAFk/9aFncr2lrTg/s1600-h/Aku+&amp;amp;+patung+koteka.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225745554254507074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWT5PfqrEI/AAAAAAAAAFk/9aFncr2lrTg/s320/Aku+%26+patung+koteka.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Di Taman Kota Wamena (Kabupaten Jayawijaya). Dengan dilatarbelakangi Patung Masyarakat Papua menggunakan Koteka dan menggenggam kapak batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-5403505048147886101?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/5403505048147886101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=5403505048147886101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5403505048147886101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5403505048147886101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/07/di-taman-kota-wamena-kabupaten.html' title=''/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWT5PfqrEI/AAAAAAAAAFk/9aFncr2lrTg/s72-c/Aku+%26+patung+koteka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-5563433149067218494</id><published>2008-07-22T14:51:00.000+07:00</published><updated>2008-07-22T14:59:06.761+07:00</updated><title type='text'>Menuju Kabupaten Tolikara (Papua)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWSMY-EZjI/AAAAAAAAAFc/ZV-tzRKS5Ng/s1600-h/ke+Tolikara.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225743684192200242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWSMY-EZjI/AAAAAAAAAFc/ZV-tzRKS5Ng/s320/ke+Tolikara.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ini adalah ditengah perjalanan menuju Kabupaten Tolikara dari Kabupaten Jayawijaya (Wamena).  Karena medan yg berat, disini Mitsubishi Strada dijadikan angkutan umum lho. Kalau gak salah ongkosnya sekitar Rp 300.000,- untuk perjalanan sekitar 2,5 jam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Foto sudah digelapkan/disamarkan menggunakan Adobe photoshop)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-5563433149067218494?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/5563433149067218494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=5563433149067218494' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5563433149067218494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5563433149067218494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/07/menuju-kabupaten-tolikara-papua.html' title='Menuju Kabupaten Tolikara (Papua)'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIWSMY-EZjI/AAAAAAAAAFc/ZV-tzRKS5Ng/s72-c/ke+Tolikara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-7841112716918804397</id><published>2008-07-18T10:57:00.000+07:00</published><updated>2008-07-18T11:03:22.272+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Bumi Papua..</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIAVm5UGppI/AAAAAAAAAFM/ui_BRnpFAX0/s1600-h/Pantai+papua+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224199325714130578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIAVm5UGppI/AAAAAAAAAFM/ui_BRnpFAX0/s320/Pantai+papua+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku dengan latar belakang danau Sentani.. Papua...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-7841112716918804397?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/7841112716918804397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=7841112716918804397' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7841112716918804397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7841112716918804397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/07/indahnya-bumi-papua.html' title='Indahnya Bumi Papua..'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SIAVm5UGppI/AAAAAAAAAFM/ui_BRnpFAX0/s72-c/Pantai+papua+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-3699609092033389784</id><published>2008-07-12T15:47:00.000+07:00</published><updated>2008-07-12T15:50:38.391+07:00</updated><title type='text'>Akankah Aku Kembali Ke Bumi Papua ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SHhwAzGBJtI/AAAAAAAAAFE/-XHJGiFSSuM/s1600-h/Orang+papua.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222046926953850578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SHhwAzGBJtI/AAAAAAAAAFE/-XHJGiFSSuM/s320/Orang+papua.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku pulang kembali ke Jakarta, aku sempat ngobrol dengan Jepry (Seorang Sarjana Kehutanan yang tinggal di Kota Wamena Irian Jaya. Dia banyak membantu pekerjaanku selama disana) :&lt;br /&gt;“Jep…mungkin engga ya suatu saat nanti aku akan kembali lagi ke papua ?…..”&lt;br /&gt;“Mungkin aja bang..” itu jawaban yang dia ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku memang akan kembali ke Papua ?. entahlah. Yang jelas aku saat ini sedang mendapatkan kesempatan tawaran kerja di Papua. Tepatnya di Kabupaten Raja Ampat (dekat Sorong) provinsi Irian Jaya Barat. Di sebuah perusahaan pertambangan Nikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali akan aku ceritakan lebih lanjut ya… &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-3699609092033389784?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/3699609092033389784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=3699609092033389784' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/3699609092033389784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/3699609092033389784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/07/akankah-aku-kembali-ke-bumi-papua.html' title='Akankah Aku Kembali Ke Bumi Papua ?'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SHhwAzGBJtI/AAAAAAAAAFE/-XHJGiFSSuM/s72-c/Orang+papua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-4959959853552231306</id><published>2008-07-12T15:41:00.000+07:00</published><updated>2008-07-12T15:46:35.224+07:00</updated><title type='text'>Selamat Pagi Sang Mentari............</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SHhvObdrTOI/AAAAAAAAAE8/bZW13K1Eg44/s1600-h/Aku+Sang+Pengembara.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222046061617171682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SHhvObdrTOI/AAAAAAAAAE8/bZW13K1Eg44/s320/Aku+Sang+Pengembara.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum Wr. Wb…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pa kabar semuanya nih ?.&lt;br /&gt;Sudah lama juga rasanya aku enggak meng-update foto maupun artikel di blog ini. Padahal dokumentasi foto-foto ku sudah menumpuk di fomputer kantor maupun di laptop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sekitar bulan Agustus tahun 2007 aku sempat menginjakan kaki di bumi Papua alias Irian Jaya. Satu bulan lebih aku berada disana. Selanjutnya sekitar bulan September – Oktober 2007 aku kembali menginjakan kaki di bumi Borneo. Di Kalimantan Timur aku berada di Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan dan di Kabupaten Malinau. Sekitar 1 bulan juga aku berada di sana. Banyak pengalaman yang bisa aku dapatkan selama disana. Seperti biasanya, aku mendokumentasikan semua hal yang menarik selama ada di sana. Baik pake kamera digital ataupun kamera handphone. Sayang memang, aku tidak sesegera mungkin aku menulis pengalaman pengalaman tersebut di sini. Maklum penyakit malesnya kumat lagi. Ditambah dengan beban pekerjaan di sini cukup memakan konsentrasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun aku belum bisa menuliskan semuanya, setidaknya foto foto ini bisa mewakili, jika begitu banyak hal yang telah terjadin dalam kehidupanku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-4959959853552231306?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/4959959853552231306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=4959959853552231306' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4959959853552231306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4959959853552231306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2008/07/selamat-pagi-sang-mentari.html' title='Selamat Pagi Sang Mentari............'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/SHhvObdrTOI/AAAAAAAAAE8/bZW13K1Eg44/s72-c/Aku+Sang+Pengembara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-8085639815881110948</id><published>2007-12-28T16:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T16:36:04.384+07:00</updated><title type='text'>Ini foto aku waktu mau diimuniasi lho..abi yang moto</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3TDKuDIfyI/AAAAAAAAAE0/LbsceFhe3_8/s1600-h/Modif+3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148954862918598434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3TDKuDIfyI/AAAAAAAAAE0/LbsceFhe3_8/s400/Modif+3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;“Foto ini sebenarnya diambil waktu aku umur 5 bulan lebih 10 hari lho. Waktu itu aku lagi disuntuk sama kakek dokter untuk di imunisasi. Sakit tau disuntik itu….”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-8085639815881110948?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/8085639815881110948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=8085639815881110948' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8085639815881110948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8085639815881110948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/12/ini-foto-aku-waktu-mau-diimuniasi.html' title='Ini foto aku waktu mau diimuniasi lho..abi yang moto'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3TDKuDIfyI/AAAAAAAAAE0/LbsceFhe3_8/s72-c/Modif+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-8751986779526153301</id><published>2007-12-28T16:25:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T16:32:53.244+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Halo..salam kenal semuanya....&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3TCCODIfxI/AAAAAAAAAEs/4zdx8xKTUHQ/s1600-h/Modifikasi1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148953617378082578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3TCCODIfxI/AAAAAAAAAEs/4zdx8xKTUHQ/s400/Modifikasi1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Halo.... namaku Ashma Aqilah Hidayat, pangilanku "Lala", aku sekarang udah 6 bulan lho. Udah mulai emam, sekarang aku sering dikasih umi perasan jeruk, mangga, wortel dan buah-buahan lain yang aneh-aneh rasanya. Aku kan selama ini tahunya cuman ASI. Oh iya.., mat kenal aja semuanya ya...."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Foto yang diatas yang ga pake jilbab itu waktu aku umurnya baru 4 bulan lebih 2 minggu lho..kata orang aku ini gede yah..he-he&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-8751986779526153301?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/8751986779526153301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=8751986779526153301' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8751986779526153301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8751986779526153301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/12/halo.html' title=''/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3TCCODIfxI/AAAAAAAAAEs/4zdx8xKTUHQ/s72-c/Modifikasi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1675096208263503324</id><published>2007-12-28T10:28:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T10:36:34.340+07:00</updated><title type='text'>Hore...hari ini aku mulai "Emam"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3RuEuDIfvI/AAAAAAAAAEc/cz-2O09V2EA/s1600-h/Senyum+Ceria+(6+bln)1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148861301351022322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3RuEuDIfvI/AAAAAAAAAEc/cz-2O09V2EA/s400/Senyum+Ceria+(6+bln)1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanpa terasa waktu terus berputar begitu cepat, seperti begitu cepat pertumbuhan insan kecil bernama Ade Lala. Hari ini pas dia berumur 6 bulan yang berarti hari ini untuk pertama kalinya Ade Lala mencicipi makanan selain ASI. Memang selama 6 bulan sebelumnya dia hanya diberikan ASI saja secara eksklusiv tanpa makanan lain maupun susu buatan. Alhamdulillah istriku ASI nya bagus sehingga dapat mencukupi kebutuhan ade Lala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah lho betapa memang Allah itu begitu maha kuasa, hanya dengan diberi ASI saja selama 6 bulan, ade Lala tampaknya tumbuh begitu pesat dan sehat. Saat usianya 5 bulan, berat badannya sekitar 8,2 Kg. Jadi saat ini berat badannya mungkin sekitar 8,5 Kg dengan tinggi badan yang juga tumbuh begitu pesat. Kata Dokter sih ade Lala pertumbuhannya cepet dan sehat. Makanya kadang orang-orang mengira jika ade Lala usianya sudah diatas 1 tahun, karena memang badannya tumbuh besar tapi Insya Allah proporsional (tdk gemuk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade lala juga selama 6 bulan ini alhamdulillah jarang sakit. Seingatku pernah satu kali terkena batuk dan kubawa ke dokter waktu usianya sekitar 4 bulan itu pun disebabkan karena aku dan istriku membawanya jalan-jalan naik motor waktu lagi ada disumedang, padahal udara di sana waktu itu cukup dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aja aku dan istriku bisa menjaga si kecil yang imut-imut ini, sehingga tumbuh sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, bagi saudaraku yang akhwat yang kebetulan membaca tulisan ini, dan kebetulan sedang menyusui juga, jangan khawatir untuk hanya memberi ASI eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan yah. Insya Allah bayinya nanti sehat ko…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(ini adalah foto waktu usia Ade Lala pas berumur 6 bulan. Dibelakanngnya sebenarnya ada uminya ketutupi sama ade lala. Waktu itu kami lagi ada di Mall Kartini Bandar Lampung di Lantai 3, kebetulan lagi ada keperluan).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1675096208263503324?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1675096208263503324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1675096208263503324' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1675096208263503324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1675096208263503324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/12/horehari-ini-aku-mulai-emam.html' title='Hore...hari ini aku mulai &quot;Emam&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3RuEuDIfvI/AAAAAAAAAEc/cz-2O09V2EA/s72-c/Senyum+Ceria+(6+bln)1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-4985196593269681322</id><published>2007-12-28T10:20:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T10:27:52.176+07:00</updated><title type='text'>Ketika Ade Lala BOBO</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3Rs9uDIfuI/AAAAAAAAAEU/yYmwCKXOO8I/s1600-h/Bobo+Ade+(5Bln,+1+minggu)1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148860081580310242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3Rs9uDIfuI/AAAAAAAAAEU/yYmwCKXOO8I/s200/Bobo+Ade+(5Bln,+1+minggu)1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bobo bayi itu aneh dan lucu yak. Sejak pertama kali ade bayi lahir kedunia, kadang aku suka senyum-senyum sendiri kalau melihat gaya ade Lala kalau lagi bobo. Antara usia 3 hari bulan sampai 4 Bulan, ade bobo nya terlentang dengan posisi kedua tangan direntangkan lurus kesamping, kedua kaki dilipat kedalam dengan kedua telapak kaki hampir menempel. Pokoknya aneh deh, tapi lucu banget (bisa dilihat pada artikel ku berjudul …). Usia sekitar 5 bulan sampei sekarang, posisi bobo ade lala lebih bervariasi mulai terlentang dengan posisi kedua tangan dilebarkan kesamping, miring, bahkan nyungsep alias tengkurep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letaknya juga udah ga beraturan lagi, bisa muter-muter kesana kemari jadinya ngabisan tempat tidur sendirian. Aku sering mengamatinya dan senyum-senyum sendiri, dan seringkali tanpa terasa mata ini seperti berkaca-kaca. “Terimakasih atas karunia-Mu Ya Rabb, bimbinglah hamba dan istri hamba untuk menjaga amanah berat dari-Mu, untuk mendidik dan mengarahkan bayi mungil ini untuk menjadi wanita yang sholehah, untuk menjadi manusia yang mengerti jika dia adalah seorang makhluk, dan nun diatas sana ada Sang Kholik yang telah menciptakannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abi sayang Ade Lala, mat bobo ya…….muah”, aku mencium keningnya yang terasa begitu halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Ini adalah foto ade Lala diambil tanggal 28 November 2007, dengan usia sekitar 5 bulan lebih 1 minggu)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-4985196593269681322?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/4985196593269681322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=4985196593269681322' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4985196593269681322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4985196593269681322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/12/ketika-ade-lala-bobo.html' title='Ketika Ade Lala BOBO'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3Rs9uDIfuI/AAAAAAAAAEU/yYmwCKXOO8I/s72-c/Bobo+Ade+(5Bln,+1+minggu)1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1198644715843060116</id><published>2007-12-28T10:14:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T10:20:17.820+07:00</updated><title type='text'>TANGISAN BAYI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3RrLeDIftI/AAAAAAAAAEM/JOG2kK0VLvQ/s1600-h/Ade+Lagi+nangis+(5bln,+1minggu)1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148858118780255954" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3RrLeDIftI/AAAAAAAAAEM/JOG2kK0VLvQ/s200/Ade+Lagi+nangis+(5bln,+1minggu)1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tangisan bayi adalah sebuah hal yang alamiah. Bahkan salah satu pertanda jika bayi dilahirkan sehat adalah ketika pertama kali lahir ke dunia, dia langsung menjerit dan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi belum bisa ngomong sepertihalnya ketika kita berbicara untuk menyampaikan keinginan dan berkomunikasi. Bahasa bayi melalui tangisan itulah, jika dia laper dan haus minta ASI, ketika dia merasa gak nyaman karena popoknya basah oleh air kencing, ketika dia ga enak badan, ketika dia merasa kesepian, ketika dia merasa takut, ketika dia ingin mendapat perhatian, ketika dia sakit, semuanya ditujukan dengan sebuah tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada mitos dan pendapat yang berkembang di masyarakat, jika kita harus membiarkan saja jika bayi menangis supaya dia nantinya tidak manja. Ternyata setelah aku mencari berbagai literatur di internet, pendapat ini kurang tepat. Bayi adalah makhluk yang suci dan bersih dan dia sama sekali tidak pernah berpikir sedikitpun untuk merepotkan atau mempermainkan manusia dewasa. Jadi jika bayi menangis ya mengalir begitu sajah, alamiah gitu loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru jika bayi menangis, harus segera kita peluk, kita cium, kita berikan sentuhan kasih sayang serta dicari apa penyebab bayi itu menangis (seperti yang dijelaskan diatas). Jika kita segera merespon tangisan bayi, maka dia akan merasa jika dia memang diperhatikan, disayangi, dan diperlakukan dengan lembut. Insting alamiah memang, tapi manfaatnya akan terasa ketika sang bayi dewasa kelak. Manusia yang dibesarkan dengan kasih sayang, tentu akan berbeda dengan manusia yang tumbuh dengan kekasaran dan tanpa perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang butuh kesabaran ekstra ketika sang bayi menangis, kita kadang gak habis mengerti, apa penyebabnya bayi ini kok jerit-jerit terus. Aku hanya bisa mengatakan semua ini adalah sebuah proses yang sengaja Allah tunjukan kepada manusia. Untuk bisa merasakan betapa beratnya orang tua kita dulu membesarkan kita, adalah dengan merasakan bagaimana proses membesarkan anak kita. Yah sebuah proses sunatullah….. So….dinikmati aja ya Akang..teteh…akhi.. ukhti…he-he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Foto diambil tanggal 28 Novmber 07, Usia 5 bulan lebih 1 minggu).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1198644715843060116?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1198644715843060116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1198644715843060116' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1198644715843060116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1198644715843060116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/12/tangisan-bayi.html' title='TANGISAN BAYI'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3RrLeDIftI/AAAAAAAAAEM/JOG2kK0VLvQ/s72-c/Ade+Lagi+nangis+(5bln,+1minggu)1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-4123814863579675528</id><published>2007-12-28T09:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T16:24:02.669+07:00</updated><title type='text'>Tentang "BAYI"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3R0ouDIfwI/AAAAAAAAAEk/3jgg8gtyIxI/s1600-h/Bergaya+5+Bln,+1+mingg)1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148868516896079618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3R0ouDIfwI/AAAAAAAAAEk/3jgg8gtyIxI/s400/Bergaya+5+Bln,+1+mingg)1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3RpseDIfsI/AAAAAAAAAEE/Ce--C9PktLU/s1600-h/Bergaya+5+Bln,+1+mingg)1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lama rasanya tidak meng-update tulisan di blog ini. Terakhir kali nulis…bulan 2007. Seiring dengan berjalannya waktu, tanpa terasa kini “Ade Lala” udah semakin besar. Hampir setiap moment lucu dan unik aku pasti mendokumentasikannya. Sayang aku tidak bisa menggunakan Kamera Digital. Charger batreinya ketinggalan di Banten waktu mudik lebaran kemarin. Padahal kualitas fotonya jernih lho, Sony tipe DSW berapa gitu lupa lagi, yang jelasnya 7,2 Mega Fixel. Terpaksa kini aku moto nya pake Kamera Hp Nokia N70 (2 Mega Pixel), tapi ternyata hasilnya lumayan jernih juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin tahu seperti apa kita dulu ketika kita masih bayi, semuanya akan tergambar jelas ketika sudah ada Bayi mungil di keluarga kecil kita nanti. Ditinjau dari berbagai sisi, hanya satu hal yang pasti Bro, kita waktu bayi dulu hanya bisa nyusahin ortu kita doang (khususnya Ibu kita). Bayangin aja, mau ee atau pipis bayi itu ga pernah ngomong dulu. Jadi langsung aja di celana dia, abis itu baru nangis. Coba kalu bayi nya ngomong dulu, pasti kita ajak ke Toilet biar ee ama pipisnya sambil nongkrong di toilet (he-he). Belum lagi pipis nya kadang ga liat situasi, kadang waktu kita gendong juga pipis aja dengan cueknya di celana kita, padahal kan baru aja siap-siap mau pergi ke kantor (he-he). Mau emam harus disuapin, mu bobo harus disayang-sayang dulu. Pokoknya begitu deh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya alangkah durhaka nya kita kalau udah gede nya kita ga berbakti kepada orang tua kita. Pokoknya sayang deh kalau kita ga jadi anak sholeh…he-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kenapa orang tua kita dulu mau tetep merawat kita walaupun kita ngerepotin begitu ?. Jawabannya juga akan dirasakan ketika kelak kita sudah memiliki anak dan merawat sendiri Bayi mungil di keluarga kecil kita. Susah untuk diungkapkan dengan kata-kata, yang jelas walaupun ade bayi negencingin pakean kita hanya ada kalimat yang bisa diungkapkan : “Abi dan umi sayang ama Ade Lala”. Ini barangkali nikmat dan kasih sayang Allah pada kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah Foto Ade lala saat lagi bergaya pake kaca mata item. Sayang kaca matanya kegedean, karena itu memang kaca mata item ku kalau lagi ke lapangan (he-he). Tapi ade Lala keren juga pake kaca mata item. Ade lala lahir tanggal 22 Juni 2007, Foto ini diambil tanggal 28 November 2007, jadi pas waktu usia ade 5 (lima) bulan lewat 1 minggu. Berat ade waktu itu sekitar 8,3 Kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama rasanya tidak meng-update tulisan di blog ini. Terakhir kali nulis…bulan 2007. Seiring dengan berjalannya waktu, tanpa terasa kini “Ade Lala” udah semakin besar. Hampir setiap moment lucu dan unik aku pasti mendokumentasikannya. Sayang aku tidak bisa menggunakan Kamera Digital. Charger batreinya ketinggalan di Banten waktu mudik lebaran kemarin. Padahal kualitas fotonya jernih lho, Sony tipe DSW berapa gitu lupa lagi, yang jelasnya 7,2 Mega Fixel. Terpaksa kini aku moto nya pake Kamera Hp Nokia N70 (2 Mega Pixel), tapi ternyata hasilnya lumayan jernih juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin tahu seperti apa kita dulu ketika kita masih bayi, semuanya akan tergambar jelas ketika sudah ada Bayi mungil di keluarga kecil kita nanti. Ditinjau dari berbagai sisi, hanya satu hal yang pasti Bro, kita waktu bayi dulu hanya bisa nyusahin ortu kita doang (khususnya Ibu kita). Bayangin aja, mau ee atau pipis bayi itu ga pernah ngomong dulu. Jadi langsung aja di celana dia, abis itu baru nangis. Coba kalu bayi nya ngomong dulu, pasti kita ajak ke Toilet biar ee ama pipisnya sambil nongkrong di toilet (he-he). Belum lagi pipis nya kadang ga liat situasi, kadang waktu kita gendong juga pipis aja dengan cueknya di celana kita, padahal kan baru aja siap-siap mau pergi ke kantor (he-he). Mau emam harus disuapin, mu bobo harus disayang-sayang dulu. Pokoknya begitu deh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya alangkah durhaka nya kita kalau udah gede nya kita ga berbakti kepada orang tua kita. Pokoknya sayang deh kalau kita ga jadi anak sholeh…he-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kenapa orang tua kita dulu mau tetep merawat kita walaupun kita ngerepotin begitu ?. Jawabannya juga akan dirasakan ketika kelak kita sudah memiliki anak dan merawat sendiri Bayi mungil di keluarga kecil kita. Susah untuk diungkapkan dengan kata-kata, yang jelas walaupun ade bayi negencingin pakean kita hanya ada kalimat yang bisa diungkapkan : “Abi dan umi sayang ama Ade Lala”. Ini barangkali nikmat dan kasih sayang Allah pada kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini adalah Foto Ade lala saat lagi bergaya pake kaca mata item. Sayang kaca matanya kegedean, karena itu memang kaca mata item ku kalau lagi ke lapangan (he-he). Tapi ade Lala keren juga pake kaca mata item. Ade lala lahir tanggal 22 Juni 2007, Foto ini diambil tanggal 28 November 2007, jadi pas waktu usia ade 5 (lima) bulan lewat 1 minggu. Berat ade waktu itu sekitar 8,3 Kg.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-4123814863579675528?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/4123814863579675528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=4123814863579675528' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4123814863579675528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4123814863579675528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/12/tentang-bayi.html' title='Tentang &quot;BAYI&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/R3R0ouDIfwI/AAAAAAAAAEk/3jgg8gtyIxI/s72-c/Bergaya+5+Bln,+1+mingg)1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1056360765019059224</id><published>2007-09-25T17:10:00.000+07:00</published><updated>2007-09-25T17:20:22.730+07:00</updated><title type='text'>Ade "Lala" &amp; Jilbab Mungil...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvjgKfSUfVI/AAAAAAAAAD4/6wvnWjz0qaE/s1600-h/kompilasi+lala+jilbab.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114083847680851282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvjgKfSUfVI/AAAAAAAAAD4/6wvnWjz0qaE/s400/kompilasi+lala+jilbab.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lucu juga ya punya bayi perempuan. Begitu banyak pernak pernik bayi untuk anak perempuan. Nah terkait dengan jilbab, supaya ade lala terbiasa untuk memakai jilbab kami sepakat untuk melatih lala untuk memakai jilbab sejak bayi. Oleh karena itulah aku puter puter mencari jilbab untuk bayi di Kota Rangkas bitung. Susah memang, ketika pelayan toko menanyakan anaknya umur berapa tahun, aku menjawab jilbab untuk bayi sekitar dua mingguan lah. Mereka malah kebingungan karena katanya sih ga ada jilbab ukuran sekecil itu. Tapi alhamdulillah, akhirnya aku menemukan juga jilbab yang kecil. Hasilnya ade lala jadi lucu juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ade lala lahir, kami selalu memakaikan jilnan pada ade Lala ketika kami akan keluar rumah. Alhamdulillahnya ade Lala kelihatannya nyaman-nyaman saja dengan jilbab yang menempel di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah foto ade lala ketika umur sekitar 2 bulan. Karena pake kamera Hand Phone, jadinya hasil fotonya kurang begitu bagus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1056360765019059224?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1056360765019059224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1056360765019059224' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1056360765019059224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1056360765019059224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/09/ade-lala-jilbab-mungil.html' title='Ade &quot;Lala&quot; &amp; Jilbab Mungil...'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvjgKfSUfVI/AAAAAAAAAD4/6wvnWjz0qaE/s72-c/kompilasi+lala+jilbab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-4869360190379630614</id><published>2007-09-22T15:27:00.000+07:00</published><updated>2007-09-22T15:37:14.537+07:00</updated><title type='text'>Kita Yang Sering Merasa Paling Tidak Beruntung</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvTThFvOkuI/AAAAAAAAADw/-X1GkUo3M3Q/s1600-h/cut.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112944042401764066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvTThFvOkuI/AAAAAAAAADw/-X1GkUo3M3Q/s400/cut.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita seringkali merasa ditakdirkan hidup dunia paling merugi. Dunia seakan begitu merasuk dalam sanubari kita. Tapi tahukah engkau nun di sebrang sana banyak yang sesungguhnya lebih menderita dan lebih sederhana dibandingkan hidup kita ?. Di sini misalnya, mereka hanya tinggal di rumah Honai, rumah tradisional yang beratapkan daun rumbia. Tahukan engkau, jika nasi yang seringkali engkau sisakan jika engkau makan adalah barang mewah disini. Meraka hanya memakan ubi jalar sebagai makanan pokok. Masihkah kita akan terus mengeluh sebagai makhluk yang paling tidak beruntung ?...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Catatan dari sepenggal kehidupanku di Bumi Papua. Agustus 07&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-4869360190379630614?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/4869360190379630614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=4869360190379630614' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4869360190379630614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4869360190379630614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/09/kita-yang-sering-merasa-paling-tidak.html' title='Kita Yang Sering Merasa Paling Tidak Beruntung'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvTThFvOkuI/AAAAAAAAADw/-X1GkUo3M3Q/s72-c/cut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-2692997534521598531</id><published>2007-09-22T15:18:00.000+07:00</published><updated>2007-09-22T15:27:19.802+07:00</updated><title type='text'>"Wamena" Di Sini Aku Pernah Mengembara</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvTRkFvOktI/AAAAAAAAADo/aaT2SQ2ecXY/s1600-h/pemda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112941894918116050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvTRkFvOktI/AAAAAAAAADo/aaT2SQ2ecXY/s400/pemda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita tidak akan pernah mengetahui kemana kita akan melangkah. Seperti halnya aku tidak pernah bermimpi akan menginjakan di Pegunungan Tengah Irian Jaya. Entah esok lusa aku akan berada dimana. Tapi satu hal yang pasti, aku senantiasa berharap di akhirat kelak aku akan berkumpul bersama umat Rasulullah Muhamad SAW.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-2692997534521598531?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/2692997534521598531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=2692997534521598531' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/2692997534521598531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/2692997534521598531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/09/wamena-di-sini-aku-pernah-mengembara.html' title='&quot;Wamena&quot; Di Sini Aku Pernah Mengembara'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvTRkFvOktI/AAAAAAAAADo/aaT2SQ2ecXY/s72-c/pemda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-7218024561417453195</id><published>2007-09-19T12:45:00.000+07:00</published><updated>2007-09-19T12:49:35.147+07:00</updated><title type='text'>Ade "Lala" yang Lucu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC32bLzAaI/AAAAAAAAADY/m5zyG4W9e-0/s1600-h/2.+Kompilasi+Ade+Jilbab+jpg.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111787722703569314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC32bLzAaI/AAAAAAAAADY/m5zyG4W9e-0/s320/2.+Kompilasi+Ade+Jilbab+jpg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt; Putri Kecilku yang lucu..Saat berumur sekitar 1 (Satu) bulan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Abi sayang banget sama ade Lala lho....mmuah..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-7218024561417453195?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/7218024561417453195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=7218024561417453195' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7218024561417453195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7218024561417453195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/09/ade-lala-yang-lucu.html' title='Ade &quot;Lala&quot; yang Lucu'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC32bLzAaI/AAAAAAAAADY/m5zyG4W9e-0/s72-c/2.+Kompilasi+Ade+Jilbab+jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-8332417492695366991</id><published>2007-09-19T12:34:00.000+07:00</published><updated>2007-09-19T12:42:31.585+07:00</updated><title type='text'>BULAN YANG SUCI telah TIBA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC137LzAZI/AAAAAAAAADQ/cAWDyVkWRbw/s1600-h/nature23.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111785549450117522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC137LzAZI/AAAAAAAAADQ/cAWDyVkWRbw/s200/nature23.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan yang Suci kini kembali tlah tiba.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semoga di bulan Ramadhan kali ini, Aku bisa lebih baik dari Ramadhan tahun sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku tidak hanya mendapat haus dan Lapar, tapi membuat aku bisa menjadi kekasih-NYa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ramadhan yang Suci, aku menyambutmu dengan hati yang begitu Rindu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-8332417492695366991?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/8332417492695366991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=8332417492695366991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8332417492695366991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8332417492695366991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/09/bulan-yang-suci-telah-tiba.html' title='BULAN YANG SUCI telah TIBA'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC137LzAZI/AAAAAAAAADQ/cAWDyVkWRbw/s72-c/nature23.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-7944096090589609935</id><published>2007-09-19T12:00:00.000+07:00</published><updated>2007-09-19T12:34:20.173+07:00</updated><title type='text'>Antara Aku, Pengembaraanku, Papua &amp; Bulan Suci Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC0PbLzAYI/AAAAAAAAADI/bR9t2GncuOg/s1600-h/WO_SCN04.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111783754153787778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC0PbLzAYI/AAAAAAAAADI/bR9t2GncuOg/s200/WO_SCN04.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi kita langkah kehidupan adalah misteri paling sempurna, tapi bagi Sang Khalik setiap tarikan napas kita adalah sebuah keteraturan dimana semuanya telah Dia tuliskan dan Takdirkan. Begitu banyak yang terjadi, setiap detik demi detik yang berdetak, bersama itu juga ada sebuah proses kehidupan yang terjadi dalam hidupku. Jika kutulis diatas lembaran kertas, entah berapa ratus lembar barangkali akan aku penuhi lembaran-lembaran itu dengan sejuta proses kehidupan dengan sejuta makna yang tertulis didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sudah berulangkali aku tulis di Diary ku ini, jika dibalik setiap proses kehidupan yang terjadi dalam hidup kita pasti ada makna tersembunyi untuk kebaikan kita. Itulah yang terus dan terus aku camkan dalam hatiku. Pasti Allah hanya menghendaki yang terbaik bagi kehidupanku. Hanya satu hal yang senantiasa aku panjatkan dalam setiap rengkuhan doa-doaku. "Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepadaku untuk bisa bersabar dan mengambil hikmah dari setiap apa yang terjadi dalam hidupku". Ya permohonanku untuk bisa bersabar, karena diriku sama dengan karakter manusia lainnya, kadang keimananku naik juga kadang turun. Disaat imanku sedang naik kurasakan semuanya sebagai nikmat dan disaat imanku sedang turun, ujian kurasakan begitu membebani.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lama sekali rasanya aku tidak menulis di diary ini. Tapi tidak apa-apa, namanya juga proses walaupun aku sadar mungkin ada hati dari saudaraku di dunia maya ini yang akan merasa terdzhalimi oleh diriku. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kurang lebih selama satu bulan lamanya aku berada di Bumi Papua alias bumi Irian Jaya. Tanggal 3 Agustus jam 23.00 WIB aku berangkat dari Bandara Sukarno Hata. Jam 07.30 WIT aku untuk pertama kalinya menginjakan kaki di Bandara Sentani Irian Jaya. Sekitar sebulan lamanya aku berada disana. Ada proyek penyusunan Rantek GNRHL, dunia proyek yang sebelumnya menjadi duniaku sebelum tiga tahun lebih aku berada di Lampung. Sejak aku menyelesaikan tugasku di lampung sekitar 2 bulan yang lalu, kembali kini aku masuk kedunia lamaku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak sekali pengalaman berharga yang aku peroleh selama disana. Beruntung aku membawa kamera digital Sony kesayanganku, yang selalu kugunakan untuk mengabadikan setiap hal yang begitu unik dan menarik. Beruntung aku bisa mengunjungi Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Kerom, Kawasan pegunungan tengah (Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Tolikara).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bumi papua adaah bumi yang indah, kaya sekaligus banyak hal yang membuatku merasa begitu miris. Papua juga dunia yang aneh, bayangkan di Kabupaten Jayawijaya khususnya di Wamena harga-harga begitu mahal. Makan dengan Nasi Ayam sekitar Rp 20.000,- ; harga Aqua gelas Rp 4.000,- per gelas ; aqua ukuran satu liter harganya Rp 18.000,-; aqua yang 500 ml harganya Rp 9.000,-; bensin harganya Rp 20.000,-/liter. Semua harga-harga disana sangat mahal karena semuanya diangkut menggunakan pesawat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kini aku sudah kembali berkumpul bersama keluargaku tercinta. Bersama istriku tersayang dan putri kecilku yang lucu. Menapaki kehidupan dan mencoba untuk bisa menjadi kekasih-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tanpa terasa, kini Bulan Suci Ramadhan kembali menjelang. Terimakasih Ya RAbb, Engkau masih memberi kesempatan kepadaku untuk bisa menikmati berkah di bulan yang suci ini. Di bulan ramadhan yang suci ini merupakan pengalaman pertama bagi keluarga kecil kami, tuk bersama dengan putri kami yang lucu (kini usianya sudah hampir tiga bulan).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-7944096090589609935?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/7944096090589609935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=7944096090589609935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7944096090589609935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7944096090589609935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/09/antara-aku-pengembaraanku-papua-bulan.html' title='Antara Aku, Pengembaraanku, Papua &amp; Bulan Suci Ramadhan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RvC0PbLzAYI/AAAAAAAAADI/bR9t2GncuOg/s72-c/WO_SCN04.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-5364425463754018582</id><published>2007-07-30T12:31:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T12:44:05.813+07:00</updated><title type='text'>Saat Kita Lahir ke Dunia..</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq15-DhnxQI/AAAAAAAAADA/vufHu_K29Lg/s1600-h/DSC00580.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092860860631074050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq15-DhnxQI/AAAAAAAAADA/vufHu_K29Lg/s200/DSC00580.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq15nDhnxPI/AAAAAAAAAC4/lpfSR0USSWw/s1600-h/DSC00577.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092860465494082802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq15nDhnxPI/AAAAAAAAAC4/lpfSR0USSWw/s320/DSC00577.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq14aThnxOI/AAAAAAAAACw/pXutgKao7ik/s1600-h/DSC00577.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq14MjhnxNI/AAAAAAAAACo/Vg1kmnAj3x8/s1600-h/DSC00567.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Seperti ini kita dulu terlahir ke dunia...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akan seperti ini jg ketika ajal menjelang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#330033;"&gt;Pertanyannya, akan dimana kita setelah meninggal nati, Di Surga atau Neraka ?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;em&gt;Ket. Foto Ade bayi (Ashma) waktu hari pertama lahir ke dunia&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-5364425463754018582?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/5364425463754018582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=5364425463754018582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5364425463754018582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5364425463754018582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/07/saat-kita-lahir-ke-dunia.html' title='Saat Kita Lahir ke Dunia..'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq15-DhnxQI/AAAAAAAAADA/vufHu_K29Lg/s72-c/DSC00580.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-1983709827544109126</id><published>2007-07-30T11:42:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T12:00:37.938+07:00</updated><title type='text'>Mohon Doanya Untuk  Putri Kami Tercinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq1t0zhnxMI/AAAAAAAAACg/flxKZwIWrQg/s1600-h/DSC00599.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092847507577750722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq1t0zhnxMI/AAAAAAAAACg/flxKZwIWrQg/s400/DSC00599.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;Mohon Doanya Semoga Ananda :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:180%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;"Ashma Aqilah Hidayat"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;Menjadi : &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Wanita Yang Terpelihara, Terhormat Serta Senantiasa Mendapat Petunjuk Dari Allah SWT"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;Lahir : Rangkasbitung (Lebak, Banten)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;Jum'at, 22 Juni 2007&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;Jam 14.00&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:130%;color:#330033;"&gt;&lt;em&gt;Terimakasih&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Kami Yang Berbahagia :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;color:#663366;"&gt;&lt;em&gt;Aku &amp;amp; Istriku Tercinta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-1983709827544109126?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/1983709827544109126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=1983709827544109126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1983709827544109126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/1983709827544109126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/07/mohon-doanya-untuk-putri-kami-tercinta.html' title='Mohon Doanya Untuk  Putri Kami Tercinta'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq1t0zhnxMI/AAAAAAAAACg/flxKZwIWrQg/s72-c/DSC00599.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-526366878753214731</id><published>2007-07-30T11:12:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T12:03:42.610+07:00</updated><title type='text'>Selalu Ada "Cerita" Dibalik Sebuah "Cerita"</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq1rNzhnxLI/AAAAAAAAACY/oInM14xBTPc/s1600-h/nature23.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5092844638539596978" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq1rNzhnxLI/AAAAAAAAACY/oInM14xBTPc/s200/nature23.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selalu ada cerita dibali sebuah cerita, selalu ada kisah dibalik sebuah kisah yang terjadi. Seperti halnya selalu ada skenario terbaik dari Nya dibalik sebuah skenario yang telah terjadi didalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang terlah terjadi biasa kita sebut dengan masa lalu, yang sedang terjadi itulah yang dinamakan kenyataan, dan yang akan terjadi kita sebut dengan yang akan datang. Tapi suatu saat, keseluruhan dari fase waktu dan kehidupan itu akan menjadi sebuah rangkaian kisah yang penuh mozaik yang sangat menarik, untuk diambil hikmah &amp; pelajaran. Tentu hanya untuk manusia yang mau berfikir dan ingin menjadi lebih baik. Inilah sesungguhnya esensi mengapa aku menulis disini, seperti halnya mengapa ada cerita tentang orang-orang yang menjadi sejarah di jamannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lama memang aku tidak menulis disini, akhir-akhir ini aku lebih sering menuliskan kisah hidupku di lembaran taman sanubariku didalam relung hatiku yang paling dalam. Insya Allah aku sangat ingin menuliskannya disini, sehingga suatu saat bisa menjadi pelajaran bagi yang ingin mengambil pelajaran, terutama untuk diriku sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada kisah menyenangkan, membahagiakan, ada senyum merekah laksana taman dengan bunga yang sedang mekar. Ada juga beban menghimpit jiwa, permasalahan membebani hati, tangisan mengalir di pipi. Tapi kembali ingin aku katakan disini, semuanya adalah hikmah, hikmah &amp;amp; hikmah terbaik dari Allah untuk kehidupanku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ingin aku deklarasikan disini :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;* Mamah, bapak...sungguh aku sangat menyayangi kalian. Doa ku selalu untuk kemuliaanmu. Semoga Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk membahagiakan kalian, untuk membalas segala jasa kalian walau hal ini sampai kapanpun tidak akan pernah berhasil aku lakukan, sebelum Allah memisahkan kita mamah, bapak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;** A Yusuf kakaku, juga Roni adiku. Memang kita dipisahkan jarak yang jauh &amp; bentangan samudra, tapi aku tetap sangat mencintai kalian. Semoga Allah senantiasa memberikan karunia-Nya kepada kalian saudaraku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*** Istriku tercinta &amp;amp; ananda Ashma yang kini sudah hadir dalam kehidupanku. Aku akan menempatkan kalian dalam taman terindah di dalam taman sanubariku. Walau teramat sulit, tapi aku akan berusaha untuk bisa menjadi suami yang baik, sekaligus ayah yang baik. Semoga Allah senantiasa membimbing dan mengarahkan arah keluarge kecil kita. Semoga karunia &amp;amp; cahaya Nya senantiasa hadir ditengah-tengah kita. Aku akan berusaha mencintai kalian dengan cinta yang tulus. Bukan karena semata karena aku mencintai seperti halnya mencintai manusia lainnya, tapi semoga rasa cinta ini bisa menjadi wujud rasa syukurku untuk Sang Khaliq yang mencintaiku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Juga untuk saudaraku, akh Jundishasan. Afwan akhi jika mungkin diri ini begitu misterius bagimu, ada tanya dalam dirimu tentang siapa dan bagaimana adanya diriku. Yang jelas, selalu ada cerita dibalik sebuah cerita saudaraku. Selalu ada alasan dibalik sebuah alasan yang tak pernah bisa terungkap dengan sebuah kata-kata. Tapi sungguh aku selalu mengingat namamu akhi, sebagai seorang yang sholeh yang sedang bergelut untuk menjadi kekasih-Nya. Aku mencintamu, insya Allah karena Allah akhi. Walau aku tidak mengetahui siapa adanya dirimu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-526366878753214731?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/526366878753214731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=526366878753214731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/526366878753214731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/526366878753214731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/07/selalu-ada-cerita-dibalik-sebuah-cerita.html' title='Selalu Ada &quot;Cerita&quot; Dibalik Sebuah &quot;Cerita&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rq1rNzhnxLI/AAAAAAAAACY/oInM14xBTPc/s72-c/nature23.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-7840851794260218498</id><published>2007-06-05T12:07:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T12:12:30.207+07:00</updated><title type='text'>"Pisang Boat" alias "BANANAS BOAT"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RmTwerNgnhI/AAAAAAAAACA/Kgd7V7A_GPY/s1600-h/Mejeng+Gabungan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072443490112151058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RmTwerNgnhI/AAAAAAAAACA/Kgd7V7A_GPY/s320/Mejeng+Gabungan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Hari sabtu, 2 Juni 07 kemarin merupakan perjalanan yang cukup melelahkan sekaligus mengasyikan bin menegangkan. Sekitar jam 10 pagi aku dan 6 orang temen-temen se kantor meluncur dari kantor alias sekretariat Tim Tanah yang berlokasi di Komplek Way Halim Permai Bandar Lampung, menuju Objek wisata pantai Kalianda Resort di Lampung Selatan. Katanya sih Kalianda Resort ini miliknya Bakri Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya disono, setelah beristirahat sebentar kami langsung main sepak bola alias Putsal. Kebetulan disana ada karyawannya Bank Bukopin Pelembang yang sedang berwisata ria juga. Jadilah kami akhirnya main putsal bareng mereka. Entah mana lawan mana kawan, pokoknya kami berebut si kulit bundar deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 14.00 kami meninggalkan Pantai Kalianda Resort. Laper banget booo, jadinya sepanjang perjalanan, kami memegang perut masing-masing karena laper. Akhirnya kami mampir di rumah makan (lupa namanya) di kawasan Panjang. Ternyata RM ini spesialis ikan-ikan sungai semisal Pindang Baung, Pepes telor ikan, dll. Akhirnya aku memilih Udang sungai yang gede banget ditambah ikan seluang plus kuah pindang baung. Jus mangga tidak lupa menemani santapan siangku. Beres makan….&lt;strong&gt;&lt;em&gt;goooooo,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kami meluncur ke Pantai Duta Wisata yang berlokasi di kawasan Teluk Betung. Sekitar jam 16.30 kami sudah sampai disana. “Bananas Boat” adalah target kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, Bananas Boat adalah sejenis Perahu karet dengan bentuk mirip pisang. Selanjutnya perahu pisang tersebut ditarik dengan menggunakan Speed Boat atau Jet Ski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyik juga lho permainan ini. Aku dan empat orang kawanku langsung naik. Awalnya sih biasa aja alias tidak terlalu menegangkan, karena speed boat yang dipergunakan ternyata mesinnya ada gangguan sehingga jalannya tidak terlalu cepat. Kami pun akhirnya protes ke Pengemudi Speed Boat. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Mas kurang menantang nih, kurang cepet”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; begitu teriak aku dan temen-temen yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya si petugas tertantang juga, akhirnya speed boat yang bermasalah tersebut diganti dengan menggunakan Jet Ski. Alamak….ternyata situasi berubah drastis, ketika Jet Ski berjalan dengan kecepatan tinggi, kami semua langsung terbanting ke lautan. Untung saja kami memakai pelampung. Dengan susah payah kami berusaha naik lagi ke Bananas Boat. Dari sekitar 30 menit, tercatat kurang lebih sebanyak 5 kali kami terjatuh dan tercebur ke laut. Terutama ketika Jet Ski yang menarik kami akan berbelok. CAPE DEH !!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sengaja ada juga air laut yang masuk ke Hidung maupun tertelan lewat mulutku. Jadi pilek deh…tapi Swear….asyik banget bo.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-7840851794260218498?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/7840851794260218498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=7840851794260218498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7840851794260218498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/7840851794260218498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/06/pisang-boat-alias-bananas-boat.html' title='&quot;Pisang Boat&quot; alias &quot;BANANAS BOAT&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RmTwerNgnhI/AAAAAAAAACA/Kgd7V7A_GPY/s72-c/Mejeng+Gabungan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-8625986825145253695</id><published>2007-06-01T11:21:00.000+07:00</published><updated>2007-06-01T11:27:43.005+07:00</updated><title type='text'>"Tetes Air Mata Untuk Ibu Tercinta"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rl-fpjs9D8I/AAAAAAAAABw/Ki9nIRfrrKY/s1600-h/Mamah...jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5070947241749712834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rl-fpjs9D8I/AAAAAAAAABw/Ki9nIRfrrKY/s320/Mamah...jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;“Tetes Air Mata untuk Ibuku”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukan jam 20.30, disaat acara kajian rutin pekanan baru saja dimulai, tiba-tiba suara SMS dari HP ku berbungi dengan nyaringnya, ternyata sms dari Bapak. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“De..bapak baru saja pulang dari Dokter Andri, lambung mamah sakit lagi. Penyakit magh nya parah..kronis”.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Ya Allah.......“&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; aku hanya mampu menyebut dan memanggil Sang Maha Perkasa, Sang Maha Kuasa dalam bisikan sanubariku. Konsentrasiku seakan terbang bersama angin. Mataku mulai berkaca-kaca, terbayang begitu dengan sosok ibuku, sebuah sosok yang tegar. Sebuah sosok yang menyandang status ibu, memang bukan manusia yang sempurna dan tanpa cela, tapi harus kuakui dengan setulus hati, aku bangga memiliki ibu seperti beliau. Dengan tanpa lelah mendidik dan membesarkan kami, ketiga anak laki-lakinya, sehingga kami semua bisa menyandang gelar sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok ibuku dengan tubuh yang begitu ringkih menari-nari dengan senyum khas. Yah..sosok ringkih karena penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya. Sekitar tahun 1998, dirahim ibuku terdapat Kista, yang pada akhirnya menyebabkan beliau harus merelakan rahimnya untuk dioperasi kemudian diangkat. Semenjak itu, tubuh ibuku menjadi semakin rentan dengan penyakit. Kepala ibu sering merasa sakit, bronkhitis, tulang-tulang yang terasa ngilu, napsu makan yang terus merosot drastis yang pada akhirnya menyebabkan penyakit magh ibu yang terus semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku memutuskan meminta ijin pada Ustadz untuk menelepon sebentar. Segera ku telephone ibuku. Ya Allah....suara itu begitu lirih, begitu lemah. Mataku semakin berkaca-kaca, tapi aku berusaha untuk tegar menghadapi kenyataan ini. Aku menanyakan kabar kesehatan ibu, dan aku memohon maaf pada ibu karena disaat seperti ini aku tidak bisa berbuat banyak, ingin saat ini aku berada disamping ibu, tapi ada lautan dan rentangan sang waktu yang memisahkan kami, aku kini ada di Bandar Lampung dan ibu ada di Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suaraku yang mulai terbata-bata, dengan air mata seorang anak yang memaksa untuk keluar, aku memohon maaf : &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;“Mamah...maafin dede yah, dede saat ini tidak bisa nemenin mamah. Dede saat ini hanya bisa mendoakan semoga mamah segera lekas sembuh”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dengan suara yang lemah, pelan dan lirih, ibuku menjawab :&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt; “Iya, tidak apa-apa de..doakan saja mamah ya, supaya cepat sembuh. Gimana Ikeu (istriku) sehat ?..sekarang sudah di Rangkasbitung ya ?..kapan perkiraan akan melahirkannya ?...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Ya Rabb...disaat beliau sedang sakit, beliau masih sempat memikirkan keadaan istriku yang memang akan segera melahirkan cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku mengakhiri pembicaraan, aku meminta ijin untuk memberitahu kakaku yang masih ada di Australia. Tapi ibuku malah melarangku, katanya khawatir Aa (kakaku) akan terus memikirkan keadaan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Ya Rabb...Engkau maha penguasa, Engkau maha perkasa...&lt;br /&gt;Hamba yang lemah ini memohon kepada-Mu, lindungilah Ibu hamba.&lt;br /&gt;Karuniakanlah karunia dan cahaya-Mu kedalam dadanya.&lt;br /&gt;Karuniakanlah cahaya kesabaran kepada ibuku disaat sedang merasa sakit.&lt;br /&gt;Limpahkanlah kilau ketenangan dan kedamaian pada hati ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mamah...semoga lekas sembuh ya...”&lt;br /&gt;Andaikan bisa memilih dan menggantikan, biarlah aku saja yang merasa sakit, bukan ibuku.&lt;br /&gt;Aku mencintaimu ibu....senyum dan kebahagiaanmu adalah cahaya kebahagiaan terindah untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Catatan : Mamah adalah panggilan kami untuk ibu ku...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-8625986825145253695?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/8625986825145253695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=8625986825145253695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8625986825145253695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8625986825145253695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/06/tetes-air-mata-untuk-ibu-tercinta.html' title='&quot;Tetes Air Mata Untuk Ibu Tercinta&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rl-fpjs9D8I/AAAAAAAAABw/Ki9nIRfrrKY/s72-c/Mamah...jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-5199603407691788931</id><published>2007-06-01T11:10:00.000+07:00</published><updated>2007-06-01T11:33:15.063+07:00</updated><title type='text'>KATAKAN CINTA .."Aku Tidak Mau Berpacaran"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rl-hcDs9D9I/AAAAAAAAAB4/88pJ9XE2oEg/s1600-h/5168649153462s[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5070949208844734418" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rl-hcDs9D9I/AAAAAAAAAB4/88pJ9XE2oEg/s200/5168649153462s%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Kamu semuanya tahu kan tentang Acara “Katakan Cinta” di RCTI ?.... Kebetulan tadi sore aku sekilas melihat acara tersebut. Sayangnya tidak lengkap alias hanya kebagian ujungnya doing. Yang membuat aku tertarik adalah, ternyata yang menjadi target adalah seorang wanita dengan jilbab rapi. Aku coba memperhatikan lebih jelas, volume TV pun aku besarkan. Seperti biasa si cowok nge gombal, an menyatakan jika selama ini ia tertarik terhaap si cewek. Intinya dia ngungkapain cinta begitu deh, dan menginginkan si cewe dengan jilbab rapi tadi supaya mau jadi pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur…tiba tiba saja aku jadi deg degan, ada sebuah perasaan khawatir dan takut,jika ji cewek tadi akan menyatakan bersedia menjadi pacar si cowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi………….Alhamdulillah……dia mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;“Saya tidak bersedia menjadi pacar kamu”&lt;br /&gt;‘Sebenarnya selama ini saya merasa senang, karena saya kira kamu menganggap persahabatan kita tulus, tapi ternyata engga. Jujur sebenarnya saya merasa kecewa sama kamu”.&lt;br /&gt;“Dan disini saya nyatakan, saya tidak ingin berpacaran. Dan ini sebuah Prinsip”.&lt;br /&gt;“Saya harap kamu tidak marah, dan kita tetap bersahabat”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ah…….lega rasanya. Alhamulillah, tadinya aku bener-bener khawatir si akhwat tadi akan mengatakan bersedia. Saya bangga dan salut atas keteguhan dan ketegaran si akhwat tadi untuk berani menyatakan tidak berpacaran. Semoga Allah membalas segala keteguhan hati si akhwat tadi dengan sebuah karunia dan pahala dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dan insya Allah, suatu saat nanti, akan datang ke si akhwat tadi seorang laki-laki sholeh yang tidak hanya berani mengajak berpacaran, tapi berani untuk gentel untuk mengajak Nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah…hiup-hidup. Memang begitu banyak hal yang terjadi dalam hidup ini. Begitu banyak ujian yang siap menghadang segala prinsip hidup kita. Tapi penggalan kisah diatas, membawa sejuta hikmah dan pelajaran, baik untuk para akhwat,juga untuk para ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;….”Kita memang harus senantiasa menjaga hati terhadap lawan jenis kita, tetapi ternyata yang tidak kalah pentingnya adalah, ketika kita harus berusaha menjaga hati lawan jenis kita supaya dia juga bisa menjaga hatinya kepada kita”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah lho….bingung kan ?....pikirin aja sendiri apa maksudnya. He-he&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-5199603407691788931?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/5199603407691788931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=5199603407691788931' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5199603407691788931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/5199603407691788931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/06/katakan-cinta-aku-tidak-mau-berpacaran.html' title='KATAKAN CINTA ..&quot;Aku Tidak Mau Berpacaran&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rl-hcDs9D9I/AAAAAAAAAB4/88pJ9XE2oEg/s72-c/5168649153462s%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-868969884969542994</id><published>2007-04-26T14:16:00.000+07:00</published><updated>2007-04-26T14:35:30.864+07:00</updated><title type='text'>Kenikmatan Terindah Dari Sebuah Permasalahan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBVrqqsaII/AAAAAAAAABo/XUN_EbJ_v0Q/s1600-h/Wajah+lucu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057636590213163138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBVrqqsaII/AAAAAAAAABo/XUN_EbJ_v0Q/s200/Wajah+lucu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hal paling indah dari sebuah Permasalahan yang menimpa hidup kita, bukanlah pada saat selesainya permasalahan tersebut, tetapi justru ketika kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari permasalahan tersebut”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kita dilahirkan ke dunia ini satu paket bernama Takdir. Didalamnya ada kesenangan dan kebahagiaan, juga ada permasalahan dan kesempitan. Tapi ya begitulah yang namanya dunia. Mau ga mau, suka gak suka kita-kita pada pasti mengalaminya. Jadi salah besar dong jika kita hanya mau menerima kesenangan sajah dan gak mau menerima adanya permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, mau gak nih kita untuk tetap tersenyum dengan hati yang tegar bukan saja ketika datang kesenangan tetapi juga ketika segunung permasalahan menghimpit dada menghampiri kita ?.... nah ini dia sulitnya. Apalagi memang yang namanya manuisa termasuk pribados oge akang-akang, teteh-teteh sadayanya memang pada dasarnya paling suka berkeluh kesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau coba kita pikirkan lebih jernih lagi, ngerasa gak kalau ketika kita dalam kesulitan justru hati kita lebih dekat dan tergantung kepada Allah ?. Makanya biasanya sih kita mendadak jadi rajin sholat tepat waktu, sholat malam, berdoa juga khusus buanget dan gak putus-putus. Sebaliknya ketika kita dalam kesenangan, kok kita malah seringkali lupa tuh untuk tetap tergantung dan dekat dengan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, dibalik semua musibah, ujian dan permasalahan itulah justru sebenarnya terletak sebuah misteri adanya kebaikan untuk diri kita dan kasih sayang dari-Nya supaya kita kembali kepada-Nya. Inilah barangkali yang bernama “Hikmah” dibalik ujian atau permasalahan. Jika kita sudah bisa merasakan “Hikmah’ ini, nikmat banget lho rasanya....&lt;strong&gt;MAK NYUS&lt;/strong&gt; begituh kalau meminjam istilah pak Bondan Gunawan di acara Wisata Kuliner mah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ngomong-ngomong, sebenarnya ini mah nasihat buat dirikuh sendiri kok. Tapi kalau temen temen yang baca tulisan ini juga ada yang terinspiasi, ya Alhambulillah banget gitu Loh..... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-868969884969542994?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/868969884969542994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=868969884969542994' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/868969884969542994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/868969884969542994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/04/kenikmatan-terindah-dari-sebuah.html' title='Kenikmatan Terindah Dari Sebuah Permasalahan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBVrqqsaII/AAAAAAAAABo/XUN_EbJ_v0Q/s72-c/Wajah+lucu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-8939260729265970757</id><published>2007-04-26T14:15:00.000+07:00</published><updated>2007-04-28T11:15:02.950+07:00</updated><title type='text'>Wakil Bupati Di Polisikan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBTlaqsaGI/AAAAAAAAABY/VQgSb0MVhvw/s1600-h/Animal1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057634283815725154" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBTlaqsaGI/AAAAAAAAABY/VQgSb0MVhvw/s200/Animal1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Dua hari ini aku dikagetkan dengan berita di Koran. Kebetulan aku saat ini sedang ada urusan pekerjaan dengan pejabat yang di maksud di berita itu. Jadi walaupun tidak mengenal secara pribadi, sedikit banyak aku mengetahui pejabat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang tertulis pada judul diatas, salah satu Wakil Bupati ini sedang tersandung masalah yang aneh. Dia dilaporkan ke Polda karena di “sangka” telah melarikan Sekretaris Pribadinya (Sespri) selama dua hari di rumah orang tua Sang Wakil Bupati tersebut. Kalau dikoran sih ditulisnya dengan memakai bahasa “Disekap”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kepolisian menyampaikan kalau tuduhan tersebut memang benar adanya, maka Sang Wakil Bupati tersebut teracam dikenai pasal 332 KUHP tentang tindak pidana melarikan perempuan dengan ancaman pidana 9 tahun. Selanjutnya pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan seseorang dengan ancaman pidana 8 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa sih ?… kok bisa ya ?… aaaaaaah bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam apakah berita tersebut benar adanya atau hanya semata fitnah semata. Hanya orang yang bersangkutan dan Allah SWT semata yang tahu kejadian sebenarnya. Tapi yang jelas, karena beritanya sudah muncul di Koran, sedikit banyak tentu akan memberikan pengaruh negatif baik buat Sang Wakil Bupati khususnya, umumnya para PNS di lingkungan PEMDA tempat Wakil Bupati tersebut bekerja. Yang aku bayangkan sangat sedih perasaannya adalah istri dan anak dari sang Wakil Bupati tersebut. Alangkah tersiksanya diri kita jika Aib kita Allah bukakan di hadapan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita semua, hanyu satu hal yang harus senantiasa kita camkan dalam hati. Kita harus berusaha mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa sang Wakil Bupati tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam…&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Bersambung…)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-8939260729265970757?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/8939260729265970757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=8939260729265970757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8939260729265970757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/8939260729265970757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/04/wakil-bupati-di-polisikan.html' title='Wakil Bupati Di Polisikan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBTlaqsaGI/AAAAAAAAABY/VQgSb0MVhvw/s72-c/Animal1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-4203298356669322151</id><published>2007-04-26T14:07:00.001+07:00</published><updated>2007-04-26T14:40:00.568+07:00</updated><title type='text'>Tugas : Info Aktual"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBUKKqsaHI/AAAAAAAAABg/vF_CGQKiV2s/s1600-h/PKS.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5057634915175917682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBUKKqsaHI/AAAAAAAAABg/vF_CGQKiV2s/s200/PKS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Nanti malam adalah jadwal pertemuan pekanan dengan teman-teman. Waktu sudah menunjukan jam 18.00. “Aduh...aku lupa kalau nanti malam aku kebagian Taujih Info Aktual”. Akhirnya setelah selesai sholat magrib di Masjid Jamiatul Ikhlas, aku segera saja memacu Dede Boy alias si New Jupiter Z merah marun kesayanganku menuju ke Warnet F-Net yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah kontrakanku. Pulang dari Warnet aku langsung sholat isya kemudian meluncur ke rumah sahabatku di Sukarame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs &lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;http://www.eramuslim.com/&lt;/a&gt; dan www.pk-sejahtera.org segera kubuka. Dua situs ini memang yang paling sering aku jelajahi di dunia maya. Akhirnya di Situs PK Sejahtera aku memilih artikel tentang sambutan SBY di acara Milad ke-9 PKS. Yaitu “SBY.... “Sudah Saatnya Peradaban Islam Bangkit”, “Sambutan Presiden RI DR. H Soesilo Bambang Yudhoyono, dan tulisannya Drs. Al Muzzammil Yusuf, Wakil Ketua Komisi III DPR-RI tentang Delegasi Parlemen Israel Tidak Pantas Ikut IPU.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di situs Eramuslim aku mengambil artikel berjudul “Sabar Menjemput Rijki” tulisannya Sdr. Dudu Badrusalam dari rubrik Oase Iman. Artikel ini berisikan nasihat penyejuk ruhani bagi insan yang sedang berjuang menjemput rijkinya. Ada beberapa hadist yang sangat menggugah hati :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah pernah mengatakan, "Ada dosa yang tak bisa dibersihkan dengan shalat, zakat, puasa dan haji, tetapi bisa dibersihkan dengan kepedihannya mencari nafkah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara hikmah mengatakan, "bekerjalah untuk duniamu seolah olah engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah olah akan mati besok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada suatu masalah tanpa kehendak Nya, termasuk menjemput rejeki. Dan Allah juga tidak semata-mata mendatangkan kesulitan, kalau memang tidak sesuai dengan kesanggupan hamba Nya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kemudahan dalam segala urusan oleh Allah SWT.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku menutup sesi “Info Aktual” itu dengan sebuah untaian kalimat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;“Jangan dipikir semata dengan kecukupan materi dan gaji yang besar kemudian akan membuat kita menjadi lebih tenang dan bahagia. Ada kalanya justru ketika materi itu sudah ada di genggaman kita, ketenangan dan kebahagiaan itu seringkali malahan terbang bersama angin. Mengapa bisa demikian ?....jawabannya adalah karena dengan kesulitan rejeki bisa jadi justru membuat kita benar-benar merasa tergantung kepada Sang Maha Pencipta, dan inilah sumber ketenangan jiwa yang hakiki. Sebaliknya ketika kita bergelimang materi, yang terjadi serinjkali justru materi itulah yang menjadi gantungan hidup dan hati kita, sehingga yang terjadi adalah kegelisahan dan ketakut akan kehilangan semua kenikmatan materi itu”.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;Kalimat indah diatas seakan keluar begitu saja dari mulutku. Ketika aku selesai berbicara, sesungguhnya hatiku menjerit kepada Sang Pencipta...”Ya Rabb, hamba mohon ampun jika hamba telah lalai dari bergantung kepada-Mu dan lebih bergantung pada materi dan makhluk-Mu. Hamba mohon bimbinganmu ya Rabb untuk menggenggam materi ini dalam genggaman tanganku dan bukan dalam genggaman hatiku”.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-4203298356669322151?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/4203298356669322151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=4203298356669322151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4203298356669322151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/4203298356669322151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/04/tugas-info-aktual_26.html' title='Tugas : Info Aktual&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RjBUKKqsaHI/AAAAAAAAABg/vF_CGQKiV2s/s72-c/PKS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-3092654264689764317</id><published>2007-04-20T22:24:00.000+07:00</published><updated>2007-04-20T22:29:07.740+07:00</updated><title type='text'>Antara Aku &amp; Kakakku (Bag. 2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RijbttTjyHI/AAAAAAAAAA4/rQLEqRziVqA/s1600-h/kakakku.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055532160025610354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RijbttTjyHI/AAAAAAAAAA4/rQLEqRziVqA/s200/kakakku.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah diwisuda, yang aku ingat dia menjadi asisten dosen di jurusan tempatnya kuliah. Sepertinya dia memang bercita-cita menjadi dosen. Beberapa waktu kemudian ada pembukaan CPNS di Lingkungan PEMDA Provinsi Jawa Barat, dia pun akhirnya ikut tes CPNS itu. &lt;em&gt;“Alhamdulillah lolos mah, pa..”,&lt;/em&gt; itu yang disampaikan kakakku mengabarkan kelulusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, ada seleksi pembukaan dosen UNPAD. Karena memang waktu itu dia juga berstatus sebagai asisten dosen, dia pun mencobanya. &lt;em&gt;“Alhamdulillah lolos mah, pa..”&lt;/em&gt; itu lagi yang aku dengar dari perkataan kakakku. Subhanallah, Allah memang begitu memudahkan langkah kakakku. Yang terlintas di benakku, dia waktu itu cukup kebingungan harus memilih yang mana. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan pihak-pihak lainnya, akhirnya kakakku memilih untuk menjadi Dosen UNPAD dan tidak mengambil jadi pegawai PEMDA. Padahal waktu itu ia sudah dalam tahapan Litsus dan ditempatkan di BAPPEDA Kabupaten Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana, itu adalah salah satu sosok paling menonjol dari kakakku. Dia paling sering mengingatkanku untuk tidak boros dan jangan terlalu sering jajan makanan diluar. Waktu terus berjalan, akhirnya sekitar tahun 2002 dia menikah dengan seorang wanita berkarakter lembut berasal dari Kota Garut Jawa Barat. Kami biasa memanggilnya dengan panggilan “Teh Ai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar akhir tahun 2004, dengan kebesaran-Nya kakakku memperoleh kesempatan untuk mengambil pendidikan S-2 di Australia dengan beasiswa dari USAID. Aku masih ingat ketika itu kami sekeluarga melepas kepergian Kakakku di Bandara Soekarno Hata Jakarta. Bapak, Mamah, Aku, Adiku dan keluargaku yang lain satu persatu memeluk kakakku. Ada air mata bahagia, sekaligus kesedihan karena untuk sementara kami sekeluarga harus berpisah dengan jarak yang sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat waktu itu aku berkata kepada kakaku, &lt;em&gt;“A.., doain yah supaya dede cepet nikah”.&lt;/em&gt; Sebuah ungkapan spontan, padahal waktu itu aku sama sekali belum kebayang akan menikah kapan dan menikah dengan siapa. Yang jelas aku berharap ketika menikah nanti bisa dihadiri oleh kakakku. Akhirnya memang aku menikah justru ketika kakakku masih di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar seperti apa kata pepatah, seseorang itu baru terasa begitu berharga ketika dia jauh dari diri kita. Itu juga yang aku rasakan, betapa aku selalu terbayang segala sikap dan perkataan kakakku. Tapi Insya Allah aku bisa memahami inilah yang namanya kehidupan. Suatu saat bahkan kita pasti akan berpisah dengan orang-orang yang kita cintai untuk selama-lamanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua bulan kemudian, kakak iparku (Teh Ai) dan ponakanku yang cantik dan lucu (Neng Fani)  menyusul ke Australia untuk mendampingi kakakku disana. Tanpa terasa, waktu hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Dua tahun sudah mereka berada di perantauan. Kakaku pun kini sudah memiliki dua anak. Satu lahir di Indonesia dan yang satunya lagi lahir di Australia sana. Bahkan kabar dari kakakku, kini kakak iparku sudah hamil lagi sekitar 3 bulan katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa melindungi, menjaga dan memberikan karunianya kepada kita  Bapak, Mamah, Aa, Jajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintai kalian…..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Catatan : Dede adalah panggilanku di keluarga&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-3092654264689764317?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/3092654264689764317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=3092654264689764317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/3092654264689764317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/3092654264689764317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/04/antara-aku-kakakku-bag-2.html' title='Antara Aku &amp; Kakakku (Bag. 2)'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RijbttTjyHI/AAAAAAAAAA4/rQLEqRziVqA/s72-c/kakakku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-824236168805364845</id><published>2007-04-20T22:21:00.000+07:00</published><updated>2007-04-20T22:24:38.467+07:00</updated><title type='text'>Antara Aku &amp; Kakakku (Bag. 1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RijbANTjyGI/AAAAAAAAAAw/klLI9R0UcUA/s1600-h/Aku+dan+kakaku.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055531378341562466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RijbANTjyGI/AAAAAAAAAAw/klLI9R0UcUA/s320/Aku+dan+kakaku.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(Kisah Dibalik Selembar Foto Buram)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keluarga kami sebenarnya mempunyai cukup banyak dokumentasi foto, namun sayangnya ketika kami pindah rumah foto-foto itu tertumpuk dengan berkas-berkas dan barang-barang yang lain sehingga akhirnya foto-foto itu menjadi rusak. Sayang memang, padahal foto-foto itu menyimpan sejuta makna. Banyak foto-foto bapak dan ibuku juga tentang masa kecil kami yang ikut rusak. Beberapa waktu lalu ketika aku pulang ke Sumedang, aku coba memisahkan foto-foto yang masih bagus dan rusaknya tidak terlalu parah, kemudian aku masukkan ke Album Foto yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto yang aku pasang diatas adalah foto aku dan kakakku ketika masih kecil, latarnya adalah sebuah rumah panggung di desa Tanjungkerta, Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang. Ayah dan ibuku memang dua-duanya seorang guru, kebetulan waktu itu meraka ditugaskan di sana, aku juga dilahirkan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tiga bersaudara yang semuanya berjenis kelamin laki-laki, satu kakak dan satu adik jadi aku berada di tengah-tengah. Saat ini aku hanya ingin bercerita dan mengenang tentang kehidupan kami bersama kakak ku satu-satunya, lebih jelasnya aku ingin bercerita tentang profil dan kehidupan pribadinya. Tentang adikku, mungkin lain kali akan aku ceritakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya…, di keluarga kami mempunyai panggilan yang berbeda dengan nama asli masing-masing. Kakakku dipanggil dengan nama “Aa”, aku dipanggil “Dede” dan adiku di panggil “Jajang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama kakakku adalah Yusuf Hidayat, dia tumbuh sama seperti anak-anak lainnya, perbedaanya adalah kemampuan otaknya memang melebihi rata-rata. Yang aku ingat, ketika kakaku duduk di bangku SD (dari kelas 1 s/d kelas 6) dia selalu mendapat rangking 1. Begitu juga ketika di SMP, dia selalu menjadi rangking 1 dan juara umum. Aku masih ingat dulu bagaimana ia di paksa oleh teman-temannya juga oleh guru-guru untuk mau menjadi ketua OSIS. Dia enggak mau, walaupun akhirnya dengan terpaksa dia akhirnya menerima di dudukkan menjadi ketua OSIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus SMA, dia kemudian masuk ke SMAN I Sumedang, SMA yang kemudian menjadi almamaterku juga. Hidup memang berputar, entah apa yang terjadi, yang ku ingat ketika dia di bangku SMA tidak pernah mendapat rangking satu (bahkan seringnya diatas rangking sepuluh). Justru malah aku yang ketika SMA mendapat rangking satu (padahal ketika SD dan SMP aku tidak terlalu menonjol). Hidup memang selalu berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berputar, dan akhirnya dia kuliah di jurusan HPT Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Aku tidak tahu terlalu percis seperti apa dia ketika kuliah, tapi yang aku tahu dan dari cerita teman-temannya, dia menjadi mahasiswa yang pintar, baik menyenangkan dan aktif di organisasi. Dulu dia menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan HPT dan kalau gak salah IPK terakhirnya 3,54. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-824236168805364845?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/824236168805364845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=824236168805364845' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/824236168805364845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/824236168805364845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/04/antara-aku-kakakku-bag-1.html' title='Antara Aku &amp; Kakakku (Bag. 1)'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/RijbANTjyGI/AAAAAAAAAAw/klLI9R0UcUA/s72-c/Aku+dan+kakaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-379755989809934432</id><published>2007-04-20T22:19:00.000+07:00</published><updated>2007-04-20T22:20:17.899+07:00</updated><title type='text'>Gaji Pertama...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kurang lebih satu bulan lamanya, adiku berada dan bekerja di belantara Jakarta. Jujur sebenarnya ada sebuah kekhawatiran di dasar hatiku. Jakarta adalah sebuah tempat yang serba ada. Sumber kebaikan bisa mudah diperoleh, dan sumber kemaksiatan juga sangat mudah ditemui. Aku sebenarnya berharap adiku bekerja di seputaran Sumedang saja, paling jauh di Bandung lah. Seperti yang pernah kutulis sebelumnya, utamanya supaya bisa lebih menjaga kedua orang tuaku. Tetapi walau bagimanapun, kembali hanya Sang Kuasa yang punya skenario. Kini hanya satu harapan dan doa yang senantiasa terpanjatkan. Semoga Allah senantiasa menjada dan membimbing adiku ke arah jalan yang lurus, jalan yang di Ridhoinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu bulan dia di Jakarta, aku cukup sering menanyakan kabarnya dengan menelephone atau sekedar SMS serta mengingatkan supaya jangan meninggalkan shalat yang 5 waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu kami berbicara lewat telephone, kalau awal bulan April ini dia akan menerima gaji pertama. Kemudian Insya Allah katanya tanggal 5 nanti mau pulang dulu ke Sumedang. Aku cukup surprise juga, katanya mungkin gajih pokok dan bonusnya sekitar Rp 2.200.000,-. Subhanallah, untuk seorang fresh  graduate dari daerah aku kira jumlah ini sudah cukup besar. Aku menangkap ada binar kegembiraan dari nada suaranya. Jujur aku sangat terharu ketika itu, dan aku kemudian mengirim sms seperti ini kepada adiku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Alhamdulillah jang kalau sudah menerima gaji pertama. Jajang jangan boros yah, sebagian uangnya ditabung untuk masa depan. Jajang jangan hidup royal dan boros di Jakarta, sederhana saja...prihatin. Jangan lupa sholat dan bersyukur pada Allah SWT ya.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melindungimu adiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Catatan : Jajang adalah nama panggilan adiku.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-379755989809934432?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/379755989809934432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=379755989809934432' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/379755989809934432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/379755989809934432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/04/gaji-pertama.html' title='Gaji Pertama...'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-157901635720376630</id><published>2007-04-20T22:13:00.000+07:00</published><updated>2007-04-20T22:32:53.249+07:00</updated><title type='text'>Adiku Mendapat Pekerjaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rijc8dTjyII/AAAAAAAAABA/cEW3mQQRifI/s1600-h/!!!!!!adiiik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055533512940308610" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rijc8dTjyII/AAAAAAAAABA/cEW3mQQRifI/s200/!!!!!!adiiik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Adikku satu-satunya kini sudah menjadi seorang sarjana, tepatnya Sarjana Pertanian. Dia kuliahnya di Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian. Wisudanya sih beberapa bulan yang lalu. Alhamdulillah kini dia sudah mendapat pekerjaan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya hari minggu pagi tanggal 18 Februari yang lalu, dia mulai melangkahkan kaki untuk mengadu nasib di belantara kota Jakarta. Memang ada banyak sisi dibalik kepergian adiku ke Jakarta untuk bekerja. Kami sekeluarga sangat merasa bahagia karena kini adiku sudah mulai bekerja dan insya allah mulai hidup mandiri. Tapi disisi lain kami juga merasa sedih, karena dengan bekerjanya dia di Jakata berarti dia harus meninggalkan rumah orang tuaku di Sumedang, sekaligus menyebabkan ayah dan ibuku kini hanya tinggal berdua saja dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat akan apa yang dikatakan ayah dan ibuku ketika adiku akan pergi ke Jakarta : &lt;em&gt;“Tidak apa-apa jajang pergi bekerja di jakarta, karena semuanya untuk masa depannya”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ada benarnya juga. Yang jelas kini aku hanya bisa berdoa semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga adiku di Jakarta, serta senantiasa menjaga dan merahmati kedua orang tuaku di Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini ada dan bekerja di Lampung, kakakku sedang Studi S-2 di Australia dan kini adikku yang tadinya aku harapkan akan tinggal dan bekerja di Sumedang sehingga dapat lebih intensif menjaga kedua orangtuaku justru kini malahan bekerja di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah adalah pemilik seluruh jiwa, pengatur seluruh sekenario kehidupan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-157901635720376630?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/157901635720376630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=157901635720376630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/157901635720376630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/157901635720376630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/04/adiku-mendapat-pekerjaan.html' title='Adiku Mendapat Pekerjaan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rijc8dTjyII/AAAAAAAAABA/cEW3mQQRifI/s72-c/!!!!!!adiiik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-3168385912581800790</id><published>2007-02-10T22:57:00.000+07:00</published><updated>2007-02-10T22:41:49.025+07:00</updated><title type='text'>Polisi Bunuh Diri Usai Tembak Pengantin Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rc3s1nxo6NI/AAAAAAAAAAY/O1MEtzc5BwY/s1600-h/mountainlion1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5029936764797118674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rc3s1nxo6NI/AAAAAAAAAAY/O1MEtzc5BwY/s200/mountainlion1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi ini sekitar jam 07.30 aku aku sudah meluncurkan menuju Lampung Timur. Kali ini tujuanku adalah Kantor PBB Kota Metro kemudian ke Pengadilan Negeri Sukadana. Seperti biasanya setiap aku pergi kerja ke lapangan, aku membeli koran Radar Lampung di lampu merah. Kubuka bagian headline di halaman depan, selanjutnya kubuka halaman demi halaman dan sampailah di halaman ke lima. “Polisi Bunuh Diri Usai Tembak Pengantin Baru”, begitu judul artikelnya. Setelah kubaca ternyata beritanya sama dengan yang aku lihat tadi pagi di di berita TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cemburu karena ditinggal kawin. Cinta dikhianati, peluru bertindak. Itulah adegan nyata yang terjadi kemarin malam di kawasan jalan Sutomo Ujung Medan. Seorang oknum polisi bernama mendadak emosi begitu melihat bekas pacarnya berjalan bersama pria yang menikahinya. Lebih tragisnya lagi, usai menembak pasangan itu, sang polisi pun bunuh diri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kalimat pada alinea pertama artikel tersebut. Aku terdiam diantara deru suara mobil &amp;amp; alunan suara Nasyid. Pikiranku melayang kesana kemari, mencoba membayangkan seperti apa kejadian waktu itu, dan mencoba menyelami, seperti apa pikiran dan perasaan si polisi yang gelap mata itu. Perkiraanku, pasti ketika si polisi itu melihat orang yang dicintainya berjalan dengan laki-laki lain yang dia rasakan adalah : perih, sedih, kecewa, marah, emosi, benci, sayang, cinta, takut kehilangan, merasa disakiti, merasa dikhianati, merasa telah kehilangan orang yang sangat berharga bagi dirinya, bingung, kalap dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi, aku mentertawakan kebodohan si polisi itu, yang mau-maunya bunuh diri hanya gara-gara putus cinta. Aku juga menyayangkan kenapa dia harus merelakan karir polisinya dan segala sisi dunia yang harus dia tinggalkan. Terbersit juga rasa kasihan, karena tentu alangkah sakit dan sedihnya ketika dia melihat orang yang pernah atau sedang dia cintai kemudian menikah dengan laki-laki lain. Tapi yang paling membuat aku merasa kasihan adalah, bisa jadi dia di dunia merasa sedih, tapi alangkah bodohnya dia ketika dia berani mengakhiri hidupnya dan memasuki alam akhirat, yang bisa jadi kalau dalam pandangan manusiawi, siksa kubur dan api neraka akan segera manyambut kedatangaan si polisi karena dia telah melakukan sebuah dosa besar : Bunuh diri dan membunuh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anadaikan dia seorang muslim, andaikan saja sebelum dia berbuat nekat aku sempat bertemu dan berbicara kepadanya, tentu aku akan berbicara seperti ini kepada dia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Saudaraku, aku tahu engkau merasa sedih, perih dan sakit ketika dirimu melihat orang yang kau cintai menikah dan berjalan dengan laki-laki lain. Andaikan aku berada dalam posisi mu, tentu aku juga akan merasakan hal yang sama. Tapi apakah engkau lupa wahai saudaraku, bukanlah Allah senantiasa akan memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita ?. Bukankah Allah berjanji untuk mengganti dengan yang lebih baik untuk setiap hal yang hilang dari genggaman kita ?. Bukankah Jodoh termasuk salah satu hal yang telah Allah gariskan dan tentukan ?. Bukankah Allah telah menyatakan dalam Al-Quran jika tidak ada yang sia-sia di dunia ini ?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari kita renungkan kembali saudaraku, Allah tahu dia bukan orang yang terbaik untuk menjadi istrimu sehingga akhirnya dia menikah dengan laki-laki lain. Ketika Allah mengambil dia dari hidupmu, maka pasti Allah suatu saat akan menggantikan dia dengan wanita lain yang lebih baik untuk menjadi pendamping hidupmu. Ingatlah wahai saudaraku, karena Allah tidak menggariskan dia menjadi istrimu, maka sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa menjadi istrimu. Ingatlah wahai saudaraku, tidak-ada yang sia-sia di dunia ini, dibalik semua peristriwa yang menimpa dan terjadi dalam hidup kita, pasti ada sejuta hikmah dan pelajaran bagi kehidupan kita. Ingatlah saudaraku...bukankah yang terbaik menurut kita belum tentu yang terbaik menurut Allah ?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudaraku..sudahlah, kini lupakanlah dia, biarkan dan relakan dia menikah dengan laki-laki lain. Lapangkan hati dan dadamu, justru doakanlah agar dia hidup bahagia bersama laki-laki yang menikahinya. Doakan suapaya keluarganya akan menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah, Wa Rahmah. Biarkan segala kenangan indah bersamanya hilang bersama hembusan angin dan beputarnya sang waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kini.... tataplah kedepan, tegapkan kembali dadamu, buang segala beban dari dalam dadamu, hembuskan nafas kedamaian dalam dadamu. Pasrahkan diri dan jiwa kita yang kerdil pada Dia yang Maha Kuasa. Mohonlah ampunan, kasih sayang, petunjuk dan bimbingan-Nya. Mohonlah pengganti yang terbaik untuk hidupmu dari Dia yang menciptakan semua makhluk termasuk dia yang kini telah menikah dengan laki-laki lain. Ingatlah saudaraku, aku yakin ketika engkau telah sampai pada titik dimana engkau dapat merelakan semuanya, jalan keluar dan kedamaian akan terbukan lebar di hadapanmu. Engkau tinggal menunggu waktu akan datangnya wanita terbaik yang Allah kirimkan untuk menemani hari-harimu, untuk menjadi istrimu wahai saudaraku.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tapi......Ah...kini semuanya telah terlambat, engkau keburu mengambil jalan singkat untuk mengakhiri kepedihan hatimu, tapi justru membuka pintu kepedihan yang lebih menyakitkan dan lebih kekal di akhirat sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang tidak pernah mengetahui siapa adanya dirimu, aku sendiri juga tidak mengetahui seperti apa adanya kisah hidup kalian. Tapi yang jelas, aku doakan semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu dan menerima amal kebaikanmu selama engkau hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kijang Biru yang dikendalikan Bang Armin terus melaju dengan kencang. Seperti biasa, akhirnya Zzzzzzzzzzzz.....Ngorok.... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-3168385912581800790?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/3168385912581800790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=3168385912581800790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/3168385912581800790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/3168385912581800790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/02/polisi-bunuh-diri-usai-tembak-pengantin.html' title='Polisi Bunuh Diri Usai Tembak Pengantin Baru'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rc3s1nxo6NI/AAAAAAAAAAY/O1MEtzc5BwY/s72-c/mountainlion1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-9089378806633811590</id><published>2007-02-10T22:26:00.000+07:00</published><updated>2007-02-10T22:34:55.785+07:00</updated><title type='text'>Tentang Samudra Luas Itu.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rc3mIXxo6MI/AAAAAAAAAAM/IFE6kYODN2g/s1600-h/SO+SWEET.green3333.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5029929390338271426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rc3mIXxo6MI/AAAAAAAAAAM/IFE6kYODN2g/s200/SO+SWEET.green3333.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Samudera itu memang sangat luas...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Angin kencang menderu...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Ombak tinggi menjulang...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Hamparan luas menghadang...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Tapi...hidup harus memilih...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Karena dengan memilih kita akan mengerti...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Berlayar  tak semata untuk berlayar itu sendiri..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;Tapi berlayar semata untuk menuju Dia &amp; mengharap ridho-Nya..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;&lt;em&gt;24 Sept 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-9089378806633811590?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/9089378806633811590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=9089378806633811590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/9089378806633811590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/9089378806633811590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/02/tentang-samudra-luas-itu.html' title='Tentang Samudra Luas Itu.....'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_imTTaB4K8qc/Rc3mIXxo6MI/AAAAAAAAAAM/IFE6kYODN2g/s72-c/SO+SWEET.green3333.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-117048280117646563</id><published>2007-02-03T13:02:00.000+07:00</published><updated>2007-02-03T13:06:47.196+07:00</updated><title type='text'>Inspirasi Yg Tertunda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Inspirasi Yang Tertunda….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali rasanya ga ng-update tulisan di my web blog. Kalau di tanya kenapa ?..sayah juga bingung jawabnya kenapah. Entah mualez, entah tidak ada inspirasi, entah lagi juenuh. Tapi sudahlah, tidak perlu terlalu banyak merangkai banyak kata untuk membuat alesan. Lagi pula dirikuh ini memang termasuk orang yang tidak terlalu pandai untuk beralasan. Yang jelas, jujur yah…sebenarnya rindu banget lho tuk ng-update lagi tulisan-tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, sebenarnya suayang banget juga sih kalau dilama-lama ga nulis inspirasi yang terlintas di memori kita, lama-lama akan semakin banyak hikmah yang muncul berupa lintasan pikiran, selanjutnya hilang begitu saja bak tersapu angin malam karena tidak dituangkan dalam tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sebenarnya yang ingin dituliskan, tapi entah kenapa sepertinya kok ga konek yah antara ide di otak dengan syarap tangan untuk memulai menulis. Ini nih bebepara ideu yang mudah-mudahan bisa segera di release (jaileee kayak mau ngeluarin album aja) di my blog :&lt;br /&gt;Misteri Lengkapnya Setengah Dien, Jas Pengantin, Ngidam….., Antara Minyak Kayu  Putih dan Gatel-Gatel, Oh Mamah….., Gara-Gara Naruto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah…mudah-mudahan azah dapat segera terealisasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-117048280117646563?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/117048280117646563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=117048280117646563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/117048280117646563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/117048280117646563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2007/02/inspirasi-yg-tertunda.html' title='Inspirasi Yg Tertunda'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116619263670489369</id><published>2006-12-15T21:14:00.000+07:00</published><updated>2007-02-10T16:50:53.984+07:00</updated><title type='text'>"Antara Cintaku  &amp;  Cinta-MU"</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/1600/560865/My%20Wife...............jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/1600/396583/KAMI...2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/320/558105/KAMI...2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;"Karuniakanlah Aku Sebuah Hati Yang Sungguh Mencintai-Mu Ya Rabb, Agar Aku Bisa Mencintainya dengan Landasan Cinta-Mu, dan Bukan Mencintainya Dengan Sekadar Rasa Cintaku Yang Fana."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116619263670489369?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116619263670489369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116619263670489369' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116619263670489369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116619263670489369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/12/antara-cintaku-cinta-mu.html' title='&quot;Antara Cintaku  &amp;  Cinta-MU&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116619199637821416</id><published>2006-12-15T21:12:00.000+07:00</published><updated>2006-12-15T21:13:38.110+07:00</updated><title type='text'>"I Miss U....Brother....."</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/1600/403680/kaka2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/320/157576/kaka2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua tahun lebih kita tidak bertemu brother. Dua tahun lebih kita dipisahkan jarak, ruang dan waktu. Dua tahun &lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/1600/248912/kaka1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 196px; CURSOR: hand; HEIGHT: 158px" height="179" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/200/162302/kaka1.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lebih engkau mengembara di negeri orang brother. Tahukan engkau, betapa aku, jajang, mamah, bapak, juga keluarga kita yang lain sangat merindukanmu, teh ai juga neng fani yang lucu juga adik kecil yang baru lahir. Kabar terakhir darimu, insya allah juni 2007 nanti kembali ke Indonesia. Semoga Allah memudahkan segala langkah dan berjuanganmu brother. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh iya, jajang sekarang udah wisuda lho. Dia udah jadi sarjana pertanian sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Brother...Ingatlah..., aku merindukanmu dan mencintaimu. Doa tulusku senantiasa kupanjatkan untukmu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116619199637821416?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116619199637821416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116619199637821416' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116619199637821416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116619199637821416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/12/i-miss-ubrother.html' title='&quot;I Miss U....Brother.....&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116542029391340333</id><published>2006-12-06T22:50:00.000+07:00</published><updated>2006-12-06T22:51:34.100+07:00</updated><title type='text'>Tebak ???????</title><content type='html'>Besar menandakan dia subur. Namun bukan berarti……bukan ?!??!....&lt;br /&gt;Dirinya sering bangga akannya. Namun, terkadang diapun merasa tidak puas hati. Disudut jalan, dua mata terus saja tertuju padanya. Tak henti-hentinya. Bibirnya berdecap. Entah kagum atau menghinakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;......... &lt;span style="font-size:180%;color:#ffff00;"&gt;APA YA ?......................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah sebuah gurauan, sekaligus bahan perenungan bagi mereka yang menjadi objek inspirasi dalam tulisan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116542029391340333?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116542029391340333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116542029391340333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116542029391340333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116542029391340333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/12/tebak.html' title='Tebak ???????'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116541988536903917</id><published>2006-12-06T22:36:00.000+07:00</published><updated>2006-12-06T22:56:05.476+07:00</updated><title type='text'>Fatamorgana Manisnya Dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/1600/3199/050820_072848.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/320/964419/050820_072848.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc33cc;"&gt;Fatamorgana Manisnya Dunia &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc33cc;"&gt;..........................&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;By. My Dear.... Salma&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Seperti hendak mengejar syurga, langkahnya tergopoh-gopoh, namun bibirnya lebar menandakan ketulusan kebahagiaan. Dirinya pun tak mengenal lelah terus berlari dan berlari. Namun sesampainya di ujung jalan yang buntu, wajahnya berubah pucat pasi. Matanya tak kuasa menahan bendungan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.....apa yang ia kejar selama ini ternyata tak ada.....hanyalah jalan buntu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kiranya cerminan manusia yang mencintai dunia dan sangat mencintainya. Bayang-bayang fatamorgana sering mengelabui hati dan fikirannya. Bayang itu sungguh indah dan menawan hati bahkan tak kuasa fikiranpun memungkirinya. Keindahan dan kenikmatan dunia kadang membuat mata tertutup semu, bibir terkunci ngilu, dan hati membeku pilu. Pengejaran terhadapnya sungguh menyiakan waktu sehingga membuat Sang Maha pun cemburu padanya. Namun ketika diri telah lelah mencapainya, dan Dia pun murka akannya, maka semua langkah yang tergopoh-gopoh, keringat yang perpeluh, hambur tak berdaya guna. Semuanya musnah tanpa sisa. Bahkan janji akhiratpun enggan menantinya. O.......betapa meruginya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116541988536903917?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116541988536903917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116541988536903917' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116541988536903917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116541988536903917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/12/fatamorgana-manisnya-dunia.html' title='Fatamorgana Manisnya Dunia'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116541622591186932</id><published>2006-12-06T21:34:00.000+07:00</published><updated>2006-12-06T21:46:53.140+07:00</updated><title type='text'>Dosakah......</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/1600/980298/SS30024.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/200/415521/SS30024.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;DOSAKAH….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#330033;"&gt;&lt;em&gt;(Gigi)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff33;"&gt;Dosakah hati kecil ini&lt;br /&gt;Yang Slalu tak merasa puas&lt;br /&gt;Dosakah mata indah ini&lt;br /&gt;Melihat yang tak semestinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Dosakah fikiranku ini&lt;br /&gt;Yang penuh rasa curiga&lt;br /&gt;Dosakah jalan hidup ini&lt;br /&gt;Yang tak pernah merasa menyesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memang semua itu&lt;br /&gt;Dosa-dosa di mata-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunkakah...maafkanlah...sucikanlah hamba ini&lt;br /&gt;Yang pengasih...yang penyayang...&lt;br /&gt;Kepada-Mu kumemohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.............................&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kurebahkan badanku yang ringkih di pembaringan, senandung lagu berjudul Dosakah yang dinyanyikan Group musik Gigi seakan masuk menelusuk kedalam sanubariku. Kupejamkan mataku, fikiranku melayang melintasi dimensi ruang, waktu dan peristiwa. Basah...basah terasa mata ini, sebuah rasa tak terdefinisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang tak pernah puas, mata yang seringkali melihat yang tak semestinya, fikiran yang penuh rasa curiga, jalan hidup yang tak pernah menyesal. Dosa...dosa..dan dosa. Ampunilah hamba Ya Rabb.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116541622591186932?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116541622591186932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116541622591186932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116541622591186932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116541622591186932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/12/dosakah.html' title='Dosakah......'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116541564364909809</id><published>2006-12-06T21:30:00.000+07:00</published><updated>2006-12-06T21:34:03.936+07:00</updated><title type='text'>Sekali Lagi Tentang "ALLAH"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/1600/161239/LAFADZ20.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3363/2882/200/486597/LAFADZ20.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesungguhnya di dalam hati terdapat sebuah sobekan yang tidak bisa dijait kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah. Didalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diobati kecuali dengan menyendiri bersama Allah. Di dalam hati juga ada sebuah kesedihan yang tak akan mampu diseka kecuali dengan kebahagiaan yang tumbuh karena mengenal Allah dan ketulusan berinteraksi dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hati juga terdapat sebuah kegelisahan yang tak dapat ditenangkan kecuali dengan berhimpun karena Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah. Didalam hati juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keridhaan akan perintah, larangan dan keputusan Allah yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hati ada sobekan, keterasingan, kesedihan, kegelisahan dan gejolak api dan beragam penyakit yang obatnya tiada lain adalah &lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;“Mengenal Allah”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Ibnul Qayim; Dikutip dari buku “Ibadah Sepenuh Hati” karya Amru Khalid)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116541564364909809?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116541564364909809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116541564364909809' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116541564364909809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116541564364909809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/12/sekali-lagi-tentang-allah.html' title='Sekali Lagi Tentang &quot;ALLAH&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116254630556797986</id><published>2006-11-03T16:25:00.000+07:00</published><updated>2006-11-03T16:31:48.290+07:00</updated><title type='text'>Reuni SMA Euy....!!!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/reuniiiiiiiiiiii.0.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/400/reuniiiiiiiiiiii.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu memang senantiasa berputar kedepan, sang waktu tidak akan pernah sedetikpun bersedia untuk kembali kebelakang. Itu barangkali esensi dari sebuah makna, jika kita harus senantiasa mempergunakan waktu yang kita lalui saat ini, dengan sebaik-baiknya. Tujuannya adalah sebagai wujud dari rasa syukur kita pada Sang Kuasa serta supaya tidak ada penyesalan disuatu saat nanti dan kita dapat mengenangnya dengan senyuman dan bukan dengan tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun demikian dengan kehidupanku. Begitu banyak peristiwa yang telah terjadi, salah satu peristiwa yang begitu melekat di ingatanku adalah sebuah episode yang bernama SMA. Begitu banyak hal lucu dan menyenangkan pada masa ini. Aku menghabiskan masa SMA ku di SMAN I Sumedang, Jawa Barat. Ketika memasuki kelas 2 SMA, aku memilih jurusan A2 (Biologi), dan aku berada di kelas A2-1 (alias kelas Biologi 1). Mulai dari kelas 2 sampai kelas 3, kami tidak dipisahkan alias selama 2 tahun kami bergabung dalam satu kelas. Oleh karena itulah, seiring dengan waktu kami merasakan sebuah hubungan yang sangat erat, kekeluargaan dan begitu solid. Pada akhirnya, kami menamakan kelas kami dengan sebutan &lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;“BONAFIDE”.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Jumlah kami waktu itu ada 42 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas SMA, kami berpisah dan berjalan dengan jalur hidup masing-masing. Saya sendiri Insya Allah langsung mengembara di kota hujan alias kota Bogor, di kampus hijau tercinta Institut Pertanian Bogor (IPB). Jurusan Manajemen Hutan, Fakultasnya Kehutanan menjadi pelabuhan hidupku. Teman-teman yang lain, mengembara pada tempat dan kampus yang berbeda-beda, walaupun ada juga beberapa orang yang karena satu dan lain hal akhirnya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kami berpisah dari SMA, kami telah membuat sebuah kesepakatan jika kami setiap tahun akan berkumpul kembali. Akhirnya moment Hari raya Idul Fitri kami pilih, karena pada saat inilah kami semua pasti pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun-tahun pertama, jumlah kami yang hadir pada acara reuni selalu menembus angka di atas 30 orang. Biasanya tempat reuni diadakan di rumah : Dani (di dekat alun-alun Sumedang), Deni Yusdiana (Radio Jusyan), Popon Supartika Yunia (juga di dekiat alun-alun), atau di rumah Mia (di Barak). Acaranya gak jauh-jauh dari ngerumpi, ngobrol sana sini, foto-foto, ngerencanain kegiatan kedepan, dan acara paling pavorite adalah…Makan man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, satu persatu diantara kami lulus kuliah, bekerja dan menikah, serta memiliki momongan. Belum lagi lokasi tempat bekerja dan istri/ suami yang tersebar di berbagai tempat (Kabupaten/ provinsi). Karena satu dan lain hal, akhirnya dalam setiap reuni jumlah yang hadir semakin berkurang, ada aja alasannya. Rekor paling sedikit adalah ketika reuni lebaran tahun 2005, jumlah yang hadir hanya 10 orang (waktu itu tempatnya di Rumah Kang Asep Aminudin di Majalengka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Oktober kemarin, kami pun kembali mengadakan reuni walaupun dengan persiapan seadanya. Kali ini kami memilih tempat di “Kampung Toga”, sebuah kawasan wisata di pinggiran kota Sumedang. Alhamdulillah jumlah yang hadir ada 12 orang. Tapi jumlah yang hadir ternyata lebih dari 24 orang, karena dari 12 orang yang hadir, 11 diantaranya membawa istri masing-masing sedangkan yang belum menikah hanya 1 orang saja. Sebagian malah sudah memabawa momongannya masing-masing. Jadi meriah banget gitu lho…ribut sama anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acaranya sendiri di mulai dengan sambutan dari ketua kelas (R. Mohamad Dani),  dilanjutkan dengan Tausyah oleh Kang Asep Aminudin (Insya Allah dia satu-satunya warga Bonafide yang kini diamanahi menjadi Anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari PKS), selanjutnya dilanjutkan dengan membicarakan rencana reuni tahun depan dan dilanjutkan dengan acara pavorite yaitu….MAKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya disepakati, reuni tahun 2007 tetap akan di laksanakan di “Kawasan wisata Kampung Toga”, setelah sebelumnya direncanakan untuk melakukan kunjungan ke SMAN I Sumedang, selanjutnya diharapkan Bu Dede Juangsih selaku wali kelas 3 Biologi-1 dapat hadir pada acara reuni nanti. Waktunya Insya Allah sekitar 4 hari setelah hari raya Idul Fitri 1428 H (tahun 2007). Diharapkan semua warga BONAFIDE yang berjumlah 42 orang dapat hadir. Oleh karena itu diharapkan kepada temen-temen semua untuk saling memberitahukan rencana reuni ini ke temen-temen yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, ada yang kelewat. Nasi liwet + Gurame Bakar + Karedok + Pais Peda + dll nya, enak banget lho. Jadi ketagihan nih, nyesel deh temen-temen yang gak bisa hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah nama warga BONAFIDE yang hadir pada acara reuni kemarin :&lt;br /&gt;R. Mohamad Dani&lt;br /&gt;Asep Aminudin&lt;br /&gt;Dedi Hidayat&lt;br /&gt;Deni Yusdiana&lt;br /&gt;Endang Subhan&lt;br /&gt;Mia&lt;br /&gt;Budi&lt;br /&gt;Ade Irman&lt;br /&gt;Agustina&lt;br /&gt;Surya&lt;br /&gt;Yopi&lt;br /&gt;Ryan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini juga &lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;kepanitiaan&lt;/span&gt; sekaligus menjadi kontak person acara Reuni BONAFIDE (Kelas 3 Biologi-1 SMAN I Sumedang) tahun 2007 :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;Waktu    : Hari H Idul Fitri 1428 Hizriyah + 4 hari&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;Tempat  : Kawasan Wisata Kampung Toga, Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penanggung Jawab :  R. Mohamad Dani&lt;br /&gt;Ketua                           :  Surya&lt;br /&gt;Wakil                           :  Mia&lt;br /&gt;Wakil                           :  Yopi&lt;br /&gt;Wakil                           :   Agustina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116254630556797986?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116254630556797986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116254630556797986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116254630556797986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116254630556797986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/11/reuni-sma-euy.html' title='Reuni SMA Euy....!!!!'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116252438932934247</id><published>2006-11-03T10:20:00.000+07:00</published><updated>2006-11-03T10:26:29.753+07:00</updated><title type='text'>Ponakanku Yang Lucu.....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Rafiiiiiiiiiii.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/400/Rafiiiiiiiiiii.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah ponakanku yang kedua, umurnya sekitar satu tahun kali yah. Aku sendiri sebenarnya sampai sekarang belum melihat langsung wajahnya, karena dia memang lahir di Australia sana (Kakaku &amp;amp; Istrinya lagi studi S-2 di Australia sana). Tapi lucu juga yah, kok wajahnya lebih mirip orang cina dari pada orang Sumedang. He-He..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116252438932934247?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116252438932934247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116252438932934247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116252438932934247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116252438932934247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/11/ponakanku-yang-lucu.html' title='Ponakanku Yang Lucu.....'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116246339226154588</id><published>2006-11-02T17:25:00.000+07:00</published><updated>2006-11-02T17:29:53.190+07:00</updated><title type='text'>Awal Dari Pengembaraan di Samudra Biru</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Dedi%20&amp;%20Ikeu...........jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/400/Dedi%20%26%20Ikeu...........jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116246339226154588?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116246339226154588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116246339226154588' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116246339226154588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116246339226154588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/11/awal-dari-pengembaraan-di-samudra-biru.html' title='Awal Dari Pengembaraan di Samudra Biru'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-116245220435314950</id><published>2006-11-02T14:16:00.000+07:00</published><updated>2006-11-02T14:23:24.673+07:00</updated><title type='text'>Tentang Permohonan Maaf &amp; Rasa Syukur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teruntuk saudaraku semua ; Brothers &amp; Sisters yang di cintai Allah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama rasanya diri ini tidak berkelana di dunia maya ini, dunia yang telah menautkan hati-hati yang jasadnya tak pernah saling menyapa, dunia yang telah menumbuhkan cinta dan ukhuwah berbingkai cinta-Nya, dunia yang telah menanamkan nama-nama baru dalam relung hati terdalam. Entah berapa hari, minggu, atau bulan rasanya diri ini tidak lagi berbagi cerita atau sekadar berkontemplasi atas aneka peristiwa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ada banyak cerita dan hikmah selama sang diri tidak berkelana di dunia maya ini. Ada kegalauan, keraguan, tangisan, rengkuhan doa, permohonan,   kepasrahan, rasa takjub, senyuman, keceriaan, kegembiraan, cinta insan yang mencintai-Nya dan cinta dari Sang Pemilik cinta itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ada sebuah perasaan bersalah dalam diri ini, ketika sang diri pergi begitu saja dari dunia maya ini, tanpa sempat berpamitan dan memberi kabar tentang apa sebenarnya yang telah terjadi dan dilakukan oleh sang diri. Tapi satu hal yang pasti, sungguh dalam diam kesendirian, dalam tarikan nafas, dan dalam setiap langkah kaki, sang diri senantiasa mengingat dan merindukan kalian, rindu akan sebuah jalinan ukhuwah yang suci. I Miss U Brothers &amp; Sisters, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan cahaya-Nya kedalam dada kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dicintai Allah….&lt;br /&gt;Ramadhan yang suci, kini telah berlalu. Semoga kita semua masih sempat untuk bisa bertemu kembali dengan nya satu tahun kedepan. Kita memang tidak pernah bertemu, tapi sungguh hati-hati kita telah bertautan, dan pasti senantiasa akan ada salah dan khilaf diantara kita. Oleh karena itu, ijinkan pada kesempatan ini, diri yang penuh dan noda dan dosa ini ingin menyampaikan   permohonan maaf kepada saudara-saudaraku semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mata kadang salah melihat, bibir kadang salah bicara,&lt;br /&gt;Diri kadang salah bersikap, dan hati justru sering kali berprasangka.&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf,&lt;br /&gt;Di sengaja maupun tidak.&lt;br /&gt;Selamat hari raya Idul Fitri 1427 H.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Salajengna kanggo sadayana wargi-wargi anu urang sunda :&lt;br /&gt;Bilih kantos kaciwit ati, kapanah manah, kasiku catur, katajong omong ku pribados,&lt;br /&gt;Mugia ageung sihapunten, neda jembar panghampura.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Fakir Ilallah….&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Rafi &amp; Salma"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-116245220435314950?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/116245220435314950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=116245220435314950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116245220435314950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/116245220435314950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/11/tentang-permohonan-maaf-rasa-syukur.html' title='Tentang Permohonan Maaf &amp; Rasa Syukur'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115868216635400372</id><published>2006-09-19T22:55:00.000+07:00</published><updated>2006-09-19T23:09:27.036+07:00</updated><title type='text'>SAATNYA DIRI UNTUK MELANGKAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/A_parr~1.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/A_parr%7E1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;……SAATNYA DIRI UNTUK MELANGKAH……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Ya Rabb, Hamba bersujud dengan segala kerendahan diri dan kehinaan sang jiwa kepada-Mu&lt;br /&gt;Hamba yang penuh denga dosa dan alfa bersujud dengan derai air mata&lt;br /&gt;Hamba yang tidak berdaya, memohon dengan segunung harapan&lt;br /&gt;Karena hanya kepada-Mu lah hamba bisa bersandar&lt;br /&gt;Karena hanya dengan kuasa-Mu hidup hamba akan berada dalam kemuliaan&lt;br /&gt;DUNIA dan AKHIRAT&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Dengan Ridho-Mu, semua yang berat menjadi ringan&lt;br /&gt;Semua yang sulit menjadi mudah&lt;br /&gt;Segala yang tidak ada menjadi ada &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Segala yang tidak mungkin menjadi mungkin&lt;br /&gt;Manusia yang hina menjadi terhormat&lt;br /&gt;Insan yang berlumur noda menjadi gemerlap dengan cahaya Iman dan Islam&lt;br /&gt;Ya Rabb, mantapanlah hati hamba untuk melangkah&lt;br /&gt;Luruskanlah niat di hati hamba&lt;br /&gt;Bersihkan segala kekeruhan yang meliputi nurani&lt;br /&gt;Hamba Mohoooooon Ya Rabb………&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR !!!!!!!!!!!!!!!!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Bismillahir rahmaanir rahim…..AKU SIAP MELANGKAH….DENGAN SEGALA SENYUMAN&lt;br /&gt;SELAMAT TINGGAL KERAGUAN DAN KEGALAUAN&lt;br /&gt;SELAMAT DATANG MASA DEPAN &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000000;"&gt;Tak akan pernah ada satu mimpi pun yang akan menjadi kenyataan,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000000;"&gt;jika kita tidak segera bangun dan mulai bekerja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, saatnya untuk berucap :&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;………………………………….Ketika…………………………….&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; telah memberkatimu.&lt;br /&gt;Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; telah tersenyum padamu.&lt;br /&gt;Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Allah SWT TAHU ....... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115868216635400372?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115868216635400372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115868216635400372' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115868216635400372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115868216635400372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/09/saatnya-diri-untuk-melangkah.html' title='SAATNYA DIRI UNTUK MELANGKAH'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115829046632180677</id><published>2006-09-15T10:11:00.000+07:00</published><updated>2006-09-15T13:00:35.900+07:00</updated><title type='text'>Teruntuk : My Bro..Akh Jundihasan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Horseswa.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/Horseswa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;Mengapa Kita Harus Senantiasa Tersenyum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Assalamualaikum…...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Teruntuk saudaraku Akh Jundihasan yang dicintai Allah..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Kabarmu brother ?....lama sekali rasanya kita tidak bersua dan berbagi mutiara hikmah. Sekitar jam 07.30 pagi tadi (beberapa menit yang lalu) saya sudah datang ke kantor tempat saya bekerja. Hidupin Komputer dan langsung membuka beberapa Web Blog, salah satunya blog punya antum. Saya baca posting terbaru antum “Sesuatu Yang Tidak Membunuhmu, Hanya Akan Membuatmu Semakin Kuat”. Begitu saya membacanya, rasanya : pikiran dan ruh saya langsung terbang keangkasa kehidupan saya yang sudah berlalu, mengaduk-aduk setiap episode dan setiap bagian dari ceritanya. Pengembaraan ruh itu akhirnya sampai dan berhenti pada detik dimana saat ini saya sedang bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, saya stuju sekali dengan ungkapan dan curahan hati antum. Kita memang pasti akan selalu menghadapai dan mengalami berbagai episode kehidupan. Jika didalamnya ada hal menyakitkan, itu sangatlah wajar, sepertihalnya jika hadir hal menyenangkan, itu juga hal biasa dalam kehidupan yang fana ini. Tidak ada yang perlu terlalu diistimewakan, juga tidak ada yang perlu terlalu didramatisir. Kita tidak perlu hiperaktif meloncat-loncat kegirangan ketika kita merasa senang, sepertihalnya tidak ada manfaatnya mengeluarkan air mata darah ketika kita terluka karena kesedihan dan himpitan beban kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-size:180%;color:#ffccff;"&gt;&lt;strong&gt;Hikmah” &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;itu memang ujung dari semuanya. Ini sebuah hal yang pasti, bahkan saya lebih suka menyebutnya sebagai sebuah “Aksioma” atau sebuah kebenaran yang tidak perlu diperdebatkan lagi. Pemahaman akan adanya hikmah inilah, sesungguhnya yang membuat kita akan selalu bisa tersenyum menghadapai setiap episode yang terus bergilir, walau pada awalnya mungkin ada kesedihan dan derai air mata. Mari kita lihat Sabda Sang Pencipta &lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(Q.S. Ali Imran : 191)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;My Bro…yang sholeh, sampai detik ini, dalam setiap perenungan saya, saya selalu merasa bahwa ujung dari setiap peristiwa adalah semata berisi Cinta dan Kasih sayang Tuhan kita akhi. Bahkan kini saya merasa jika Cinta &amp;amp; Rasa Sayang Allah pada saya jauh melebihi rasa Cinta dan Sayang diri saya pada diri sendiri. Saya rasa antum pun merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, setiap masalah pasti berujung penyelesaian dan kesenangan, seperti halnya ketika ada kesenangan kita juga harus bersiap tuk menghadapi masalah yang akan segera menjelang. Setelah malam, pasti akan berganti siang, demikian juga sebaliknya setelah Sang Surya membakar bumi, pasti giliran Sang Kegelapan yang menguasai dunia. Ada pergiliran kan ?…begitu juga dengan hidup kita. Ingatlah, ketika sebuah karet sudah teregang, disitulah saatnya karet itu akan terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita menghadapi masalah, ingatlah jika kita toh dulu pernah mengadapi sebuah masalah yang mungkin lebih berat dibandingkan masalah yang kini kita hadapi, tapi toh ujungnya selesai juga permasalahan tersebut. Benar apa kata Amru Kholid dalam buku “Sebening Mata Air”, Jika di dunia ini tidak ada kebahagiaan yang sempurna. Hanya di Surga lah adanya kebahagiaan yang sempurna itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Bro..yang tampan karena hati antum yang tampan, saya setuju denga ungkapan antum : &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Jika bukan karena keinginan kuat untuk menjadi lelaki yang bertanggungjawab, mungkin perjuangan ini telah berakhir sejak lama. Kalau bukan karena keyakinan yang kuat bahwa Sang Rasul mulia kini sedang menatap saya sambil tersenyum, mungkin sudah lama saya pergi dari sini”. Disini saya hanya ingin menambahkan satu kalimat lagi untuk antum, “Saya melakukan semua ini karena cita-cita tertinggi saya dalam kehidupan ini, yaitu…Saya ingin menjadi Kekasih-Nya..”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jaga kesehatan antum Akhi. Selamat berjuang yah, hadapilah hidup ini dengan senyuman. Saya percaya antum adalah Jundi yang tegar, karena memang mau tidak mau kita harus menjadi manusia yang tegar. Apalagi kita adalah laki-laki, yang esok atau lusa akan menjadi pemimpin dari sebuah samudra maha luas yang bernama “keluarga”, dimana sebuah beban berat menggunung di pundak kita, yaitu menyelamatkan anak istri kita dari siksa api neraka. Padahal, kita sendiri belum tentu selamat dari panasnya jilatan api neraka jahanam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Bro…Allah memberi karunia dalam hidup saya, dengan bertemu sosok insan yang begitu tegar dalam mengarungi beban kehidupanya. Satu hal yang selalu saya ingat dari ucapannya, “Saya Ikhlas dengan apapun kehendak-Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;IKHLAS….IKHLAS…IKHLAS…dan IKHLAS.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wallahhualam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;With Love...&lt;br /&gt;Al-Fakir Ilallah…..Your Bro Tea..Rafi.. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#000000;"&gt;Nb.&lt;/span&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ilustrasi 2 kuda gagah diatas, saya harap kita bisa seperti itu. Gagah dan tegar dalam menghadapi pengembaraan hidup kita, dengan segala kemisteriannya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115829046632180677?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115829046632180677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115829046632180677' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115829046632180677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115829046632180677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/09/teruntuk-my-broakh-jundihasan.html' title='Teruntuk : My Bro..Akh Jundihasan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115689626886444525</id><published>2006-08-30T06:58:00.000+07:00</published><updated>2006-08-30T07:04:28.943+07:00</updated><title type='text'>"Oiiiiiii..Brothers &amp; Sisters..Kita Buat Buku Yuk !!!"</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/014012b.0.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/014012b.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa kabar engkau semuanya, saudara dan saudariku di dunia maya tanpa batas ruang dan waktu, dimanapun engkau berada. Ini hanya sebuah lintasan fikiranku, yang ingin aku ceritakan kepada engkau semua. Selanjutnya jika engkau mau dan setuju, mari kita bersama-sama untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hikmah setelah aku mengembara di dunia Web Blog, aku tertantang untuk bisa mencurahkan sebuah ide maupun perasaan kedalam sebuah tulisan. Memang sih, aku merasa tulisanku masih sangat jelek dan gak menarik untuk dibaca, tapi minimal aku sudah merasa senang…karena aku kini sudah punya beberapa tulisan. Jelek atau bagus tulisannya, itu mah belakangan urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku coba membaca tulisan temen-temen di berbagai blog, seperti tulisan-tulisan Akh Jundihasan, Mba Fathy, Dik Pipi, Mba Izti, dll rata-rata tulisannya sudah sangat enak untuk dibaca, bahkan seringkali ketika mereka menulis sesuatu yang menyedihkan, aku turut larut dan merasakan duka di hati mereka. Demikian juga ketika membaca tulisan mereka yang lucu, aku seringkali senyum-senyum sendiri. Akhirnya, tanpa sadar kita semua akhirnya seperti saudara beneran, saling merindukan untuk terus dan terus berkunjung ke blog saudaranya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin aku sampaikan adalah, gimana kalau kita suatu saat nanti mengumpulkan tulisan-tulisan kita (kumpulan dari beberapa Blogger), lalu kita satukan dan kita jadikan sebuah buku. “Mungkin gak yah, kita buat buku ?”, pasti kemudian muncul pertanyaan ini di hati kita. Sy hanya ingin berkata, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jika kita bersungguh-sungguh dan bekerja keras, kita pasti bisa. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Gimana setuju gak nih, kalau kita nanti menyatukan tulisan-tulisan kita menjadi sebuah BUKU ?….&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, coba deh baca buku “Surat Cinta Kahlil Gibran Kepada May Zaidah”. Bukunya sangat bagus dan menyentuh. Kita gak usah buat surat cinta untuk saudara kita, tapi buat saja tulisan tentang perenungan-perenungan kehidupan kita, tapi gayanya seperti kita bercerita kepada saudara kita yang lain. Yah..kurang lebih seperti tulisan saya yang untuk Akh Jundihasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau silahkan saja kalau temen-temen punya gaya penulisan yang lain. Rencana buat buku ini tidak harus sesegera mungkin, yang terpenting mulai sekarang kita mulai serius melatih dan membenahi tulisan-tulisan kita supaya lebih berbobot dan punya arti. Insya Allah ini juga akan menjadi amalan dakwah bagi kita. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jadi…..Yuk Kita Buat BUKU !!!!…. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115689626886444525?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115689626886444525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115689626886444525' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115689626886444525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115689626886444525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/08/oiiiiiiibrothers-sisterskita-buat-buku.html' title='&quot;Oiiiiiii..Brothers &amp; Sisters..Kita Buat Buku Yuk !!!&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115689583024499165</id><published>2006-08-30T06:49:00.000+07:00</published><updated>2006-08-30T06:57:10.750+07:00</updated><title type='text'>Kemandekkan Inspirasi....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/041078b.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/041078b.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aih…apa yang terjadi dengan dirikuh ini yah. Kok rasanya muales &amp;amp; susah buanget menuangkan apa yang terlintas didalam pikiran kedalam bentuk tulisan. Padahal judulnya sih udah ada, garis besarnya juga dah kegambar mau dibawa kemana. Ihh..sebbellll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dengan dirikuh kali ini yah, kok jadinya gak konsen begono. Tolongin dong, balikkin dirikuh jadi kayak beberapa minggu yang lalu.he-he. Atau barangkali ini semua gara-gara fikiranku sedang terbang kesana kemari yah ?…he-he. Tapi ya udah lah, mau gimana lagi, daripada lupa, sy tulis aja rencana tulisan yang mau sy buat. Mudah-mudahan lain waktu bisa kubuat tulisan lengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33ff33;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Diantaranya :&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;"Lelaki Tua, Kurus Kering dan Sakaratul Maut"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Tentang seorang lelaki tua, kurus kering, yang terbaring sakit, kemudian perlahan tetapi pasti Sakaratul Maut datang menjelang, sampai akhirnya ruh itu pergi meninggalkan jasad nya yang fana. Yang tertinggal hanyalah sebuah jasad tanpa ruh yang terbujur kaku, 3 orang anak kandungnya beserta istri tercinta yang menangis tersedu-sedu. Peristiwa ini terjadi pada hari senin 24 Juli 2005 di Rumah Sakit Abdul Muluk, waktu itu kebetulan aku sedang menjenguk paman salah seorang teman sekaligus mendonorkan darahku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;"Berkaca dari kisah Jainudin Jidan, George Weah dan Muhamad Ali"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(berkisah tentang betapa sesungguhnya ketika kita mampu berprestasi, bukan hanya umat seagama yang menyanyjung dan menghormati, bahkan penduduk negeri lain dan berbeda agamapun menghormatinya. Pertanyaannya prestasi apa yang sudah kita buat dan berikan umat ini ?..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;"Juara-Juara Olympiade Fisika Itu. Lalu Kmana Para Aktivis Rohis itu ?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(Tentang mengapa harus mereka yang dominan menjadi juara-juara olympiade fisika dan sejenisnya. Kerinduan jika suatu saat yang menjadi juara itu nama-nama seperti Rafi Ramadhani Yusuf, Zulvani Aulia Yusuf, Jundihasan, Indra Fathiana, dan sejenisnya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;"Aku Hanyalah Seorang Pengembara Akhi.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Curahan untuk saudaraku Akh Jundihasan, tentang keinginan diriku untuk hanya dianggap manusia biasa, karena hawatir suatu saat engkau akan kecewa setelah mengetahui, sang diri tidaklah seperti yang engkau dibayangkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;"Tentang Sosok Sederhana dan Bersahaja yang Tegar Itu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Ini bercerita tentang sebuah sosok yang sederhana dan bersahaja, yang telah telah memilih jalan hidup setegar batu karang dan semandiri burung elang di angkasa. Terinspirasi dari seseorang………..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#6666cc;"&gt;"Berkaca dari Kehidupan dan Kematian Ustd. Rahmat Abdullah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Tentang sebuah perenungan sang diri, berkaca dari kisah kehidupan Seorang Syaikh Tarbiyah, sampai kematian menjelang. Ketika hidup, beliau begitu bermanfaat dan dibutuhkan oleh umat. Ketika kematiannya datang, dia ditangisi dan dioakan ribuan bahkan jutaan anak manusia. Ketika sang jasad fana sudah dikuburkan, dia tetap dikenang sebagai seorang insan yang sholeh. Lalu apa yang sudah kulakukan untuk umat ini ?.. Lalu ketika aku meninggal nanti, adakah yang akan menangisi dan mendoakan ?..lalu setelah jasadku terbujur di liang lahat..adakah insan yang mengenang kehidupanku ?.)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115689583024499165?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115689583024499165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115689583024499165' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115689583024499165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115689583024499165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/08/kemandekkan-inspirasi.html' title='Kemandekkan Inspirasi....'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115634494396586696</id><published>2006-08-23T21:54:00.000+07:00</published><updated>2006-08-23T21:55:44.073+07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah..Aku Sudah Kembali..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah Aku dapat kembali ke Bandar Lampung dengan Selamat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku sebenarnya sudah ada di Lampung sekitar 3 hari yang lalu, tetapi Allah memberiku karunia kepadaku dengan sakit Batuk dan Demam yang cukup parah (aku sebenarnya sudah sakit sejak dari Sumedang), sehingga baru hari ini aku dapat menemui kembali saudara-saudaraku di dunia maya.&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak hikmah dan pelajaran yang aku dapatkan selama kepergianku, insya Allah aku akan menuliskannya disini lain waktu, sebagai saksi dari pengembaraanku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jazakallah Khoir to My Brother ... Irwansyah yang telah rela menemani perjalanku untuk menjumpai bagian dari takdir ku. Engkau rela meninggalkan pekerjaanmu untuk sementara waktu, untuk menemani dan membantuku. Semoga Allah senantiasa melindungimu dan memberikan karunia terbaiknya untukmu. Ayo segera nikah Bro....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oh Iya..selamat untuk mba Fathy yg sebentar lagi akan wisuda&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat untuk kelahiran ponakan Teh Mpi..smoga kelak tumbuh jadi seorang anak yang sholeh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;To Akh Jundihasan..afwan akhi, sy kemarin belum sempet ke Bogor. Tapi insya Allah, suatu saat kita pasti akan dipertemukan oleh Allah SWT. Aku merindukan sapaan dan perhatian tulusmu Bro....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Allah berkenan memberikan karunia terindah-Nya untuk ku..aku pasti akan memberikan semuanya, untuk saudara-saudaraku yang telah dengan tulus mengingat nama ku di dalam hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115634494396586696?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115634494396586696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115634494396586696' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115634494396586696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115634494396586696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/08/alhamdulillahaku-sudah-kembali.html' title='Alhamdulillah..Aku Sudah Kembali..'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115513764620535643</id><published>2006-08-09T22:27:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T17:37:50.526+07:00</updated><title type='text'>Aku Pamit Mau Pulang Dulu Yah..Sebentar</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/ganteng%20bo2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Assalamualaikum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Insya Allah, hari Kamis malam tanggal 10 Agustus besok, aku akan pulang ke tanah kelahiranku, di bawah Gunung Tampomas. Alhamdulillah aku dapat jatah cuti, melepaskan beban pekerjaan, untuk sejenak menarik napas. Aku ingin ketemu mamah dan bapa, aku rindu adik ku, aku kangen sama kucing tercintaku, aku ingin menghirup segarnya udara di kaki Gunung Tampomas itu. Aku juga punya misi teramat besar dan berat dalam kepulanganku kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk sementara waktu aku ingin berpamitan kepada engkau semua, saudara-saudaraku di dunia maya ini. Percayalah, aku akan sangat merindukan kalian semua, walau mungkin engkau tidak terlalu peduli siapa adanya diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku pergi, ijinkah aku berpesan untuk :&lt;br /&gt;## &lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Akh Jundihasan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, semoga engkau senantiasa istiqomah di Jalan-Nya, serta berjalan di jalan dakwah yang telah engkau pilih. Ingatlah, jika aku telah menempatkan engkau dalam memori hati terdalamku. Semoga Allah senantiasa melindungimu dan memberikan karunia-Nya dalam setiap langkah kakimu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;## &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Teh Mpi&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pengerjaan skripsimu. Maaf jika aku hanya bisa bisa berkata Ber Tawakal dan Berikhtiarlah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;** &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Untuk Mba Fathy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, bersabarlah, apapun hasil sidangmu kemarin, aku merasa tidak ada ruang dan tempat untuk bersedih. Aku melihatnya hanya ada ruang untuk engkau tersenyum dan bersyukur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk saudaraku yang tidak bisa aku sebut satu persatu, terimakasih engkau sudah sudi mampir ke dalam hatiku, terimaskih engkau telah sudi meluangkan waktu mendengar suara nuraniku. Semoga Allah SWT melimpahkan cahaya-Nya kepada dada-dada kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mohon satu hal pada kalian semua saudaraku, sebuah Doa :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;em&gt;Doakan aku supaya tetap istiqomah di dalam pengembaraanku, doakan aku tidak tersasar dan terjatuh di jalan yang salah. Doakan supaya aku tidak terbelenggu oleh dunia, doakan supaya aku bisa menggenggam dunai ini dalam genggaman tanganku, dan bukan dalam genggaman hatiku. Doakan aku, supaya Allah senantiasa membimbing setiap lintasan pikiran, perkataan, perbuatan, tatapan mata dan langkah kakiku. Ingatlah, jika doa kalian adalah Pohon tempatku berteduh, Oase tempatku melepas dahaga.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Dan untukmu……kita dipertemukan di jalan dakwah ini….&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa membimbing hati kita dengan sebuah niat yang suci dan lurus. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sekali Lagi, aku PAMIT pada kalian semua, Insya Allah satu minggu kedepan aku akan kembali untuk kalian semua. Itupun jika Allah masih mengijinkan aku dapat tetap menghirup indahnya mentari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000000;"&gt;INGATLAH, AKU AKAN SANGAT MERINDUKAN KALIAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Your Brother&lt;br /&gt;Rafi Ramadhani Yusuf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;N.B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Ya Rabb, hamba mohon pada-MU,&lt;br /&gt;Ampunilah hamba…atas kesalahan hamba..&lt;br /&gt;Engkau telah menunjukkan karunia terindah-Mu untuk ku&lt;br /&gt;Hamba mohon, luruskanlah hati hamba…&lt;br /&gt;Hamba yakin dengan sepenuh jiwa,&lt;br /&gt;Engkau hanya ingin memberi yang terbaik untukku..&lt;br /&gt;Seindah pertemuan di jalan dakwah ini &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga ini seperti bertemunya Rasulullah Muhammad SAW…..&lt;br /&gt;Semoga ini seperti bertemunya Ali….&lt;br /&gt;Semoga ini seperti bertemunya orang-orang sholeh itu…&lt;br /&gt;Sebuah orientasi, yang hanya karena sebuah alasan..IBADAH…&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;(dalam genangan air suci di sepertiga malam terakhirku) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Semoga Allah senantiasa melimpahkan cahaya-Nya ke dalam dadamu, atas namaku.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115513764620535643?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115513764620535643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115513764620535643' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115513764620535643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115513764620535643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/08/aku-pamit-mau-pulang-dulu-yahsebentar.html' title='Aku Pamit Mau Pulang Dulu Yah..Sebentar'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115513723693399729</id><published>2006-08-09T22:15:00.000+07:00</published><updated>2006-08-09T22:43:20.756+07:00</updated><title type='text'>Tentang Hakikat Waktu, Kehidupan &amp; Akhirat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/prajurit%20chainsaw.1.1.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/prajurit%20chainsaw.1.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Assalamualaikum….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Teruntuk :&lt;br /&gt;Engkau, siapapun adanya dirimu….&lt;br /&gt;Yang sudi menganggap aku sebagai saudaramu….&lt;br /&gt;Yang sudi menempatkan diri yang hina ini dalam relung hati suci mu….&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan aku berdiri dihadapanmu, ijinkan aku tersenyum dengan senyum terindah yang bisa aku lakukan. Ijinkan aku menatap mata indahmu, dengan sayu nya tatapan mataku. Ijinkan aku menguntai ungkapan salam keselamatan, untuk hidup dan kehidupanmu dunia akhirat. Ijinkan aku kembali mengajak serta dirimu dalam pengembaraan ruhku di dunia penuh hikmah dan pelajaran, karena aku kembali akan mulai melangkahkan kaki ku yang lemah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..sudahkah kita merenungkan Sabda Tuhan Kita :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (Q.S. Al-Hadid : 20)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Iya, begitu Pencipta Ku, juga Pencipta-Mu bersabda dalam kitab suci panduan hidup seluruh manusia. Jika hidup ternyata hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Permainan dan senda gurau yang justru sering kali membuat hidup kita yang singkat ini hanyalah habis untuk bermain dan bersenda gurau belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…mari kita lihat indahnya hijau dedaunan di rimbunanya pohon di luar sana. Besok pagi kita hanya akan melihatnya teronggok di atas tanah dengan warna tak lagi hijau, tapi hanyalah sebuah sampah berwarna kuning. Posisi kita sama dengan selembar daun itu, kita hanyalah makhluk yang juga diciptakan-Nya, kita juga pasti akan berguguran, jatuh teronggok, kembali hancur dan menjadi sampah. Tahukan engkau saudaraku, nun di akhirat sana, ternyata bukanlah hanya ada indahnya taman Surga, tapi juga ada getirnya belantara Neraka. Di akhirat nanti ada azab yang sangat keras, begitu Tuhan-Ku bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku….&lt;br /&gt;Apakah kita sudah termasuk insan yang berakal ?, karena bagi insan yang berakal, ia memahami &lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;jika waktu baginya adalah hembusan nafasnya. Setiap detik yang berlalu darinya adalah pertanda usia yang berkurang, sehingga ia akan mengisi setiap detik dari kehidupannya dengan semangat produktivitas yang lebih baik dan bermutu, karena didasari pemahaman bahwa Allah akan bertanya tentang usianya dan masa mudanya dilalui seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku….&lt;br /&gt;Apakah kita telah memahami ?..jika sang waktu bagaikan pedang , jika engkau tidak memenggalnya (memanfaatkannya dengan baik), maka engkkau akan terpenggal olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;Apakah kita sudah membuat rencana tentang masa depan kita ?..karena kata orang bijak, &lt;span style="font-size:130%;color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;membuat rencana untuk masa depan adalah bukan menentukan apa yang harus dikerjakan esok hari, justru seharusnya menentukkan apa-apa saja yang akan dikerjakan hari ini, untuk menyongsong hari esok.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah semakin gelap, cukup sudah engkau menyertai pengembaraanku. Terimakasih engkau telah sudi menemaniku berjalan di jalan indah ini. Terimakasih engkau sudi mendengar bisikan nuraniku dalam diam suaramu. Terimakasih engkau sudi menatap sayunya mataku yang terlalu lelah melangkah dalam jalan yang salah. Terimakasih untuk semua yang pantas aku ucapkan kata terimakasih untukmu. Aku akan terus melangkah, dan cukuplah engkau sampai disini, aku tidak kuasa melihat engkau berjalan kelelahan, aku lebih bahagia jika engkau dapat beristirahat dengan tenang dalam peraduan kedamaian di dalam sejuknya kelambu ruang hatimu yang damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT senantiasa memberikan cahayanya kepadamu saudaraku, siapapun adanya dirimu, yang kini membaca tulisan ini, karena aku sangat mencintaimu, walau mungkin engkau tidak perduli dengan keberadaanku. Semoga Allah SWT melimpahkan karunia-NYA untumu. Andaikan aku juga mendapat karunia terindah dari-Nya, pasti akan aku berikan seluruhnya kepadamu, karena aku mencintaimu dengan setulus hati, karena engkau adalah saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;Your Brother…&lt;br /&gt;Rafi Ramadhani Yusuf..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115513723693399729?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115513723693399729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115513723693399729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115513723693399729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115513723693399729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/08/tentang-hakikat-waktu-kehidupan.html' title='Tentang Hakikat Waktu, Kehidupan &amp; Akhirat'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115513638508196115</id><published>2006-08-09T22:10:00.000+07:00</published><updated>2006-08-09T22:13:06.336+07:00</updated><title type='text'>Olahraga &amp; Buah-Buahan Yang Membantu Pembakaran Lemak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Teruntuk semua saudaraku&lt;br /&gt;   di Dunia Maya Tanpa Batas Ruang dan waktu..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi siang, aku membaca sebuah Tabloid Mingguan,  yang namanya “AURA”,  Edisi No. 29/TH X Minggu Ke- 1, 2 – 8 Agustus 2006. Ada sebuah artikel yang sangat baguas dan bermanfaat, dengan judul “Buah Yang Membantu Pembakaran Lemak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini disebutkan, berdasarkan hasil riset terkini, ternyata beberapa jenis buah-buahan dapat membantu proses pembakaran lemak. Buah-buahan tersebut antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      APEL.&lt;br /&gt;Buah Apel merupakan jenis buah-buahan yang kaya serat dan tidak mengandung kalori dari lemak. Berdasarkan hasil sebuah studi di Brazil, wanita yang makan tiga (3) buah apel dalam sehari, terbukti dapat menurunkan berat badan tiga (3) Pon dalam tiga (3) Bulan. Dalam riset lainnya,  wanita yang makan apel setiap hari dengan disertai olahraga secara teratur mengalami penurunan berat badan sekitar 17 Pon dalam tiga (3) bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      NANAS&lt;br /&gt;Satu Cup Nanas kalengan memberikan 43 % angka kecukupan gizi chromium, sejenis mineral yang menunjukkan dapat mencegah rasa lapar. Dalam sebuah studi mendapatkan 600 mcg mineral ini yang dapat menghentikan rasa ingin ngemil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, terkait dengan kegiatan olahraga yang dilakukan secara teratur dan terukur, ternyata memberikan manfaat yang sangat banyak sekakali. Menurut para Dokter dari Harvard, jalan kaki selama 30 menit, hampir di setiap hari dalam seminggu, dapat menurunkan resiko penyakit serius sampai 30 %, dan memperpanjang umur sampai 8 tahun hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), sejenis zat kimia anti penuaan yang meremajakan kulit, jantung, liver, otot-otot, sistem imun dan lain sebagainya.  Hanya olahraga sebentar, dapat meningkatkan sampai 4 X lipat. Hasilnya, kita akan memiliki resiko yang lebih rendah terhadap penyakit kanker, osteoporosis, masalah-masalah kardiopaskular dan berbagai penyakit lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, begitcu ceritanya. Jadi, kesimpulannya dah jelas, makan buah-buahan dan olahraga teratur itu buagus banget buat kesehatan kita. So..ayo kita mulai rajin olah raga., mau sekedar jalan kaki, lari pagi, beladiri, fitnes, atau olahraga apapun asalkan kita lakukan dengan teratur. &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115513638508196115?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115513638508196115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115513638508196115' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115513638508196115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115513638508196115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/08/olahraga-buah-buahan-yang-membantu.html' title='Olahraga &amp; Buah-Buahan Yang Membantu Pembakaran Lemak'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115479014233803279</id><published>2006-08-05T21:54:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T17:42:55.940+07:00</updated><title type='text'>Senam Aerobik PKS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/ganteng%203.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Hari ini hari yang cukup melelahkan. Bayangin ajah, sekitar jam 06.30 aku harus sudah berangkat menuju Gedung Serba Guna, Islamic Center Provinsi Lampung, dan baru pulang jam 17.30 sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini, aku ditunjuk untuk ikut TOT Senam Aerobik PKS. Kebetulan ada senam aerobik baru yang dibuat oleh salah seorang kader PKS, dan senam aerobik ini sudah dicanangkan oleh Pak Tifatul Sembiring menjadi senam wajib para kader PKS. Bahkan kalau gak salah sih, rencananya tanggal 10 September nanti akan diadakan Senam Aerobik masal oleh para kader PKS Se - Indonesia, dan nantinya akan masuk Rekor MURI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ngomong-ngomong tentang materi aerobik tadi, jujur yah, aku kok salah muluw yah..he-he, lupa terus. Jadi malu, padahal di barisan belakang ada akhwat-akhwat yang ikut TOT juga. he-he. Tapi seneng juga sih, gerakannya emang bagus buanget, bikin keringetan. Rencananya hari minggu besok masih akan dilanjutkan. Bayangin ajah, hari sabtu ini seharian baru beres bagian Pemanasan dan sedikit Senam Inti. Besok rencananya melanjutkan Senam Inti dan Cooling Down. Mudah-mudahan ajah bisa hapal yah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mungkin karena push – up, Sit – Up dan sejenisnya, serta ngangkat barbel, itu semua kayaknya membuat aku jadi agak kaku. Makanya kok pas tadi senam aerobik kayaknya jadi kurang begitu lincah. He-he. Mudah-mudahan kalau sudah sering dan hapal, udah gak terlalu kaku lagi. Tapi, aerobic emang asik juga kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mau ikut Senam Aerobik PKS gak nih ?..buagus banget lho…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;n.b.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oh iya, akhirnya hari yang mendebarkan itu tiba juga, Insya Allah jika tidak ada perubahan hari Senin tanggal 7 Agustus 2006. Allah menunjukkan kuasa dan kebesarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba serahkan sepenuhnya kepada-Mu Ya Rabb. Hamba hanya berikhtiar, Engkaulah yang akan menentukan segalanya. Tapi sungguh hamba telah berikrar kepada-Mu, jika hamba akan dan telah memasrahkan semuanya dan segalanya kepada-Mu. Karena aku yakin, Sang Kekasih pasti akan memberikan yang paling maslahat untuk kehidupan dunia &amp;amp; akhiratku, untuk kehidupanku. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Luruskanlah hati hamba Ya Rabb !!!. Apapun keputusannya nanti, berikan hamba kekuatan untuk tetap bahkan lebih mencintai-MU. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115479014233803279?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115479014233803279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115479014233803279' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115479014233803279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115479014233803279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/08/senam-aerobik-pks.html' title='Senam Aerobik PKS'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115436168693167867</id><published>2006-07-31T22:56:00.000+07:00</published><updated>2006-08-23T21:20:57.933+07:00</updated><title type='text'>Antara AKU, CINTA dan KEPASRAHAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Senjata%20tea.0.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/Senjata%20tea.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan, lahir ke muka bumi lengkap dengan garis tangan dan takdirnya masing-masing. Bahkan sesungguhnya, garis kehidupan itu sudah ada jauh sebelum jasad dan ruh kita dilahirkan ke dunia yang fana ini. Semuanya telah diatur, melingkupi seluruh pernik kehidupan kita, mulai dari yang terkecil, sampai yang terbesar. Kita hanya harus berusaha menapaki kehidupan kita, pada akhirnya.. takdir Sang Kuasa lah yang akan menentukan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;CARILAH CINTA&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;By. Raihan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Carilah cinta yang sejati&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah pada-Nya&lt;br /&gt;Carilah cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Yang hanya padanya yang Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah cinta yang abadi&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah pada-Nya&lt;br /&gt;Carilah kasih yang kekal selamanya&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah pada Tuhan-MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam mencari cinta yang sejati&lt;br /&gt;Banyaknya ranjau yang ditempuhi&lt;br /&gt;Di dalam menapat cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Banyaknya onak yang di dilalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun janji-Nya&lt;br /&gt;Kepada hambanya&lt;br /&gt;Tidak pernah dimungkiri&lt;br /&gt;Dan tidak pernah melupakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah kepada Tuhanmu&lt;br /&gt;Karena ialah cinta hakiki&lt;br /&gt;Karena ialah cinta hakiki&lt;br /&gt;Karena ialah cinta yang hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;MUNAJAT&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;By. Robbani&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….kubisikan, kerinduan, keinsyafan, pengharapan&lt;br /&gt;Tuhan….kusembahkan, pengorbanan, membuktikan kecintaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikanku untuk-Mu,&lt;br /&gt;Munajatku mohon restu&lt;br /&gt;Semoga cintaku bukan palsu&lt;br /&gt;Ada desiran penuh syahdu&lt;br /&gt;Gelombang lautan rinduku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munajat ku dalam syahdu&lt;br /&gt;Merindui maghfirah-Mu&lt;br /&gt;Mardiyah-Mu dalam restu&lt;br /&gt;Harapan tulusnya hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurindukan pimpinan-Mu&lt;br /&gt;Keaguangan-Mu dalam doaku&lt;br /&gt;Kebesaran pada kudrat-Mu&lt;br /&gt;Ia membela ruhaniku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian kepahitan, didalam kehidupan&lt;br /&gt;Kabarnya ada kemanisan….&lt;br /&gt;Kenangan dan kebahagiaan&lt;br /&gt;Bayangan surga idaman &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115436168693167867?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115436168693167867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115436168693167867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115436168693167867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115436168693167867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/antara-aku-cinta-dan-kepasrahan.html' title='Antara AKU, CINTA dan KEPASRAHAN'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115436131514183376</id><published>2006-07-31T22:54:00.000+07:00</published><updated>2006-08-23T21:30:44.346+07:00</updated><title type='text'>"BATMAN BEGINS"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Batman%20Begins.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/Batman%20Begins.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;teruntuk saudaraku...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kabar dirimu hari ini ?.., apapun kondisi fisikmu, semoga ruh dan hatimu senantiasa penuh dengan harumnya bunga-bunga di dalam taman hatimu. Langit di sini sedang mendung, ada kuasa sang awan hitam, menggelayut di angkasa biru. Entahlah, apa yang akan terjadi, hujan barangkali, tapi sungguh bagiku tidak terlalu penting apakah sebentar lagi sang bumi akan dibasahi tetes air hujan ataukah sang awan hitam akan segera menyingkir dari kuasa sang angkasa biru. Bagiku kini, hujan ataupun terang, sama-sama nikmat yang tak terkira indahnya, seindah pnciptaan ruhku, penciptaan jasadku dari tanah yang berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan hari ini aku mengetuk pintu hatimu, aku hanya ingin berbagi cerita denganmu. Walau engkau hanya bisa membisu, dan aku hanya bisa melihatmu tersenyum dalam bayang maya lamunanku. Aku ingin bercerita tentang sebuah Film berjudul “BATMAN BEGINS”, yang kemarin malam aku tonton. Kebetulan, ada teman kerjaku yang hobi buanget nonton film sekaligus koleksi VCD or DPD, dan dia baru saja membeli VCD original film &lt;span style="font-size:180%;color:#000000;"&gt;“BATMAN BEGINS”&lt;/span&gt;. Akhirnya, aku justru yang nonton duluan daripada dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks To My Friend, SoeHeri alias Dodi Revinaldo atas pinjaman VCD nya. Oh ia, kalau engkau membaca kembali tulisanku di awal Blog ku, aku pernah menuliskan nama dia. Dia memang orang pertama yang memperkenalkan aku dengan dunia Blog, sekaligus dialah yang telah membantuku membuatkan Blog, yang aku beri nama &lt;a href="http://www.suara-nurani.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;www.suara-nurani.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sekali lagi, Hatur Nuhun Pizan To SoeHeri, moga Tuhan senantiasa memberikan cahaya kedalam dadamu, semoga engkau juga segera menemukan Seorang Wanita yang engkau dambakan akan menjadi teman hidupmu. Sabar saja ya Brother, Allah pasti akan memberikan wanita yang terbaik untukmu, mempertemukanmu dengan seorang wanita yang akan menjadi Permaisurimu, Belahan Jiwamu, Ruh yang bersemayam dalam rongga dadamu. Terus berikhtiar dan Berdoa aja yah, sekalian doain aku juga!!!, soalnya nasib kita suama bro, he-he. Bagi yang ingin tahu siapa dan bagaimana profil temanku ini, bisa lihat di Blog dia &lt;a href="http://www.Padasuatuketika.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#6600cc;"&gt;www.Padasuatuketika.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Yang jelas orangnya guanteng dan lucu, walau kayaknya sih, masih lebih guanteng dirikuh sedikit (he-he…walah narsis yah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, film terbaru si manusia kelelawar ini sangat bagus dan menyentuh sekali. Tidak semata ada bak-bik-buk pukulan dan tendangan, tidak juga semata ada dar-der-dor suara tembakan senjata api, atau tang-teng-tong suara benturan pedang panjang. Di film ini aku menangkap ada sejuta makna tentang kasih sayang seorang ayah dan ibu pada anak tercintanya, cinta dan pengabdian seorang anak pada orang tuanya, ketulusan dan kekuatan cinta, ketakutan sekaligus keberanian, kelemahan sekaligus heroisme dan semangat kepahlawanan, dendam dan memaafkan, kebencian sekaligus kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini menceritakan si manusia kelelawar ketika masih kecil, kemudian ditinggal mati kedua orang tuanya yang dibunuh seorang penjahat, keprustasiannya menghadapi kehidupan dengan dendam membara sekaligus ketakutan yang menghimpit jiwa, awal kebangkitan ruh dan jiwanya dari keterpurukan, perang batin dan perjuangannya membela sebuah prinsip hidup yang dipegangnya, sampai perjuangan untuk menjadi seorang pemberani yang bisa mengalahkan dirinya sendiri sekaligus mengalahkan dan menghancurkan musuh-musuhnya yang akan menghancurkan hidupnya serta kota tercintanya, yang akan menghancurkan kemanusiaan dan cinta yang diagungkannya. Kemudian jadilah ia seorang laki-laki dewasa yang disebut “B A T M A N”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan dan resapi dialog antara Ayah Batman, Batman Kecil dan Albert (Pelayan Setianya) ketika batman kecil jatuh kedalam lobang sumur yang dipenuhi kelelawar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batman Kecil : “Aduh , Sakit ayah”.&lt;br /&gt;Father : “Tidak apa-apa, kau akan baik-baik saja”.&lt;br /&gt;Albert : “Jatuhnya tinggi sekali tuan ?, mengapa jatuhya bisa setinggi itu ?..”&lt;br /&gt;Father : “Iya, jatuhnya memang sangat tinggi, dan itu tidak jadi masalah, karena ketika kita terjatuh, akan membuat kita bisa belajar untuk bangkit kembali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resapi maknanya, rasakan aliran semangat dan kebijakan kehidupan tentang makna sebuah kejatuhan, &lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;“KETIKA TERJATUH, SESUNGGUHNYA HAL ITU MEMBERI KESEMPATAN AGAR KITA BISA BELAJAR UNTUK BANGKIT KEMBALI”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Engkau mau tahu mengapa BATMAN menggunakan KELELAWAR sebagai simbol perjuangannya ?, padahal kelelawar adalah makhluk yang paling ditakutinya ?. Jawaban BATMAN adalah : &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;“Makhluk ini adalah yang paling aku takuti dalam hidupku, kini saatnya aku menggunakan ketakutanku untuk mengalahkan diriku sendiri sekaligus untuk mengalahkan kejahatan yang ada disekitarku”. Iya, ketakutan kita pada sesuatu, apabila kita bisa menyikapinya dengan bijak, justru akan bisa menjadi sumber kekuatan kita yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku memang sangat suka dengan film-film yang menggambarkan sisi perjuangan, pengorbanan, kepahlawanan, heroisme, cinta, militansi dan perjuangan tokoh-tokohnya yang bahkan rela dirinya menderita bahkan walaupun harus sampai kehilangan nyawanya sendiri demi sebuah prinsip hidup yang diperjuangkannya, demi membela orang-orang yang dicintainya, demi negara yang mempercayainya, demi kehormatan dan kemuliaan diri dan prinsipnya. Film-Film seperti : &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33ff33;"&gt;The Last Samurai (Tom Kruis), Saving Private Rian (Tom Hank), Fearless (Jet Lee), The Myth (Jacky Chan), Batman Begins (Christian Bale), Ong-Bak (tentang petarung Thai Boxing), Thai Chi Master (Jet Lee), The Flying Dagger (Andy Lau).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; merupakan film-film yang sangat berkesan, sekaligus memberi inspirasi dalam menciptakan prinsip-prinsip kehidupanku. Oh iya, aku juga suka dengan serial TV yang di Indosiar itu lho, yang tokoh utamanya seorang juru masak bernama “JANG GEM”. Kalau judulnya lupa lagih. Kalau aku pulang kerja masih sore, aku pasti nongkrong di depan TV menyaksikan perjuangan si Jang Gem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, saat ini, hari tetaplah mendung, sang surya masih tetap tertutup kuasa sang awan hitam. Rasanya aku suduh cukup bercerita tentang BATMAN kepadamu, sebentar lagi waktu dzuhur dan saatnya aku kembali menuju tempat yang aku cintai, masjid Ad-Dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah engkau seperti Batman, yang berhasil mengolah dan memahami makna sebuah kelemahan sang diri, kemudian dipergunakan untuk kemuliaan dan keberhasilan kehidupanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan cahayaya ke dalam dadamu, dan semoga Allah senantiasa melindungimu, karena Dia mencintaimu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah dulu yah…….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Your Brother…&lt;br /&gt;Rafi Ramadhani Yusuf&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115436131514183376?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115436131514183376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115436131514183376' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115436131514183376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115436131514183376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/batman-begins.html' title='&quot;BATMAN BEGINS&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115409547768445003</id><published>2006-07-28T20:59:00.000+07:00</published><updated>2006-07-28T21:04:37.726+07:00</updated><title type='text'>"Antara Cinta, Aku dan Ketidaksempurnaan"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/KEBUN%20SAWIT3.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/KEBUN%20SAWIT3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Assalamualaikum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai engkau yang bersemayam dalam rongga dadaku, siapapun adanya dirimu,  ijinkan aku menggangu damai kesendirianmu. Aku hanya ingin berbagi cerita denganmu, cerita tentang aku dan apa yang ada dalam diriku, cerita tentang kesempurnaan dan makna ketidak sempurnaan, termasuk berbicara tentang makna cinta, setidaknya tentang makna cinta yang bisa mengerti. Aku tidak memintamu untuk mendengarkan apa yang terdengar dari bibirku, aku hanya meminta engkau merasakan makna yang bersemayan dalam ruh ku ketika engkau mendengar ceritaku. Aku tidak meminta engkau untuk mau mengerti, aku hanya meminta ijinmu supaya aku dapat mengerti tentang dirimu, lewat cerita tentang diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah aku. Aku bukan orang lain dan tidak seperti orang lain. Memang seringkali aku ingin berubah menjadi sosok orang lain yang kuanggap lebih dari diriku, tapi begitu aku mulai melangkah untuk bisa menjadi orang lain, aku selalu dan selalu gagal. Kadang disatu sisi aku berhasil menjadi orang lain, dan di satu sisi yang lain, aku tetaplah diriku sendiri. Aneh memang, ketika aku berubah menjadi sosok yang lain walau hanya sedikit sisi saja, justru tidaklah seindah dan senyaman yang dibayangkan, justru yang ada hanyalah kesedihan, kegundahan, ketertekanan dan rasa tak terdepinisi lainnya. Akhirnya aku sadar, jika aku adalah aku dengan segala keunikannya, aku tidak akan pernah bisa menjadi orang lain, seperti halnya orang lain tidak akan pernah bisa menjadi diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah Aku dengan segala sisi dan pernak perniknya. Ada sisi positip juga banyak sekali sisi negatip nya. Kesimpulannya, dalam sosok diriku tergambar dua buah hal yang terkandung dalam jiwa yang sama, kelebihan dan kekurangan. Terkadang aku begitu gembira ketika saatnya sisi positipku yang muncul kepermukaan, seperti gembiranya sang bumi ketika tiba saatnya sang mentari menyingkap tabir gelap sang kuasa malam. Terkadang aku begitu sedih dan gelisah ketiba saat sisi negatip dan kelemahanku yang mendominasi jiwaku, seperti sedihnya sang bumi ketika sang surya harus tenggelam dan berganti kuasa sang kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku berpikir, mengapa tidak hanya sisi positip yang ada dalam diriku ?, Bagaimanakah caranya aku memusnahkan segala sisi negatip yang bersemayan dalam bagian jiwaku ?. Sempurna, itu barangkali ungkapan yang paling tepat ketika kita memiliki hanya sisi positip. Tahukan engkau saudaraku, semakin aku berambisi menuju titik kesempurnaanku, justru semakin aku sadar betapa menggunungnya kelemahanku, aneh memang. Akhirnya aku harus mengalah dan berdamai dengan takdir penciptaanku, jika aku memang tidak akan pernah menjadi sempurna, tidak akan dan tidak akan pernah. Ketidaksempurnaan adalah sebuah aksioma yang tidak perlu diperdebatkan, karena itu adalah otoritas dan milik Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, itu dulu, dulu ketika ambisi menuju titik kesempurnaan diriku tidaklah terbingkai oleh pemahaman akan sipat kemanusiaanku dan hakikat penciptaanku. Tahukah engkau, ketika ambisi kesempurnaanku mencapai masa kejayaannya, aku bukan hanya berharap akan adanya kesempurnaan dalam diriku semata, tetapi juga sebuah ambisi untuk melihat dan mendapatkan kesempurnaan yang sama dari orang lain. Dengan kata lain, ketika ambisi kesempurnaan itu melingkupi sang ruh, kita senantiasa melihat orang diluar kita sangatlah jauh dari kata kesempurnaan, tidak seperti kesempurnaan yang kita angankan. Tahukah engkau apa yang selanjutnya terjadi ?, aku kecewa ketika ternyata aku justru semakin terpuruk dengan ketidaksempuranaanku, dengan tumpukan kelemahan dalam jiwaku yang semakin menjulang tinggi. Disisi yang lain, muncul kekecewaan ketika kita hanya bisa melihat ketidak sempurnaan yang sama pada orang lain diluar diri kita, yang sangat kita dambakan kesempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun dan bagaimanapun yang terjadi dan bergolak dalam pengembaraan ruh dan jiwa ku, sudah sebuah kepastian jika roda waktu akan terus berputar, seperti keniscayaan berputarnya sang bumi mengitari kuasa sang surya. Suatu waktu, Sang Maha Kuasa menunjukan kasih sayangnya kepadaku, dengan menunjukan padaku tentang betapa menggunungnya kelemahanku, betapa lemahnya diriku, betapa banyaknya sisi negatipku….betapa dan betapa tidak sempurnanya aku. Ruh dan jiwaku pun kemudian mengkerut, seperti halnya daun putri malu yang mengkerut ketika ada sebuah tangan yang menumbuk permukaannya. Ruh dan jiwaku seakan terus dan terus mengkerut, mengkerdil seakan tak kuasa lagi untuk mengangkat dada tanda keangkuhan dan ambisi yang menggelora akan sebuah kata kesempuraan. Aku terdiam dan terdiam, aku merenung dan merenung. Aku merintih walau tanpa suara, aku menangis, aku menjerit walau hanya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, seiring dengan pergantian malam menjadi siang, seperti halnya tanah kering yang berubah menjadi basah oleh tetesan sang air hujan, bersama dengan terus berdetaknya sang waktu, membuatku semakin tersadar akan siapa adanya diriku dan betapa tidak sempurnanya diriku. Sejak itu, aku bisa lebih bijak dalam memandang kehidupan, memandang makna kesempurnaan dan ketidak sempurnaan, tentang siapa adanya diriku dengan segala sisinya dan memandang orang lain juga dengan berbagai sisi dan ketidaksempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air hujan begitu dinantikan sang bumi untuk membasahi tanah yang kering kerontang, juga dinantikan sang pohon dan makhluk fana bernama manusia, ketika sang hujan datang, dia begitu dinanti dan disyukuri, tapi ketika sang hujan semakin besar, sang manusia seringkali justru memandang hujan dengan sorot mata kebencian, andaikan bisa tentu ingin segera menghentikan tetes air hujan itu. Itulah bukti nyata ketidaksempurnaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah aku dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dan itulah pertanda ketidaksempurnaanku sebagai makhluk. Dan orang lain adalah orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dan itulah pertanda ketidaksempurnaannya sebagai makhluk. Aku sebagai makhluk tidak sempurna dan engkau juga makhluk yang tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah aku dengan segala sisinya, dan dengan segala yang ada padaku aku harus menggunakannya dengan sepenuh hati dan jiwa untuk terus dan terus berjuang mengarungi pengembaraanku. Kelebihanku adalah sebuah modal berharga dalam pengembarannku, seperti halnya kelemahanku adalah sumber inspirasi untuk mencari dan mencari energi untuk mengarahkannya, sekaligus berusaha merubahnya menjadi sisi yang positip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah aku dengan segala sisinya, dan aku yang kini hidup adalah aku yang berusaha proporsional melihat kehidupanku dengan segala pernak perniknya. Aku yang kini hidup adalah aku yang tidak lagi berambisi melihat dan mendamba adanya kesempurnaan pada diriku juga pada dirmu dan pada orang lain, untuk menjadi sosok yang sempurna, sesempurna angan dan ambisi yang ada dibalik ketidaksempurnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku adalah sosok yang tidak sempurna, mengapa aku harus mendamba jiwa lain, dirimu dan dirinya harus menjadi sosok yang sempurna ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh aku  merasa lebih damai dengan prinsip sederhana ini, ketika aku bisa berdamai dengan takdirku, seperti halnya aku bisa berdamai melihat segala kelebihan yang ada pada ruh diluar sang diri. Aku bisa menerima adanya kelemahanku, sepertihalnya aku lebih terbuka menerima adanya kelemahan pada diri diluar sang diri, juga pada dirimu. Kelemahan adalah sebuah keniscayaan, dan letak masalah sesungguhnya bukan pada kelemahan itu sendiri, tetapi pada penyikapan kita terhadap adanya kelemahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  bisa mencintai diriku dengan segala kelebihan dan kelemahanku, sepertihalnya aku akan selalu berusaha untuk mencintai dan menyayangi ruh di luar sang diri, dengan segala kelebihan juga kelemahannya. Aku tidak akan bertanya apa kelebihanmu dan apa saja kekuranganmu, karena tanpa engkau menceritakannya, aku sudah tahu jika pasti ada setumpuk kelebihan bersemayam dalam dadamu, bersama segunung kelemahan bercokol dalam sisi dadamu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  hanya ingin berkata, aku bisa menerima ruh lain, ruh mu dengan utuh. Aku berjanji untuk mensyukuri segala kelebihanmu dan aku akan mencintai segala kelemahanmu seperti halnya aku mencintai kelebihanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan pernah meminta engkau, siapapun adanya dirimu untuk bisa mencintai kelemahanku, untuk mencintai diriku dengan utuh, seutuh langit dan bumi, seutuh terang dan kegelapan. Karena bagiku, bisa mencintaimu dan mencintai orang lain dengan tulus dan utuh telah cukup untuk membuatku tersenyum dan merasa bahagia. Aku tidak akan pernah menuntut engkau untuk mencintaiku, karena aku hanya bisa berjanji untuk hanya mencintaimu dengan seutuhnya, berjanji untuk memberikan yang terbaik dari diriku untukmu, memberikan yang terbaik dari ruhku untuk membuatmu selalu tersenyum dalam damai, tersenyum dalam suka maupun duka, tersenyum siang maupun malam, tersenyum sampai engkau berada dalam tidur panjangmu. Aku hanya ingin memberi, karena yang aku tahu, hakikat dari cinta adalah ketika kita bisa memberi kepada orang yang kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan pernah menuntut engkau untuk menerima kelemahanku, karena bagiku, ketika engkau bisa merasa damai dengan cinta yang aku berikan, itu sudah cukup bagiku untuk merasa berarti dalam pengembaraan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat cintanya kepada kepada May Ziadah, Kahlil Gibran mengatakan : Setiap hati mempunyai kodratnya sendiri. Setiap hati punya arah istimewa. Setiap hati punya tempat untuk menyepi, disitulah tempat istirahat guna mencari pelipur lara dan duka. Setiap hati mendambakan hati lain yang dapat bersatu guna menikmati berkah kehidupan dan ketentraman atau melupakan kepedihan hidup dan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku tidak akan menuntut engkau untuk bisa menjadi pelipur laraku, karena aku hanya ingin diriku bisa menjadi pelipur lara bagi segala dukamu, melupakan segala kepedihan hidup dan penderitaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku baru mengerti tentang makna ikhtiar dan esensi dari kata tawakal, aku baru menyadari akan pentingnya bisa memahami dari pada sekadar untuk meminta dipahami. Aku semakin tidak kuasa walau hanya untuk mencibir dan menyalahkan orang lain, sepertihalnya aku semakin ingin mencintai daripada mengotori hati dengan kata benci. Kini aku belajar untuk bisa semakin bijak memandang makna takdir dan keputusan Sang Pembuat Takdir, seperti halnya aku ingin bisa merasakan setumpuk mutiara makna dari setitik peristiwa yang terjadi dalam setiap episode kehidupan, baik episode menyenangkan ataupun episode yang lebih menguras air mata dan kepedihan dihati. Kini aku semakin menyadari jika Sang Kuasa jauh lebih mencintaiku daripada cintaku pada diriku sendiri, jika Sang Pencipta menyayangiku dan hanya ingin memberikan makna hidup yang terbaik dalam pengembaraan hidupku. Kini aku semakin mengerti, jika aku ingin mendapat mutiara cinta makhluk-MU bersemayam dalam hatiku, terlebih dahulu aku harus mempersembahkan mutiara terindah cintaku kepada Rabb ku. Jika aku ingin mendapat cinta suci sesuci penciptaan diriku, aku terlebih dahulu harus mentuluskan cintaku pada sang pemberi makna cinta itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah aku dengan segala ketidaksempurnaanya. Engkau adalah engkau dengan segala ketidaksempurnaannya. Aku dan engkau adalah sama tidak sempurnanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Cinta tidak memberikan apa-apa kecuali hanya dirinya,&lt;br /&gt;Cinta pun tidak mengambil apa-apa dari dirinya,&lt;br /&gt;Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki,&lt;br /&gt;Karena cinta telah cukup untuk cinta.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;(Gibran)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Cinta itu sebatang kayu yang baik.&lt;br /&gt;Akarnya tetap di bumi, tapi cabangnya di langit&lt;br /&gt;Dan buahnya lahir di hati, lidah dan anggota badannya.&lt;br /&gt;Ditunjukan oleh pengharuh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan,&lt;br /&gt;Seperti ditunjukkannya asap dalam api dan ditunjukkannya buah dalam pohon.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;(Ghazali)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih engkau telah sudi mendengar bisikan dalam hatiku. Engkau mungkin tidak akan pernah mengerti tentang apa yang telah aku tulis ini. Tapi percayalah jika aku bisa mengerti tentang apapun yang belum sempat engkau ungkapkan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan cahayanya dalam dalam dadamu, semoga tuhan senantiasa melindungi mu, karena Dia mencintai-Mu.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;Aku…..Rafi Ramadhani Yusuf..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115409547768445003?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115409547768445003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115409547768445003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115409547768445003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115409547768445003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/antara-cinta-aku-dan-ketidaksempurnaan.html' title='&quot;Antara Cinta, Aku dan Ketidaksempurnaan&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115388591661624864</id><published>2006-07-26T10:49:00.000+07:00</published><updated>2006-08-23T21:32:07.366+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan di Hari Kebahagiaanmu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Bunga%20Untuk%20Fathy%20copy.5.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Bunga%20Untuk%20Fathy%20copy.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Assalamualaikum..&lt;br /&gt;Teruntuk saudariku  Indra Fathyana &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selamat Sidang Saudaraku....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115388591661624864?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115388591661624864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115388591661624864' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115388591661624864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115388591661624864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/kebahagiaan-di-hari-kebahagiaanmu.html' title='Kebahagiaan di Hari Kebahagiaanmu'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115384090593919671</id><published>2006-07-25T22:15:00.001+07:00</published><updated>2006-07-25T22:45:31.716+07:00</updated><title type='text'>Inspirasi Dari Surat Cinta Kahlil Gibran Kepada May Zaidah..(teruntuk Akh Jundihasan)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Teruntuk : Akh Jundihasan Saudaraku..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dimanapun engkau kini berada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabarmu hari ini saudaraku ?, dunia senantiasa berputar seperti halnya roda pedati yang terus menggelinding, kadang diatas dan kadang dibawah. Seperti halnya jalan yang biasa kita lalui ketika kita melangkahkan kaki di pagi hari, kadang kita temui ada tanjakan, kadang ada turunan atau bahkan kita temui jalan yang mendatar. Sama seperti halnya keadaan dirimu saudaraku, pergiliran antara sehat dan sakit, senang dan sedih pasti terus saling berganti dalam setiap episode kehidupanmu, sama seperti halnya yang terjadi dalam rantai kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku ingin senantiasa berharap engkau selalu berada dalam keadaan sehat dan kesenangan, tapi kemudian setelah aku renungkan kembali, apakah ada yang salah ketika suatu saat Allah memberikan rasa sakit dan kesedihan kepada dirimu saudaraku ?. Yang aku yakini dan pahami, di dunia ini tidak ada yang sia-sia, selalu ada hikmah dan pelajaran penting dibalik semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita. Seperti halnya apa yang telah Allah wahyukan dalam Qur’an Surat Al-Imran ayat 191 : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, ‘&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ya Tuhan kami, tiadakah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia&lt;/span&gt;. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari api neraka.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dan kini sepertinya agak kurang bijak, jika aku hanya senantiasa berharap engkau selalu ada dalam keadaan sehat dan senang, padahal Tuhan yang menciptakan kita justru senantiasa mempergilirkan keduanya, dengan tujuan kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dibalik peristiwa-peristiwa tersebut. Kesimpulannya, aku tidak akan pernah mengharapkan ada duka dalam pelupuk matamu, tetapi apapun kini keadaanmu, aku akan senantiasa berharap engkau selalu ada dalam lindungan-Nya, dan engkau senantiasa diberikan kekuatan untuk bisa mengambil hikmah dari apapun keadaan dan peristiwa yang kini menimpamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh Jundihasan saudaraku,&lt;br /&gt;Banyak yang ingin aku berikan kepadamu saudaraku, karena hakikat cinta yang aku ketahui adalah ketika seseorang bisa memberi, tetapi masalahnya sungguh aku tidak memiliki apapun yang bisa aku berikan kepadamu. Harta tiada apalagi ilmu yang barangkali bisa kubagi untukmu. Rasanya aku pernah dengan jujur berkata kepadamu, jika aku hanyalah seorang pengembara yang lemah dengan segala ketidakberdayaanku. Jadi, maafkan jika Aku hanya ingin berbagi cerita kepadamu tentang untaian hikmah yang senantiasa menjelang dalam setiap tarikan nafasku. Aku tidak terlalu berharap untaian hikmah itu akan bermanfaat untukmu, tapi setidak engkau tahu jika aku senantiasa ingin memberi untukmu, karena aku ingin mencintaimu dengan setulus hati, setulus cinta yang seharusnya menurut Sang Maha Kuasa. Cinta yang tak terkotori nafsu duniawi, cinta yang mendorong dua insan yang saling mencintai untuk senantiasa menjadi kekasih-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudaraku yang dicintai Allah..&lt;br /&gt;Kemarin (Senin, 24 Juli 2005) sekitar jam10.00 aku berangkat dari kantorku menuju ke kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, aku memang sudah membuat janji bertemu dengan Pak Sadikin (dia dari Bagian Keuangan) untuk mengambil surat kuasa dari dinas tersebut. Setelah itu aku meluncur ke tempat foto copy yang ada disekitar kampus UNILA, memang ada setumpuk berkas dan dokumen yang harus aku foto copy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beres, tiba-tiba aku terpikir untuk mampir sebentar ke Toko Buku Gramedia. Entah kenapa akhir-akhir ini aku sepertinya mulai tertarik dengan dunia sastra, terutama aku ingin mulai lebih tahu tentang dunia puisi. Di Gramedia nanti aku ingin mencari buku kumpulan puisi yang salah satu pembuat puisinya adalah Ustd Rahmat Abdulah. Kalau tidak salah sih, judulnya “Sajadah Kata”. Aku menemukan judul buku ini setelah aku membaca buku “Episode Cinta Sang Murabi”, Kenangan Bersama KH. Rahmat Abdullah” karya Helvi Tiana Rosa, dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, aku langsung meluncur ke Gramedia dan bagian Sastra langsung menjadi target buruanku. Kususuri setiap buku yang ada di rak buku, tapi tidak juga kutemukan buku itu. Kemudian coba kulacak lewat komputer, ternyata memang tidak ditemukan buku yang berjudul “Sajadah Kata”. Ah…gagal deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku kini mulai melirik ke buku-buku karya Kahlil Gibran yang memang cukup banyak dipajang, ada berbagai judul dan kemudian aku buka satu persatu. Bagus-bagus juga yah, tapi mana yang harus aku pilih ?..jadi bingung. Akhirnya mataku tertuju pada sebuah buku yang berjudul &lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;“GIBRAN…..LOVE LETTERS - SURAT-SURAT CINTA”.&lt;/span&gt; Buku ini berisikan surat surat cinta Kahlil Gibran kepada kekasih maya nya yaitu May Zaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kubaca sekilas, tiba-tiba saja terbersit sebuah ide untuk membuat tulisan dengan gaya seperti halnya Kahlil Gibran yang membuat surat cinta kepada kekasih mayanya yaitu May Zaidah. Aku pun akhirnya membeli buku ini dengan dua buku lainnya yaitu Filosofi Cinta Kahlil Gibran dan Syahdunya Untaian Pujangga Hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, akh Jundihasan…&lt;br /&gt;Ini aku kutipkan pengantar dari buku ini untukmu : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;“Ikatan cinta yang menyatukan kedua penulis Lebanon yang tinggal di bagian dunia yang berbeda ini, jarang sekali ditemukan. Ada memang hubungan cinta yang dimulai dengan surat-menyurat dan kemudian berkembang menjadi hubungan normal. Lazimnya, orang menjalin hubungan yang terbatas pada surat menyurat setelah berkenalan dulu sebelumnya. Uniknya, Gibran dan May Zaidah saling mengenal hanya lewat surat-menyurat dan dari karya masing-masing. Mereka tidak pernah bertemu, kecuali dalam imajinasi dan mimpi mereka, melalui pengembaraan roh mereka dalam mencari realitas abadi dan saling mencari sebagai roh yang sama”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saudarku akh Jundihasan…&lt;br /&gt;Andaikan engkau berada tidak terlalu jauh dari tempatku tinggal, aku berharap engkau bisa ikut membaca buku yang baru aku beli ini. Tapi karena engkau jauh nun di seberang lautan sana, aku hanya berharap jika ada waktu, engkau suatu saat bisa melihat atau bahkan membaca buku ini dimanapun engkau mendapatkannya. Bukan untuk meresapi makna di dalamnya, walau memang harus dengan jujur aku katakan isinya begitu sarat dengan makna dan nilai sastra yang tinggi, tapi untuk mendapat sebuah ide baru tentang gaya penulisan baru, untuk mencurahkan pikiran dan hikmah dari setiap langkah hidup kita. Siapa tahu suatu saat kita bisa membuat buku seperti ini, tapi dengan nuansa lebih religius dan islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam telah menarik kerudungnya diatas angkasa malam, dan aku tidak bisa melihat lagi apa yang ditulis oleh tanganku. Beribu salam dan ucapan selamat untukmu saudaraku, dan semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;Your Brother&lt;br /&gt;Rafi Ramadhani Yusuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#993300;"&gt;n.b.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bersama aliran darah yang mengalir bersama tarikan nafasku, bersama semilir angin di keheningan malam, aku berharap engkau sudri memberikan tausyahmu untuku dan hanya untukku, supaya aku semakin bisa berjalan dengan tegar dalam langkah pengembaraanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, aku menunggu tausyah darimu dan hanya untukku saudaraku…akh Jundihasan &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115384090593919671?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115384090593919671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115384090593919671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115384090593919671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115384090593919671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/inspirasi-dari-surat-cinta-kahlil_25.html' title='Inspirasi Dari Surat Cinta Kahlil Gibran Kepada May Zaidah..(teruntuk Akh Jundihasan)'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115384040759063463</id><published>2006-07-25T22:09:00.000+07:00</published><updated>2006-07-25T22:23:56.960+07:00</updated><title type='text'>Ketika Cinta Terungkap Di Bumi Perkemahan Hanura</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selasa, 25 Juli 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk saudaraku dimanapun kini engkau berada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabarmu saudaraku, semoga engkau selalu ada dalam lindungan Sang Maha Kuasa. Hari ini, jam ini, menit dan detik ini, aku sedang berada di dalam ruangan kantorku. Sebenarnya aku sendiri agak kurang PEDE untuk mengatakan ruangan ini sebagai sebuah kantor, habisnya berantakan banget sih. Disini ada 4 unit komputer, 1 mesin fak + berbagai alat elektronik seperti kamera digital, handycam, MP3 Player, DLL. Telepon, 5 lemari besi tempat menyusun berkas serta tumpukan berkas-berkas dokumen yang berada di atas lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ini aku sedang berada di depan komputer. Entah kenapa aku jadi teringat pengalaman indah sekitar dua hari yang lalu ketika aku dan teman-temanku mengadakan rihlah ke Bumi Perkemahan Hanura. Aku rasa engkau tentu mengerti jika teman yang kumaksudkan disini bukan semata teman biasa, tetapi orang-orang yang sudah saling menganggap satu sama lain sebagi saudaranya. Akhirnya, dari mengerjakan laporan pekerjaan, untuk sementara aku mau curhat dulu ah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjadi PJ acara tersebut, aku yang ditugaskan merancang acara tersebut, termasuk dengan segala perangkat dan teknis acaranya. Rencana awal acara rihlah ini memilih lokasi di Pantai Mutun, tetapi karena adanya instruksi Gubernur Lampung untuk menjauhi laut (terkait masalah sunami), akhirnya lokasi pun dipindahkan ke Bumi Perkemahan Hanura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memang memiliki skenario lain, ternyata lokasi pengganti ini justru lebih bagus dan indah, suasana yang sejuk, dibawah pepohonan rimbun, dekat dengan sungai yang mengalir dengan jernih, serta tidak terlalu jauh dari lokasi ada air terjun yang mengalir dengan indah. Allah memang selalu ingin memberikan yang terbaik kepada umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dicintai Allah….&lt;br /&gt;Setelah kami nyampai di lokasi, langsung dilakukan pembagian tugas. Ada yang bertugas mendirikan tenda, menyiapkan peralatan masak, mencari kayu bakar dan mengurus administrasi ke petugas jaga. Selanjutnya dilakukan bedah buku, shalat magrib jamaah, shalat isya, bakar ikan, diskusi malam, tidur, ada piket malam bergantian, qiyamul lail jamaah, muhasabah, shalat subuh, Dzikir Al-Matsurat, Jalan pagi ke Arah Air terjun, foto-foto bareng sampai akhirnya kami kembali ke rumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suasana semakin malam, entah kenapa aku merasakan sebuah suasa yang begitu syahdu. Itu barangkali yang menyebabkan aku merasa sayang jika aku melewatkan malam indah beratapkan langit yang bertabur bintang hanya diisi dengan dengkuran tidurku. Akhirnya ternyata aku memang tidak bisa tidur sama sekali. Aku terus mendampingi teman-teman yang melakukan piket malam. Mereka silih berganti mendapat giliran jaga, kemudian tidur lagi, dan aku tetap terjaga mendampingi mereka, sambil sesekali menjaga api unggun supaya tetap menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana malam yang diiringi dengan suara Murotal lewat kaset yang diputar di sebuah tiprekorder seorang teman membuat suasana malam semakin syahdu. Entahlah apakah teman-temanku memperhatikan keadaanku, yang jelas mendengar lantunan ayat-ayat suci itu membuat ruh ini seperti terangkat ke angkasa malam, bergetar dengan hebat. Aku merasa begitu terharu, mataku mulai berkaca-kaca. Ada sebuah energi yang meledak-ledak dalam dadaku untuk tetap terjaga. Aku tatap kerlip indah di angkasa malam, ku perhatikan api ungun yang menyala dengan begitu indah, kutatap saudara-saudaraku yang tertidut dengan tenang di atas tikar. Aku teringat kedua orangtuaku di kampung halamanku, aku rindu kakak kandungku satu-satunya yang sudah sekitar dua tahun ini menuntut ilmu di Australia sana, aku rindu adiku yang sebentar lagi akan wisuda. Tergambar lagi rasanya setiap langkah dalam setiap episode pengembaraan kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, betapa banyak dari waktuku yang telah berlalu dengan sia-sia, betapa besar dosa-dosa dan kesalahan yang telah kuperbuat, betapa sedikit amal dan kebaikan yang telah aku lakukan. Sungguh betapa kerdil aku dihadapan-Mu, layakkah aku untuk masuk kedalam taman janah-Mu dengan setitik amal yang aku miliki, dengan beban segunung dosa yang telah aku lakukan ?..ah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanganku tertuju pada ke dua belas orang teman-teman yang sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri, betapa kini aku baru menyadari jika mereka adalah karunia terindah dari Allah dalam kehidupanku kini. Mereka adalah orang-orang yang sholeh, baik, hanif dan senantiasa bersemangat di jalan dakwah ini. Aku bahagia berada di tengah-tengah kalian saudaraku. Mataku terasa semakin panas oleh lelehan air mata suci dari lubuk hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiak terasa jam menunjukan pukul 03.30. Ku bangunkan sebagian teman-temanku yang masih tertidur untuk mengambil wudhu di sungai yang tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap, untuk selanjutkan kami akan melakukan Qiyamul Lail berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya siap, ku pilih akh Irawan untuk menjadi imam, karena beliau hapalannya banyak dan suaranya paling indah. Kami semua meluruskan shap, ada dua baris. Sebelum shalat dimulai, aku maju kedepan. Meraka semuanya berdiri dengan gagah dihadapanku, semua mata tertuju pada wajahku. Setelah aku terdiam cukup lama, melawan gejolak dada yang semakin membuncah, melawan keharuan yang semakin meninggi, menahan air mata yang semakin memaksa untuk keluar, menguatkan energi untuk sanggup berbicara di depan oang-orang sholeh ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Saudaraku sekalian, dengan kuasanya, Allah telah menyatukan hati-hati kita, kemudian Allah membawa kita di jalan dakwah ini. Dengan kuasanya pula Allah membawa kita pada malam ini untuk berkumpul di bawah kerlip indah bintang-bintang di keheningan malam. Aku mencintaimu saudaraku, seperti halnya aku mencintai diriku sendiri. Dan aku yakin, jauh di dalam lubuk hati kalian, bersemi rasa yang sama, walau kita tidak pernah saling mengungkapkan rasa ini lewat untaian kata. Dan ini sunggu sebuah nikmat yang sangat besar, karunia dari Sang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku sekalian, mari kita tundukan sejenak kepala kita. Kita renungkan kembali setiap langkah yang telah kita lalui dalam kehidupan kita. Kebaikan dan amal apa yang telah kita lakukan untuk menjadi persiapan menjelang kehidupan abadi diakhirat sana. Dosa dan kesalahan apa yang selama ini telah kita lakukan dalam langkah kehidupan kita ?. Mari saudaraku, kita tundukan kepala dan hati kita sejenak, dan dalam qiyamul lail ini, bawalah serta segenap hati dan perasaan antum, mari kita mengadu dan menguntai rengkuhan doa pada Sang Maha Kuasa. Kita tinggalkan segala keangkuhan dan kesombongan beserta ambisi duniawi yang menyertai hari-hari kita. Ah….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam, tenggorokanku seakan tak sanggup lagi menguntai kata, dan kulihat mereka semua tertunduk, tapi aku tahu jika orang-orang sholeh ini semuanya merasakan kesedihan dan keharuan, sama seperti diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulailah Qiyamul Lail itu, dan Ya Allah, betapa memang kami tidak sanggup lagi menahan keharuan dan kesedihan ini. Tidak lama setelah akh Irawan melantunkan bacaan shalatnya, aku mendengar isak tangis dari orang-orang sholeh ini. Mereka semuanya menangis, dan aku sendiri seakan tak kuasa menahan semua gejolak rasa ini. Entahlah apa yang ada dalam pikiran mereka. Waktu terasa berjalan sedemikian cepat, akhirnya nikmatnya qiyamul lail jamaah pun berakhir, karena waktu shalat subuh sudah semakin menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang fajar kini telah terbangun dari peraduannya. Semburat cahaya kini mulai berbayang di ufuk timur. Hari yang baru, setelah beberapa waktu tadi kuasa sang malam yang berkuasa, kini giliran semburat sang mentari yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun selanjutnya konpoi menuju air terjun, berfoto-foto dengan berbagai pose, mulai dari yang sok serius sampai yang konyol abis. Aku memang sangat suka dunia fotografi, karena yang aku pahami, hidup detik ini tidak akan pernah berputar lagi. Jadi, sebelum semuanya hilang tak berbekas, aku ingin senantiasa mengabadikan semua peristiwa indah dalam hidup ini, dan saat ini aku hanya ingin mengabadikan saat-saat bersama saudara-saudaraku tercinta yang aku temukan di bumi Bandar Lampung ini. Entahlah sampai berapa lama waktu lagi aku akan berada di tempat ini, karena memang pekerjaanku menuntut aku untuk selalu berpindah-pindah lokasi. Andaikan saat itu tiba, aku tentu akan berpisah dengan mereka, aku akan sangat kehilangan orang-orang sholeh itu. Disaat itulah, foto-foto ini akan menjadi saksi, jika kami pernah hidup bersama salam kesucian persaudaraan, saling mencintai dengan hati yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah saudaraku, sepenggal cerita indah dari episode kehidupan pengembaraanku. Kini saatnya aku kembali bekerja, dan jika masih ada kisah yang belum kutuliskan di sini, biarlah aku akan menceritakannya dalam mimpi-mimpiku. Allah akan selalu menjagamu saudaraku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115384040759063463?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115384040759063463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115384040759063463' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115384040759063463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115384040759063463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/ketika-cinta-terungkap-di-bumi.html' title='Ketika Cinta Terungkap Di Bumi Perkemahan Hanura'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115375360920360325</id><published>2006-07-24T22:02:00.000+07:00</published><updated>2006-07-24T22:18:40.726+07:00</updated><title type='text'>Ad'Dua, Aku Mencintaimu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/AUSTRIA3.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/AUSTRIA3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Waktu seakan berputar begitu cepat, kini sudah hari Jum’at kembali. Seperti biasa, kalau aku sedang tidak ke lapangan, aku sholat jum’at di masjid dekat kantor ku, Masjid “Ad’dua” namanya. Ketika berbicara mengenai mesjid ini, harus dengan jujur aku katakan jika masjid ini telah menimbulkan kesan yang mendalam bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berbicara lebih jauh mengenai Mesjid Ad’Dua, aku ingin berbicara dulu mengenai letak dan siapa para jamaahnya. Menurut informasi yang aku dapatkan “Perumahan Way Halim Permai dan Puri Way Halim” adalah merupakan komplek perumahan Elit yang pertama kali ada di Bandar Lampung, sehingga penghuninya juga kalau saya perhatikan secara ekonomi berada pada strata menengah ke atas. Setiap rumah disini pasti memiliki garasi yang berisikan mobil, baik satu mobil, dua mobil dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali aku dan temen-temen lainnya datang ke Lampung sekitar bulan Juli tahun 2004, kami menyewa rumah di Perumahan Puri Way Halim (tepatnya di Jalan Puri Wisata). Selanjutnya rumah itu kami jadikan Sekretariat Tim Proyek, sekaligus kantor dan Mess. Sebenarnya sih, agak kurang tepat kalau disebut kantor, tetapi barangkali lebih tepat kalau disebut sekretariat, karena ditempat inilah tempat kami berkumpul 4 tim kerja untuk 4 kabupaten yang di lalui jalur pipa. Mengapa dijadikan mess, karena memang tim kami rata-rata awalnya tinggal di Bogor (karena kami berasal dari satu almamater, cuman berbeda Fakultas atau jurusan saja). Sekitar bulan Desember 2005, kami pindah lokasi kantor ke Perumahan Way Halim Permai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita tentang Masjid Ad’dua. Lokasi Masjid Ad’dua berada di pinggir jalan raya (jalur dua) tepat diantara dua kompleks perumahan elit ini. Masjid ini ukurannya cukup besar, rapih, bersih, terawat dengan baik dan pengelolaannya pun berjalan dengan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping hal tersebut diatas, sebenarnya yang membuat saya terkesan tentang masjid Ad’dua dan dua kompleks elit ini adalah tentang kondisi religius dan rasa antusias warga kompleks untuk meramaikan masjid ini. Setiap waktu sholat, terutama magrib dan isya, dapat dipastikan masjid ini selalu ramai, sebagian jamaah biasanya datang dengan membawa mobil atau motor. Kalau waktu sholat jum”at tambah ramai lagi, masjid penuh oleh jamaah sampai ke emperan masjid. Dihalaman masjid, penuh dengan mobil berbagai merek, juga dengan kendaraan roda dua yang juga berbagai merek. Lokasi yang strategis juga menjadi salah satu penyebab mengapa masjid ini selalu ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa begitu bahagia dan bersyukur bisa tinggal dan menyaksikan sebuah kondisi orang-orang yang barangkali kalau dilihat dari strata ekonomi menengah atas, tetapi mereka memiliki tingkat religius yang tinggi serta memiliki rasa kecintaan terhadap masjid. Semoga Allah senantiasa memberikan karunia keimanan dan kecintaan terhadap masjid yang semakin mendalam, bagi seluruh warga kompeks perumahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, dalam keheningan dan perenungan, sepertinya ada sebuah bisikan dari sebuah tempat di dasar hati, yaitu Suara Nurani ku : “Sepertinya aku memang sangat mencintai Masjid Ad’dua ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah…memang seiring dengan berjalannya waktu selama kurang lebih dua tahun keberadaanku di Lampung, diantara rutinitas pekerjaanku yang relatif cukup berat dan menyita waktu dan pikiranku, masjid ini seakan menjadi sebuah oase dalam rutinitas kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam episode kehidupanku, dalam langkah pengembaraanku mengarungi samudera kehidupan. Ada senyuman dan keceriaan, tetapi pasti akan selalu hadir permasalahan, beban kehidupan dan problematika kehidupan lainnya. Dalam berbagai episode kehidupanku itu, Masjid ini telah menjadi sebuah oase, tempat aku berteduh, meminum air yang membasahi tenggorokanku yang kering dengan air suci kedamaian. Masjid ini sekaligus menjadi tempatku berteduh dari panasnya permasalahan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditempat inilah, ketika ada senyuman dan kebahagian datang menjelang, aku bersujud syukur sembari memanjatkan doa suci pada Sang Maha Kuasa, memuji kebesaran-Nya. Di tempat inilah kemudian aku bertekad untuk menjadi insan yang senantiasa pandai bersyukur pada nikmat dan karunia dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini jugalah ketika ada permasalahan menghujam hati, aku duduk bersimpuh, mengangkat kedua belah tangan, mengadu, menghiba, merendahkan diri, menangis, memohon petunjuk, bimbingan, pertolongan serta jalan keluar. Aku menghiba memohon diberikan kesabaran dan ketabahan sekaligus merintih supaya Allah memberikan kekuatan kepadaku supaya aku tidak pernah berputus asa atas rahmat-Nya, supaya aku senantiasa diberikan kekuatan untuk bisa mengambil berjuta hikmah dari setiap episode kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masjid Ad’dua ini, telah menjadi saksi dari begitu banyak air mata tanda kebahagiaanku, juga air mata tanda kelemahanku di hadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, hanya sebuah ungkakan &lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;“AKU MENCINTAIMU AD’DUA”,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; yang sanggup aku utarakan. Andaikan saja ada sebuah ungkapan yang lebih indah dari sebuah ungkapan “CINTA”, tentu aku akan mengungkapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesunyian, dalam kesendirian, dalam perenungan, ada sebuah asa menggelora dalam hati :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Rabb, ijinkan aku untuk tetap memiliki rasa Cinta pada Rumah Suci Mu ini,&lt;br /&gt;Ijinkan aku bisa selalu dekat dengan Rumah-Mu ini,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan Andaikan Engkau menghendaki hamba untuk bisa selalu dekat dengan Masjid ini, aku akan sangat merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu akan terus berputar kedepan, dan sungguh aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, termasuk akan berada dimana aku selanjutnya. Insya Allah aku siap untuk berpisah dengan masjid tercinta ini, dan aku ditempat yang baru nanti, pasti aku akan mencari masjid yang baru yang akan aku jadikan tambatan hatiku. Tetapi andaikan Allah mentakdirkan aku untuk berada disini, di dekat masjid Ad’dua ini, dengan sebuah ungkapan menggelora, aku akan menyambutnya dengan kebahagiaan, dan aku berjanji untuk senantiasa hadir di dalamnya. Wallahu a’alam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115375360920360325?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115375360920360325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115375360920360325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115375360920360325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115375360920360325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/addua-aku-mencintaimu.html' title='Ad&apos;Dua, Aku Mencintaimu'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115323579902889566</id><published>2006-07-18T21:18:00.000+07:00</published><updated>2006-07-18T22:16:40.513+07:00</updated><title type='text'>Aku Ingin Turut Memperbaiki, Tidak Hanya Menyalahkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/SS30030.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/SS30030.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selasa, 18 Juli 06,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam 20.00, aku dan beberapa teman di perusahaanku baru sampai di kantor kembali. Lelah, ngantuk, mana di kantor air sumurnya lagi mati lagih, PAM juga samo bae. he-he. Setelah istirahat sebentar, diskusi hasil rapat tadi, nonton tivi sebentar....pulang ah. Tapi rasanya ada unek-unek yang harus segera aku tulis di Blog ku, biar gak lupa gitcu...semoga aja suatu saat akan bermanfaat. Jadi aku mampir dulu ke warnet (padahal belum mandi lho...he-he).&lt;br /&gt;..........................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti yang sudah diagendakan beberapa hari/minggu sebelumnya, hari ini adalah agenda pembayaran ganti rugi. Tapi yang terjadi ternyata tidaklah semudah yang dibayangkan, semuanya berjalan dengan alot, ada perdebatan, adu argumentasi, dan sedikit melibatkan emosi. Malah justru agendanya jadi ajang penyampaian unek-unek, persis seperti beberpa pertemuan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aula Pemda, hari ini seakan menjadi sebuah saksi dari sebuah peristiwa : ungkapan kekecewaan dan kritikan para peserta rapat yang terdiri dari lurah, beberapa orang camat dan beberapa kepala dinas kepada perusahaan tempatku mencari sesuap nasi. Aku sendiri gak begitu mengerti, apa sebenarnya yang aku rasakan ketika rapat tadi. Marah, sebel, malu, atau apa. Tapi barangkali kalau aku coba uraikan kurang lebih seperti ini :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Aku harus jujur mengakui, kadang aku sebel juga dengan para peserta rapat yang seakan sukanya nyalahin muluw, tanpa mereka mau introspeksi, apa sih yang mereka sudah lakukan dalam proyek ini ?...padahal kan mereka adalah mitra, yang seharusnya saling bekerja sama dan saling mendukung, bukannya nyalahin muluw.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Pada sisi yang lain, sebenarnya aku juga bisa memahami, mengapa mereka senangnya berkata dan berargumentasi yang seakan memojokan dan menyalahkan kami (perusahaan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Aku kadang sebel juga pada perusahaan tempatku bekerja. Banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang seakan terus dan terus berlarut-larut. Kadang aku berpikir, barangkali dalam beberapa hal harus aku akui dengan jujur jika cukup banyak kelemahan dan kekurangan pada sistem dan cara kerja tim kami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Pada sisi yang lain, insya Allah aku bisa memahami, mengapa tim ini bersikap begini. Atasanku juga manusia biasa yang punya kelemahan dan keterbatasan, apalagi ditambah dengan beban dan tanggung jawab yang juga begitu besar. Apalagi kini tim kami harus mengurusi 4 kabupaten.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah.....setelah aku renungkan kembali, rasanya salah juga sih,  jika aku ikut-ikutan  suka menyalahkan kesalahan dan kekurangan orang lain, gak ada manfaatnya, hanya nambah dosa aja.  Masalah tidak akan pernah bisa beres dengan hanya menyalahkan orang lain atau pihak lain, termasuk juga dengan menyalahkan diri sendiri. Apalagi sebenarnya aku berada dalam lingkaran sistem tersebut. Lagi pula, &lt;em&gt;toh &lt;/em&gt;apabila aku memegang tugas dan tanggung jawab sebagai pengambil keputusan seperti atasanku, belum tentu juga aku mampu dan bisa lebih baik dibanding mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;Hamba mohon ampun Ya Rabb......&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini, setelah aku pikir-pikir, ada beberapa hal yang lebih baik untuk disikapi/dilakukan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Berbuat dan bekerjalah dengan sebaik-baiknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Sekecil apapun peran mu dalam sebuah tim, lakukan yang terbaik. Jadikan diri kita sebagai bagian yang turut berperan serta dalam perbaikan. Dengan kata lain, kehadiran kita harus bisa memberikan manfaat. Menyalahkan memang mudah, tapi &lt;em&gt;da&lt;/em&gt; gak ada manfaatnya atuh. Lebih baik adalah bagaimana upaya kita untuk ikut memperbaiki kesalahan dan kekurangan-kekurangan itu. Kalau kata Aa Gym mah : &lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;Mulai Dari Diri Sendiri, Mulai Dari Hal Yang Kecil, Mulai Saat Ini Juga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Kita dikaruniani &lt;span style="font-size:130%;color:#cc33cc;"&gt;akal, &lt;/span&gt;itu untuk mengetahui hal-hal apa saja yang salah, menemukan penyebab kesalahan itu, menganalisisnya, kemudian mencari alternatif solusi terbaiknya. Jadi, pelajarilah semua episode yang dihadapi, baik itu kemudahan maupun kesulitan, baik itu kelancaran maupun permasalahan. Percayalah, dibalik itu semua adalah hamparan ilmu yang sangat luas dan menggunung tinggi, yang sesungguhnya suatu saat kelak akan memberikan manfaat dan hikmah bagi kehidupan kita. Tapi tentu saja, hikmah ini hanya akan ditemukan dan dirasakan bagi insan yang mau berfikir dan menggunakan hatinya dengan  cara yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Hidup bermanfaat hanya untuk diri sendiri itu gak jadi masalah, tapi alangkah indahnya apabila hidup kita memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi lingkungan kita, orang-orang disekitar kita, perusahaan tempat kita bekerja dan terus lebih meluas lagi. So............satu dambaanku, semoga kehadiranku dimanapun aku berada, semoga bisa memberikan manfaat untuk orang lain diluar diriku, juga untuk lingkungan disekitarku. Dalam hal ini, semoga kehadiranku juga bisa bermanfaat untuk perusahaan tempatku bekerja. Amiiin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Aku sepertinya harus semakin giat belajar dan mencari ilmu lagi nih, terutama tentang : &lt;em&gt;Community Development &lt;/em&gt;(Pemberdayaan Masyarakat), Sosial Ekonomi, Perencanaan Strategi, Manajemen Organisasi, Manajemen SDM, Manajemen Perusahaan, Teknik Negoisasi, Manajemen Konflik, dll. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Ya Rabb, Engkau Maha Kuasa....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Kesistematisan sistem di bumi ini, di alam semesta ini &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;adalah setitik dari kekuasaan-Mu...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Oleh karena itu Ya Rabb,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Berilah hamba bimbingan, petunjuk, arahan dan karunia-Mu,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Agar hidupku berguna dan bermanfaat tidak hanya untuk diriku sendiri,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;tapi untuk umat, agama, bangsa dan negara ini.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Bimbinglah hamba Ya Rabb..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Disisa umur hamba ini, bisa memberikan yang terbaik dari kehidupan hamba....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Termasuk di perusahaan ini, tempatku bekerja, tempatku mendapat segudang ilmu,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Amiiin...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Udah dulu ah, ngantuk berat nih, belum mandi lagi. Pokoknya sekarang dah gak sebel lagi. Udah sehat lagi pikirannya.he-he&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pulang, mandi, baca buku.....baru bobo....&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115323579902889566?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115323579902889566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115323579902889566' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115323579902889566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115323579902889566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/aku-ingin-turut-memperbaiki-tidak.html' title='Aku Ingin Turut Memperbaiki, Tidak Hanya Menyalahkan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115307172949525842</id><published>2006-07-17T00:05:00.000+07:00</published><updated>2006-07-17T01:24:27.910+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Surat Yang Datang Laksana Cahaya (Teruntuk Akh Jundihasan)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Horse9.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Horse9.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Sebelum berbicara banyak..saya ingin memberitahukan dulu satu hal yang selama ini menjadi satu keyakinan saya..Bahwa Tautan Hati antara dua orang muslim dapat terasa walaupun Dua muslim itu dipisahkan jarak...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Akhi Rafi...!!(gak papa khan saya menyapa dgn sapaan ini?! ). Alhamdulillah saya bersyukur akhirnya Allah Ta'alla berkenan mempertemukan saya dengan satu lagi orang shalih di bumi iniHari ini saya coba blogwalking dan akhirnya sukses mampir ke blog Anda..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Di halaman awal saya sudah tertarik dengan isi postingan2-nya dan akhirnya dengan rela saya akhirnya mengalokasikan waktu untuk menelusuri semua postingan yang pernah Anda kirim..(walaupun harga warnetnya terus naek.. ). Subhanallah..Alhamdulillah tak henti-hentinya saya bersyukur pada-Nya... di tengah kehidupan Anda yang cukup Keras dan hobi Anda yang juga cukup "Keras"..ada satu tradisi yang Anda lakukan, dan mampu menjadi penyejuk bagi gersangnya hidup ini..BERMUHASABAH. Alhamdulillah..semoga Allah Ta'alla selalu menjaga keistiqomahan Anda..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Maafkan saya juga jika saya mencoba mencari tahu lebih lanjut ttg diri Anda (lewat blogger profile dan Google Search..niat banget ya?!!)..walaupun gak banyak yang saya dapatkan..tapi dengan semua "jejak" yang Anda tinggalkan di dunia maya ini saya semakin yakin bahwa Anda pantas untuk dijadikan teman dekat..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Akhi..saya baca postingan pertama Anda..disana Anda menuliskan sebuah pertanyaan.."BERSEDIA MENJADI SAUDARAKU....."? gimana...mau kan ?.....jawaban saya..IYA SAYA MAU.. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;Cinta KArena ALLAH,Benci KArena ALLAH..AKhi..beristiqomah ya..di ujung jalan ini akan kita dapatkan sebuah taman indah yang keindahannya akan mampu membuat kita lupa semua kesulitan dan kesusahan di jalan inidan saya berharap kita bisa bertemu d taman itu..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;wassallam..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^###############^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Akh Jundihasan.....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Sy tidak tahu siapa dan dimana antum berada, dan ketika sy membaca email antum, sungguh saya sangat terharu. Sy bahagia membaca ungkapan antum. Sy bahagia ada seseorang yang dengan begitu ikhlas bersedia menjadi saudara sy. Sy menangkap kesungguhan dan keikhlasan antum dibalik surat antum diatas. Dan saat ini, saat sy menulis surat ini, ada sebuah keharuan yang membuncah rasa. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Akhi, tapi sungguh kemudian saya merasa begitu sedih, karena dengan jujur sy katakan, sy bukanlah orang seperti yang antum bayangkan. Sy bukanlah laki-laki sholeh akhi.... &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Sy hanyalah seorang Pengembara yang berjalan dengan langkah terseok-seok, menapaki setiap episode kehidupannya, untuk mencari jati diri, berusaha menapaki dan menemukan jalan yang telah digariskan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Sy hanyalah seorang pengembara yang seringkali terjatuh, kemudian terseok dan kemudian tersasar pada jalan yang salah, kemudian berjalan lagi dengan segala energi yang yang masih tersisa, dengan peluh yang bercucuran untuk kembali menemukan jalan yang seharusnya dilalui, jalan yang telah digariskan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Sy hanyalah seorang Pengembara yang lemah akhi..dengan segala kekurangan dan ketidakberdayannya, Walau memang ada sebuah asa yang membara dalam dada, semoga Allah memberikan kesempatan pada sy, di sisa umur kehidupan sy, untuk bisa memberikan yang terbaik untuk agama, dakwah, umat, bangsa dan negara ini. Walaupun....jujur sy kini lebih sering sibuk dan berkutat dengan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Akhi......&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Aku hanyalah insan yang lemah..bodoh..hina..fakir..&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Aku hanyalah insan yang penuh dosa dan maksiyat......&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;dan aku hanyalah insan lemah..yang sedang mencoba dan berusaha..untuk merangkak..agar disisa umur yang masih Allah berikan ini..aku bisa mengisinya dengan kebaikan..amal Shalih..dan ketaatan...&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Mungkin aku dulu hanyalah insan yang berlumur dosa dan maksiyat....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;tapi...Sungguh aku kini ingin menjadi insan yang terdepan di Jalan kebaikan dan taqwa...&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Mungkin waktuku di masa lalu penuh dengan kesia-siaan...&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;tapi...Sungguh andaikan Allah masih memberi kesempatan kepadaku untuk hidup..&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;setiap tarikan nafas yang aku lakukan..ingiiiiiiin aku pergunakan untuk berdzikir memuji keagungan Sang Maha Besar.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Jazakallah khoir akhi....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Sy bersyukur Allah berkenan membawamu dalam kehidupan sy...engkau hadir laksana cahaya, menembus relung hati sy. Hati yang sungguh merindukan bisa menjadi kekasih-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Akan kujadikan engkau saudara, walau mungkin hanya lewat untaian kata, walau hanya lawat senandung doa dikeheningan malam....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;"Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepadamu saudaraku..."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;Your Brother....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#330033;"&gt;Rafi Ramadhani Yusuf&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115307172949525842?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115307172949525842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115307172949525842' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115307172949525842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115307172949525842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/sebuah-surat-yang-datang-laksana.html' title='Sebuah Surat Yang Datang Laksana Cahaya (Teruntuk Akh Jundihasan)'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115303088973901483</id><published>2006-07-16T13:17:00.000+07:00</published><updated>2006-07-17T00:47:33.606+07:00</updated><title type='text'>"Sandaran" Yang Tak Akan Meninggalkan Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/dorong%20beca.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/dorong%20beca.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/DORONG%20BECA%202.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;B&lt;em&gt;ila kita bersandar,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;maka kita akan takut kehilangan sandarana kita.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;Oleh karena itu :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33cc00;"&gt;Cukuplah Allah yang menjadi sandaran,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;karena dia tidak akan mengecewakan siapapun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;yang bersandar kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115303088973901483?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115303088973901483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115303088973901483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115303088973901483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115303088973901483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/sandaran-yang-tak-akan-meninggalkan.html' title='&quot;Sandaran&quot; Yang Tak Akan Meninggalkan Kita'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115303051987334527</id><published>2006-07-16T13:09:00.000+07:00</published><updated>2006-07-16T13:27:50.463+07:00</updated><title type='text'>"Misteri Dibalik Sebuah Keinginan"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Siluet%202.1.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/Siluet%202.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;Boleh Jadi Allah mengabulkan harapan kita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;dengan tidak memberi apa yang kita inginkan, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;karena Dia Maha Maha tahu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;bahaya dan kemudharatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;yang akan menimpa &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;dibalik segala keinginan kita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115303051987334527?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115303051987334527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115303051987334527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115303051987334527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115303051987334527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/misteri-dibalik-sebuah-keinginan.html' title='&quot;Misteri Dibalik Sebuah Keinginan&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115276219578588246</id><published>2006-07-13T10:26:00.000+07:00</published><updated>2006-07-13T10:52:18.220+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pelajaran Tentang Kesabaran &amp; Kepasrahan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Aku%20dalam%20kekosongan.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Aku%20dalam%20kekosongan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#6600cc;"&gt;Selasa, 11 Juli 2006, 16.00&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Tet-Tot”, bunyi sms di hp ku berbunyi : &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;em&gt;Ustd. : Aslmk, Hari rabu besok jam 16.00, antum bisa ?. Kalau bisa, Insya Allah nanti ana jemput.&lt;br /&gt;Aku : Walkmslm, iya ustd, Insya Allah besok sore ana bisa. Ana tunggu di masjid Ad’dua saja yah.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Rabu, 12 Juli 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 09.00, aku sudah meluncur ke Pemda Lamtim. Mudah-mudahan kabag tapem, BPN dan kadin pertanian ada dilokasi, supaya aku bisa segera pulang kembali ke Bandar Lampung dan sebelum jam 16.00 aku sudah siap pergi dengan ustd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah bertemu dengan kabag tapem &amp; BPN, semua hal penting yang harus dibicarakan dan diagendakan dapat berjalan dengan lancar. Sekitar jam 13.00, aku sudah meluncur kembali ke Bandar Lampung. Setelah mampir sebentar untuk menunaikan hak perut di rumah makan Subur, sekitar jam 15.00 aku sudah berada kembali di kantor. Alhamdulillah, sesuai rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tet-Tot”, tepat jam 15.15, bunyi sms di hp ku berbunyi, di layar tertulis nama “ustd”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Ustd : “Aslamk, Akhi, ana baru dapat kabar. Ternyata belum bisa hari ini. Nanti dihubungi lagi. Afwan”.&lt;br /&gt;Aku : “Walkmslam, iya ustd, tidak apa-apa, ana menunggu kabar dari ustd saja. Biarlah Allah yang memilihkan waktu yang paling baik dengan kesempatan yang paling cocok. Jazakallah khoir ustd”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hidup-hidup, betapa besar kuasa-Mu wahai Sang Maha Besar, aku tunduk dan patuh pada apapun kehendak-Mu, aku ridho akan apapun yang terjadi dalam setiap episode kehidupanku. Aku yakin dengan sepenuh hati, pasti ada maksud besar dan hikmah teramat penting, dibalik semua yang telah terjadi…untuk ku dan hanya untuk ku, dari-Mu, dan semuanya semata untuk kebaikan hidup ku. Barangkali Engkau ingin hamba punya cukup waktu untuk kembali menata hati, berkontemplasi atas sebuah makna kesucian dan ketulusan hati..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;"Apakah semua ini semata kulakukan hanya karena-Nya, atau karena faktor lain ?.."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wallahu a'lam.......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115276219578588246?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115276219578588246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115276219578588246' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115276219578588246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115276219578588246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/sebuah-pelajaran-tentang-kesabaran.html' title='Sebuah Pelajaran Tentang Kesabaran &amp; Kepasrahan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115250119674655972</id><published>2006-07-10T10:07:00.000+07:00</published><updated>2006-07-10T10:25:55.033+07:00</updated><title type='text'>DUKA  P A L E S T I N A</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Siluet%20Pantai%201.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/Siluet%20Pantai%201.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;Adakah yang lebih menderita dari penderitaan yang engkau rasakan wahai saudaraku yang kini ada di bumi Palestina ?.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Negerimu ada dalan cengkraman penjajah terlaknat, sanak keluargamu dibantai sang penjajah, ekonomi pun di embargo dengan sangat licik. Engkau terhina, terjajah, menderita, terasing di tanah tumpah darahmu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Adakah yang lebih menderita dari penderitaan yang engkau rasakan wahai saudaraku yang kini ada di Palestina ?.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ketika saudara-saudaramu seiman di seantero dunia lebih asik dengan gegap gempita piala dunia, padahal engkau disana sedang dibombardir dengan pesawat canggih, dengan bom dahsyat. Mayat bergelimpangan, darah berceceran, nyawa meninggalkan jasad, anak kehilangan ayah, ayah kehilangan anak, istri kehilangan suami, MANUSIA seakan kehilangan sifat KEMANUSIAANNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku disini, hanya bisa duduk terpaku di depan televisi menyaksikan engkau dengan segala penderitaanmu, aku hanya bisa merasakan kepedihan mengiris hati ketika melihat darah berceceran dan mayat bergelimpangan. Dan aku hanya bisa duduk tertunduk dalam syahdu doa disepertiga malam terakhir dalam hamparan sajadah, dengan sebuah ungkapan lirih, dengan air mata yang menganak sungai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;Ya Rabb, berilah kekuatan dan kesabaran pada saudaraku di bumi Palestina&lt;br /&gt;Berilah keistiqomahan pada mereka&lt;br /&gt;Jangan biarakan saudaraku disana berputus asa atas segala ujian dan rahmat dari-Mu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti saudaraku, percayalah, sungguh Engkau tidaklah sendirian. Disini, dibelahan bumi ini, Insya Allah masih begitu banyak saudaramu yang mencintai dirimu, negaramu, masjid suci itu dengan sepenuh hati, lebih dari diri kami sendiri. Kami disini memang hanya duduk terpaku, tapi Insya Allah hati-hati dan doa-doa kami, kini ada ditengah-tengah kalian, hadir bersama senyum para malaikat di tengah-tengah ketegaran kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, bersama penderitaan kalian disana, justru menjadi sebuah sumber Inspirasi bagi kami, untuk senantiasa istiqomah di jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah saudaraku, engkau tidak sendirian, disini masih banyak saudaramu yang senantiasa mendudukungmu, termasuk juga diriku, walau dengan segala kelemahan dan ketidakberdayaanku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115250119674655972?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115250119674655972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115250119674655972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115250119674655972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115250119674655972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/duka-p-l-e-s-t-i-n.html' title='DUKA  P A L E S T I N A'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115234490524272282</id><published>2006-07-08T14:36:00.000+07:00</published><updated>2006-07-08T14:56:19.483+07:00</updated><title type='text'>Ketika Ada Secercah Harapan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/SS30033.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/SS30033.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#663366;"&gt;Ketika Ada Secercah Harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Lanjutan dari ….)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;em&gt;Ketika….dan ketika…&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi... &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; sudah punya jawabannya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; akan dapat menenangkanmu.&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dan Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; sedang berbisik kepadamu&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dulu aku memang seakan tidak tahu hendak berbuat apa, seakan semuanya tertumbuk dengan sebuah benteng yang begitu tinggi dengan segala kekuasaannya. Aku hanya bisa terpaku, diam, dan membisu. Yang aku tahu, jauh di dasar nurani ada satu titik yang senantiasa berbisik, “Engkau tidak sendirian saudaraku, bersabarlah, percayalah jika Tuhan mu tetap mencintaimu apapun adanya dirimu, tunggulah saatnya ketika seutas tali sudah sampai pada regangan terakhirnya, ketika kegelapan diliputi cahaya, ketika kesedihan berganti kegembiraan, ketika keputusasaan berganti secercah harapan”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ini, ketika aku masih berdiri terpaku, bisikan itu seakan semakin jelas terngiang, ketika jejak-jejak harapan itu mulai terbit dari singgasananya, dan dia pun kembali berbisik “Saudaraku, dengarlah Allah SWT sedang berbisik kepadamu”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua ini memang hanyalah secercah harapan, dan entahlah apakah semua ini akan menjadi sebuah kenyataan. Tapi sungguh aku sudah sangat bersyukur dan merasa begitu bahagia, karena ternyata aku masih bisa memiliki harapan, karena ternyata aku sanggup menangkap secercah indah harapan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan aku berjanji, walaupun semua ini hanya cukup semata menjadi secercah harapan, aku akan tetap tersenyum, karena aku kini percaya, jika aku ternyata masih bisa memiliki harapan, dan ini sudah cukup bagiku, karena memang hanya sampai disinilah tugas dan kapasitasku. Selebihnya, biarlah menjadi tugas dan otoritas Sang Pemberi Harapan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ffccff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;dan aku sangat bersyukur, ternyata aku masih bisa memiliki secercah harapan.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115234490524272282?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115234490524272282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115234490524272282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115234490524272282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115234490524272282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/ketika-ada-secercah-harapan.html' title='Ketika Ada Secercah Harapan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115224412664257557</id><published>2006-07-07T10:40:00.000+07:00</published><updated>2006-07-07T10:48:46.653+07:00</updated><title type='text'>Ketika Sang Waktu Seakan Berhenti Berdetak</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/56078.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/56078.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/56078.jpg"&gt;Jumat&lt;/a&gt;, 7 Juni 2006….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hitungan hari terus berputar sejak Sang Penguasa Makhluk memperlihatkan karunianya pada sang pengembara, berupa sebuah lukisan indah sang bintang di angkasa malam. Selama itu pula cahaya indah dari sang bintang seakan terus mengoreskan lukisan-lukisan yang semakin indah dalam ceruk hati sang pengembara. Sebuah lukisan cahaya, diatas lembaran cahaya, dengan tinta cahaya. Ada getaran indah bersama goresan cahaya keindahan yang semakin dan semakin mendalam. Goresan indah yang semata hadir karena kuasa-Nya dan semoga semuanya didasari atas ridho Sang Penguasa Angkasa Malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tetapi pasti, semuanya kini tumbuh menjadi sebuah asa yang terus dan terus menggelora dalam dada. Ada sebuah bayangan maya sebuah taman indah dalam hati, besama indahnya sang bintang. Ketika ada kesejukan bersama semilir angin, ada kicau burung pembawa keriangan, ketika ada harum sang bunga melati pembawa kesyahduan suasana. Ah……tapi ini hanyalah sebuah asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hitungan hari pengembaraan sang pengembara, terasa roda sang waktu seakan berjalan sedemikian lambat, seakan behenti berdetak,  walau sesungguhnya kuasa sang waktu  tetaplah berputar dengan segala kekuatannya, dengan segala kepatuhannya pada apa yang diperintahkan-Nya. “Tapi aku harus senantiasa bersabar, menunggu saat dimana Sang Penguasa Kehidupan membawanya kedalam taman hatiku, itupun jika Sang Penguasa menghendakinya”, begitu gumam sang pengembara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada sebuah lintasan getir dalam hati sang pengembara, “Tapi……siapakah aku ?, aku hanyalah seorang pengembara dengan segudang kelemahan dan ketidakberdayaannya. Layakkah aku menikmati indah cahaya sang bintang ?. Sungguh rasanya aku bukanlah siapa-siapa, yang pantas menjadi tempat bersemayamnya sang bintang dengan segenap keindahan cahayanya, kecuali jika dahulu ia memang bersemayam dalam rongga dadaku. Ah……”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, dikesunyian sang malam, kembali ada rengkuhkan kedua belah telapak tangan tuk mengadu dan merintih pada Sang Penguasa Kehidupan, sang penguasa yang telah menciptakan sang bintang dengan segala keindahanya juga sang pengembara dengan segala kelemahan, ketidakberdayaan dan kesedihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga rindu ini segera sampai pada muaranya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115224412664257557?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115224412664257557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115224412664257557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115224412664257557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115224412664257557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/ketika-sang-waktu-seakan-berhenti.html' title='Ketika Sang Waktu Seakan Berhenti Berdetak'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115199965094498041</id><published>2006-07-04T14:50:00.000+07:00</published><updated>2006-07-04T18:38:19.326+07:00</updated><title type='text'>Sang Pengembara</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Sang%20Pengembara.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/Sang%20Pengembara.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6600;"&gt;"Sang Pengembara"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah “Sang Pengembara”, yang berjalan menapaki hamparan kehidupan dengan segala misteri dalam setiap episodenya. Aku adalah seorang pengembara yang juga manusia biasa, sama seperti engkau saudaraku, diciptakan Sang Pencipta dengan segala sifat dan karakter kemanusiaannya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah begitu tegar menapaki kehidupan dan langkah kaki dengan dada terbusung, dengan kepala yang tegak dan tatapan mata yang tajam penuh semangat dan energi kehidupan. Aku juga pernah berjalan dalam pengembaraanku dengan seutas senyuman dan gelak tawa dengan segala pernik kebahagiaan yang bergejolak dalam dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku juga pernah berjalan dengan kepala tertunduk lesu, dengan dada yang tak lagi membusung, dengan tatapan mata yang sayu seperti rembulan yang tertutup kuasa sang awan hitam. Kakiku seakan tak kuasa lagi untuk melangkah walau hanya selangkah. Aku hanya bisa dan hanya ingin menghentikan pengembaraanku, sejenak berteduh di bawah rimbun pohon yang membawa kesejukan. Lidahku seakan kelu tak sanggup berbicara dan menguntai kata. Hatiku hanya bergemuruh dengan sejuta asa dan kegalauan dalam dada. Mataku hanya mampu mengalirkan air suci yang berhulu di dasar hatiku yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, inilah tanda sifat kemanusiaanku, sama seperti engkau saudaraku. Tapi jauh didasar hati ini saudaraku, ada sebuah kekuatan yang tersembunyi yang ketika aku duduk terpuruk di bawah pohon peneduh, dia senantiasa membisikan sebuah suara kedamaian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffcccc;"&gt;&lt;em&gt;“bersabarlah, bertawakal lah, pasrahkan dan adukan semua kesedihanmu pada Yang Maha Kuasa, Ambillah hikmah, yakinlah Allah tidak akan membawa kemudharatan dalam kehidupanmu, yakinlah Dia mencintaimu, yakinkah Allah hanya ingin memberikan yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhiratmu, tunggulah saat yang paling tepat ketika malam berubah menjadi terang benderang oleh sang surya, ketika hujan harus mereda, ketika kesedihan akan berubah menjadi sebuah kebahagiaan. Bersabarlah dan yakinlah pada cinta Tuhan mu”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah Sang Pengembara, yang akan terus melangkah, apapun episode yang harus kulalui. Aku hanya tahu jika aku harus sampai pada ujung pengembaraanku. Menjadi kekasih-Nya, mendapat ridho-Nya dan ketika aku telah sampai pada akhir pengembaraanku, aku ingin mengakhirinya dengan senyuman, dengan khusnul khatimah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115199965094498041?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115199965094498041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115199965094498041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115199965094498041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115199965094498041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/sang-pengembara.html' title='Sang Pengembara'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115199938710984256</id><published>2006-07-04T14:45:00.000+07:00</published><updated>2006-07-04T14:49:47.110+07:00</updated><title type='text'>Kerlip Indah Sang Bintang di Angkasa Malam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Sang%20Bintang.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Sang%20Bintang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan..... hari ini, Sabtu 30 Juni 2006 aku ingin kembali melanjutkan pengembaraanku, menapaki episode kehidupanku yang penuh misteri. Di langkah awal kakiku, kini aku melihat sebuah bintang indah diangkasa sana dengan segala kerlip indah di bola matanya. Aku menatap bintang indah itu dengan begitu takjub. Ada sebuah energi yang begitu menggelora yang membuncah jiwa dan membakar semangatku. Inilah kuasa Ilahi pada hati yang telah begitu lama kering oleh kegalauan dan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah energi dan asa yang terus merasuk dalam hati sanubariku, setiap kali kulihat kerlip bintang itu, semakin indah dan semakin indah. Aku begitu takjub memandang dan melihatnya. Tapi sungguh aku tak tahu apakah sang bintang itu melihatku di bumi ini ?..aku tak tahu apakah aku dapat menggapai bintang indah diatas angkasa itu ?..Apakah Kuasa Illahi akan membawaku keangkasa sana menuju tempat terindah di sisi sang bintang itu ?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, aku tak tahu. Biarlah semuanya mengalir bagai air. Biarlah semuanya berjalan sesuai dengan ketentuan dan takdir-Nya, karena aku telah berikrar untuk menyerahkan semuanya pada kehendak-Nya. Aku tidak akan pernah lagi mendikte Sang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi…., andaikan takdir Allah membawaku pada bintang itu, aku berjanji untuk menyimpan kerlip sang bintang itu dalam rongga dadaku. Akan aku jadikan ia hidup bersama setiap tarikan nafasku, akan aku jadikan ia menjadi energi kehidupanku, inspirasi dari langkah kakiku. Bayang dari sorot mataku. Akan kujadikan ia rembulan dalam kegelapan perjalananku, lilin dalam temaram kerinduanku, bunga dalam taman hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan…., andaikan aku tak bisa menggapai kerlip indah sang bintang itu, aku berjanji untuk tetap tersenyum. Karena aku yakin, nun jauh disana telah Engkau ciptakan kerlip bintang lain yang jauh lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku titip asa ini bersama semilir angin di keheningan malam, bersama rengkuhan do’a di atas hamparan sajadah, bersama detak jantung, bersama tetes embun yang mengalir di antara kedua belah pipi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115199938710984256?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115199938710984256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115199938710984256' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115199938710984256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115199938710984256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/kerlip-indah-sang-bintang-di-angkasa.html' title='Kerlip Indah Sang Bintang di Angkasa Malam'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115199717752643790</id><published>2006-07-04T14:08:00.000+07:00</published><updated>2006-07-04T14:43:22.060+07:00</updated><title type='text'>"Aa, Alhamdulillah Windi Lulus UAN"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Adik%20Kecilku.0.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/320/Adik%20Kecilku.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bandar Lampung, 29 Juni 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;&lt;em&gt;"Tet-Tot",&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Ring Tone SMS dari HP kesayanganku berbunyi. Dilayarnya tertulis sebuah nama "Windi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aa, Alhamdulillah windi lulus UAN, nilainya 3,70. Insya Allah windi dapat masuk ke SMP negeri. Makasih Ya Aa atas doanya. Salam dari mamah buat Aa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, aku ikut senang. Semoga Allah senantiasa memberikan karunianya kepadamu adik kecil. Semoga tumor di bawah telinga kanan windi lekas sembuh yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;####&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;Windi adalah salah seorang murid TPA yang pernah aku rintis dulu ketika di Bogor. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115199717752643790?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115199717752643790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115199717752643790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115199717752643790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115199717752643790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/07/aa-alhamdulillah-windi-lulus-uan.html' title='&quot;Aa, Alhamdulillah Windi Lulus UAN&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115124997194702681</id><published>2006-06-25T21:56:00.000+07:00</published><updated>2006-07-08T14:58:56.073+07:00</updated><title type='text'>Kenangan di Pantai "Mah Hitam"</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Foto%20For%20Internet.jpg"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ccff;"&gt;Kenangan Di Pantai "Mah Hitam"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, kembali bertambah lagi satu episode pengalaman dalam hidupku. Bukan hanya semata pengalaman, tapi sekaligus menyimpan sejuta makna, hikmah sekaligus kenangan. Hari ini aku bersama dua orang temanku (Akh Dodo &amp; Akh Subian) mendampingi rihlah sekaligus daurah Remaja Masjid (Risma) Baituss Salam, Kecamatan Tanjung Seneng, bandar Lampung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tempatnya di "Pantai Mah Hitam", dengan perjalanan sekitar 1,5 jam dari Bandar Lampung. Jam 4 sore kami semua baru meninggalkan lokasi pantai. Setelah sholat ashar, kami langsung meluncur pulang ke Bandar Lampung. Aku dan Akh Dodo kemudian mampir dulu ke acara khitanan putranya Akh Andi di Tanjung Seneng, setelah itu langsung silaturahim ke rumahnya Akh Sobian. Akhirnya aku baru sampai di rumah sekitar jam 19.00. Cape, lemes, ngantuk, sakit kepala, dll, tapi sungguh aku sangat bahagia. Insya Allah tentang sejuta hikmah dan pengalaman yang ada akan aku ceritakan kemudian, soalnya dah ngantuk berat nih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada yang kelewat nih, tadi sambil pulang aku beli dulu durian di sepanjang jalan sekitar pantai. harganya cukup murah (Rp 8.000,-/buah), durian jatuhan lagi (kata penjualnya sih..), yang jelas rasanya cukup manis. Aku beli 3 buah dan dimakan 0leh empat orang, kenyang juga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh ia..., seperti biasa, aku membawa kamera digital. Foto diatas adalah sebagian dari kenangan yang terekam. Biasanya fose fotoku hampir sama, yaitu dalam posisi kedua tangan di dada, tapi sekarang aku di ajari akh Dodo fose yang baru, yaitu kedua tangan direntangkan, tapi bagus juga..he-he.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;**********&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngomong-ngomong, besok kan hari senin yah ?...aduh banyak sekali tugas pekerjaanku yang harus ku lakukan besok.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. membuat kelengkapan administrasi untuk pembayaran hari selasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. koordinasi dengan Panitia masalah teknis pembayaran hari selasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. membuat notulensi hasil rapat hari jum'at kemarin. Soalnya rekamannya masih di MP3 Player dan belum sempet ku ketik, padahal rencananya sekalian hari selasa mau dibawa ke Polres. Hari Sabtu dan Minggu kemarin aku belum sempet ngerjainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. dan lain-lain..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;Aduh, banyak bener nih. Andaikan ada yang bantuin...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi aku harus menjalani semuanya dengan hati yang senang, tenang dan ikhlas. Karena Insya Allah pasti ada sejuta hikmah di balik semua beban tersebut, untuk kehidupanku. Amiin&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;&lt;em&gt;Semoga rindu ini akan segera sampai pada muaranya...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115124997194702681?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115124997194702681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115124997194702681' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115124997194702681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115124997194702681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/kenangan-di-pantai-mah-hitam.html' title='Kenangan di Pantai &quot;Mah Hitam&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115112375704406344</id><published>2006-06-24T11:08:00.000+07:00</published><updated>2006-06-24T11:38:32.966+07:00</updated><title type='text'>Awal dari Sebuah Perjalanan di Bumi Ruwa Jurai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Prajurit%20&amp;%20Rakyat%201.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Prajurit%20%26%20Rakyat%201.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan Juni 2004 adalah awal kedatanganku ke Bumi Ruwa Jurai, Bumi Lampung. Tanpa terasa, kini sudah dua tahun aku berada di tempat ini. Entah sampai kapan aku berada disini. "Sampai bulan September kali yah ?". Wallahu Alam. Tugas ku hanya menjalani semuanya, mencoba melakukan yang terbaik, berusaha memberikan sumbangsih pada pekerjaan ini, pada perusahaan ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak nikmat yang begitu bermakna aku temukan disini. Ilmu, pengalaman, saudara. Selama dua tahun ini aku rasanya sudah berkeliling sampai ke pelosok-pelosok mulai dari Kabupaten Way Kanan, Tulang Bawang, Lampung Tengah dan Lampung Timur. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cita-citaku sebenarnya tidak sesempit pandangan mata, melakukan semuanya semata hanya untuk sesuap nasi. Aku sebenarnya ingin diriku bisa bermanfaat untuk umat, negara, agama, dakwah. Begitu klise kedengarannya, tapi itulah adanya sebuah gelora dalam relung hatiku. Aku ingin membantu orang-orang yang lemah yang kesulitan. Aku memang belum bisa melakukan apapun untuk cita-citaku itu, semoga Allah senantiasa membimbing langkah dan perjalananku,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku memang bukan siapa-siapa disini, aku hanya seorang bawahan, keroco, ilmu ku pun hanya sedikit, tapi sekali lagi semoga cita cita dan keinginanku bisa tercapai. Hidup bermanfaat bagi uamat, agama, negara, dakwah. Semoga pekerjaan yang kini aku jalani, esok atau lusa akan bermanfaat bagi cita-citaku ini. Entahlah sampai kapan aku masih tetap berada disini, itu bukan urusanku, biarlah Allah yang mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;**************&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keterangan Foto :&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;Ini adalah foto ketika pertama kali aku datang di Bandar Lampung. Masih agak kurus..he-he. Ini berada di bawah pohon beringin tempat nongkrong dan bersantai di depan Mess (rumah mas Aji) sekaligus sekretariat tim yang lama (di Puri Way Halim Permai). Yang aku ingat, setelah di foto, aku langsung menuju ke Kabupaten Way Kanan, tepatnya ke desa Sri Mulyo Kecamatan Negara Batin. Waktu itu memang kegiatannya baru pengukuran dan inventarisasi. Waktu itu aku berdua dengan kang Amar, cuman dia tugasnya di Lampung Timur.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dari sebelah kiri&lt;/span&gt; : Bang Jul, Andi, Bang Juki, Mas Topik, Babeh Hani (ini atasanku), &lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;dirikuh,&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Kang Oleh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115112375704406344?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115112375704406344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115112375704406344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115112375704406344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115112375704406344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/awal-dari-sebuah-perjalanan-di-bumi.html' title='Awal dari Sebuah Perjalanan di Bumi Ruwa Jurai'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115107458024370253</id><published>2006-06-23T21:43:00.000+07:00</published><updated>2006-06-24T11:06:39.676+07:00</updated><title type='text'>Episode Kehidupanku Yang Terus Berjalan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Rapat.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Rapat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah tertunda beberapa kali dan setelah melalui serangkaian negoisasi dengan pihak PEMDA, Alhamdulillah hari jum’at tadi dapat dilaksanakan pertemuan di Aula PEMDA. Terpaksa deh aku harus begadang menyiapkan semua dokumen, data-data, dokumentasi kondisi lapangan dan berkas-berkas administrasi lainnya. Eh sebenarnya enggak terpaksa juga ding..emang udah jadi tugasku, he-he. Aku sendiri akhirnya baru bisa tidur sekitar jam 02.00, padahal jam 07.00 aku harus sudah berangkat. Tapi gak apa-apa juga sih, namanya juga perjuangan, pasti ada hikmah dari semua rasa lelah yang aku rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya baru sekitar jam 07.30 aku baru bisa berangkat. Aku dan kang toni di kijang biru sedangkan 3 temanku yang lain di inova, sedangkan dua orang atasanku mereka berangkat sendiri. Mudah-mudahan saja gak terlambat lagi, tapi gak apa-apa sih, emang biasanya setiap ada acara rapat di PEMDA, kita mah pasti terlambat, he-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hasil pertemuannya sangat mengembirakan. Ada solusi dari permasalahan yang dihadapi. Salut deh buat Pak Wabup, beliau berani dan tegas dalam mengambil keputusan. Demikian juga dengan salah satu Ketua Komisi DPRD yang hadir, tegas, tenang, bicaranya berbobot dan tau solusi apa yang harus diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, waktu pertemuan tadi kembali menjadi ajang penyampaian kritik, unek-unek, kekesalan dan kekecewaan para peserta rapat pada perusahaan tempatku bekerja. Aku sendiri jadi risih mendengarnya, tapi gak apa-apa juga sih, emang kenyataannya masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Insya Allah dengan masukan dan kritikan-kritikan itu bisa menjadi cambuk bagi kami semua untuk lebih meningkatkan kinerja. Hal yang terpenting adalah semoga kehadiranku di tim ini bisa memberikan sumbangsih yang berarti, bukan sebaliknya kehadiranku malah menjadi beban. “Bimbinglah hamba Ya Rabb”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 18.15, kami baru sampai di Bandar Lampung kembali, di kantor tempatku bekerja. Uh…lelah sekali rasanya, ngantuk, lemes, sakit kepala. Dengan energi yang masih tersisa aku dan kang toni menurunkan laptop, printer, handycam, trypord, kamera digital, setumpuk map yang berisi dokumen-dokumen dari dalam mobil. Setelah menyimpan semua peralatan di tempatnya, aku pun segera mengambil air wudhu, sholat magrib. Aku rindu ingin kembali bersujud, mengadu, menengadahkan tangan pada Sang Kekasih…Sang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdiskusi sebentar dengan kedua atasanku mengenai tindak lanjut pertemuan tadi serta surat-surat dan dokumen yang harus di buat, aku akhirnya mengambil anduk dan saat nya untuk mandi setelah sebelumnya merebus air panas dulu. Mandi air hangat ah, mudah-mudahan bisa sedikit mengurangi rasa lelah dan sakit kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat isya, aku duduk bersimpuh di atas hamparan sajadah. Mencoba merenungi lembaran-lembaran episode kehidupanku. Mataku terpejam, disaat pikiranku melayang menembus ruang dan waktu, melampui dimensi dan ruang kehidupanku. Kutundukkan kepalaku. Kurasakan kedua mataku yang terpejam mulai hangat dengan sebuah air suci., yang berhulu dari mata air nurani di lubuk hatiku yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ya Rabb..hamba mohon petunjuk dan bimbingan-Mu&lt;br /&gt;Hamba mohon ampun atas segala dosa dan maksiyat&lt;br /&gt;Ya Rabb..hamba mohon belas kasihan-Mu&lt;br /&gt;Jangan Engkau biarkan hamba seorang diri&lt;br /&gt;Jadikan hamba insan yang pandai bersyukur atas segala nikmat-Mu&lt;br /&gt;Berilah hamba kesabaran menghadapi semua ujian dalam kehidupanku&lt;br /&gt;Engkau Maha tahu apa yang terbaik bagi kehidupanku&lt;br /&gt;Hamba berserah diri pada-Mu&lt;br /&gt;Pada apapun takdir yang telah Engkau gariskan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Aku teringat kembali dengan sebuah kalimat bijak yang kubaca di salah satu Blog, sangat indah dan begitu merasuk dalam hati sanubariku, :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia..&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; tahu betapa keras engkau sudah berusaha.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff66;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; sudah menghitung air matamu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; sedang menunggu bersama denganmu.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu seakan tidak perduli...&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; selalu berada disampingmu.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;Allah SWT sudah punya jawabannya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;********************&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Aku hanya ingin terus berjalan, hidup, berusaha, berjuang.......&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115107458024370253?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115107458024370253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115107458024370253' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115107458024370253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115107458024370253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/episode-kehidupanku-yang-terus.html' title='Episode Kehidupanku Yang Terus Berjalan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115082100831357607</id><published>2006-06-20T23:22:00.000+07:00</published><updated>2006-06-20T23:30:08.503+07:00</updated><title type='text'>Sejuta Hikmah dari Sebuah Blog</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/052072b.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/052072b.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar jam 20.00 tadi aku membuka blog ku di kantor, memang selama ini aku lebih sering buka internet di kantor pake telkomnet instan. Di daftar komentar ada yang berkunjung namanya “fathy” lalu ku kunjungi balik blog nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, blog nya bagus, terutama ketika melihat-lihat isi blog nya, nuansa mahasiswanya masih sangat kental, pergolakan batin seorang mahasiswa tingkat akhir (dulu aku juga pernah mengalaminya). Ada juga foto mahasiswa UI Ikhwan dan Akhwat yang lagi demo, sungguh aku rindu masa-masa perjuangan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mba Fathy juga menulis tentang seperti apa kehidupan Fasca Kampus, tulisannya lebih banyak bercerita tentang pergolakan batin, pertanyaan, kekhawatiran, ketakutan sekaligus ada harapan dan cita-cita besar (sama..aku juga dulu pernah mengalami hal ini). Sebenarnya aku ingin memberi komentar tentang seperti apa sih kehidupan paska kampus itu, minimal dalam persepsi, pandangan, pendapat dan pengalamanku. Sayangnya aku dah ngantuk berat nih, lelah rasanya. Jadi Insya Allah esok atau lusa aku ingin bercerita tentang bagaimana paska kampus, khususnya buat Mba Fathy yang mudah-mudahan segera di wisuda (semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran). Aku sendiri sebenarnya ingin coba mengenang kembali masa kuliah dulu, menjelang wisuda, sampai saat kehidupanku kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, ada namanya adik Hani (alamat blog nya www.hani-smile.blogdrive.com). Dia sepertinya baru kelas 3 SMU, tapi bila kubaca tulisan-tulisanya, cita-cita nya, perjuangan dakwahnya, sungguh aku iri dan malu pada adik Hanny, begitu dewasa dan bersemangat. Bila aku ingat-ingat masa lalu ku, pada saat seusia dia, aku masih belum tahu banyak tentang agama ini. Semoga Adik Hanny bisa terus istiqomah pada jalan dakwah yang telah dipilihnya serta mendapat lindungan dan karunia dari Sang Maha Kuasa. Doa tulus dari saudaramu..kakakmu nun jauh disini, di bumi Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hikmah yang aku peroleh setelah aku memiliki blog ini. &lt;em&gt;Terimakasih Ya Rabb, Engkau berikan hamba kesempatan melihat sosok-sosok orang-orang yang sholeh &amp;amp; sholehah&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115082100831357607?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115082100831357607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115082100831357607' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115082100831357607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115082100831357607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/sejuta-hikmah-dari-sebuah-blog.html' title='Sejuta Hikmah dari Sebuah Blog'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115081988881541052</id><published>2006-06-20T23:03:00.000+07:00</published><updated>2006-06-21T10:22:08.450+07:00</updated><title type='text'>Episode Kehidupanku Hari Ini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Aku%20&amp;%20PGN%201.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Aku%20%26%20PGN%201.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini tugasku adalah ketemu dengan lurah Rantau Jaya Udik, ngasih surat ke petugas BPN dan menghadap ke Kabag Tapem. “Mudah-mudahan saja perjalananku hari ini lancar”, begitu gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 10.00 aku sudah berangkat ke Sukadana, kembali giliran si Kijang Biru yang bertugas membawaku kesana dan Bang Armin yang bertugas memegang kendali. Seperti biasanya kemanapun aku pergi selalu membawa buku walaupun sering kali gak kebaca..he-he. Kali ini buku yang kubawa adalah “Dengan Hati Menuju Tempat Tertinggi” karangan Gede Prama, serta buku “Bila Hati Rindu Menikah” karangan Mas Udik Abdullah...he-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas di lampu merah tidak lupa aku beli koran Radar Lampung, ingin tahu perkembangan Gempa di Bandar Lampung. Dari informasi yang kubaca, pusat gempa kini sudah ditemukan, yaitu di Gunung Betung Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kijang Biru terus melaju dengan kencang, kali ini ku hidupkan Berita di Radio Elshinta, kemudian baru giliran Album Kompilasi Brother dan tidak lama kemudian, biasa…..Zzzzzzzzzzzzz, aku pun terbang ke alam mimpi. He-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, perjalanan hari ini lancar dan sukses sesuai dengan apa yang direncanakan dan ditargetkan. Urusan di Desa Rantau Jaya udik dah kelar, begitu juga setelah aku menghadap ke Kabag Tata Pemerintahan, Insya Allah hari minggu ini jadi rapat. Semoga semuanya berjalan lancar. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan pulangnya tidak terlalu sore, jadi aku bisa sempet latihan dulu. Badan ini rasanya gak enak gitu lho..kalau gak dibawa olah raga. Alhamdulillah, sekitar jam 16.30 aku dah nyampei kembali di Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sudah aku jalani dan Allah sudah memberi kemudahan, banyak hikmah dan pelajaran yang aku dapatkan, yang sudah pasti sangat bermanfaat bagi kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok, Insya Allah tugasku ke Braja Asri, semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran&lt;em&gt;….”Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkan untukku urusanku dan lepaskanlah kekeliruan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”.&lt;/em&gt; Memang aku hanya bisa memohon bimbingan pada Sang Kuasa, karena dengan jujur aku akui, aku hanyalah insan yang lemah dan bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ia….di sepanjang perjalanku tadi, kembali asa itu kembali mengaduk-aduk relung jiwaku. Aku tidak kuasa, dan kembali aku hanya bisa menarik nafas dengan berat, lalu berserah diri pada-Nya. Tapi satu yang pasti, semoga bintang indah di langit itu terus bersinar, tersenyum, bahagia dan tidak sedetikpun tertutup sang awan hitam. Biarlah aku yang tertutup kuasa sang awan hitam bukan kerlip indah sang bintang di ujung langit. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115081988881541052?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115081988881541052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115081988881541052' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115081988881541052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115081988881541052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/episode-kehidupanku-hari-ini.html' title='Episode Kehidupanku Hari Ini'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115064917654090772</id><published>2006-06-18T23:17:00.000+07:00</published><updated>2006-06-19T09:50:48.550+07:00</updated><title type='text'>Oii..Pengumuman...Kang Amar  Menikah</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Pernikahan%20Kang%20Amar.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Pernikahan%20Kang%20Amar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Menikah :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Amarullah (Amar)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dengan &lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Octaviana Rexina (Vina)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Satu lagi teman kerjaku (Kang Amar) mengakhiri masa lajang nya,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Selamat yah, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Doain dirikuh segera menyusul yah....He - he.. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Keterangan Foto &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Ini dalam formasi lengkap, tim sepak bola&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Berdiri mulai dari sebelah Kanan :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Pak Basori,  Pak Tarmuji, Mba Tuti, Intan, Teh Elis,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Mba Ita, Vina, Amar, SoeHeri, Kang Toni, Guntur, Mas Aji Wibowo (Korlap Lampung).&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Berjongkok mulai dari sebelah kanan :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sim Kuring alias Dirikuh, Hendri, Kang Oleh&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115064917654090772?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115064917654090772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115064917654090772' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115064917654090772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115064917654090772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/oiipengumumankang-amar-menikah.html' title='Oii..Pengumuman...Kang Amar  Menikah'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115055492141298602</id><published>2006-06-17T21:27:00.000+07:00</published><updated>2006-06-17T21:35:21.443+07:00</updated><title type='text'>dan Allah Pun Cemburu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/56180.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/56180.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Dikisahkan, betapa Nabi Ibrahim sangat mencintai putra semata wayang nya, Ismail. Rasa cinta yang sebenarnya teramat wajar, karena beliau juga manusia biasa, sama seperti kita. Apalagi setelah sekian lama, beliau mendambakan lahirnya seorang anak yang akan jadi penerus dakwahnya. Tanpa disadarinya, bersama dengan rasa cinta pada Ismail yang semakin membara, ada yang sangat Cemburu, Dia adalah Sang Khaliq, Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim pun diuji Allah dengan sebuah perintah untuk menyembelih putra yang sangat di cintainya (Ismail). Nabi Ibrahim pun akhirnya menyadari jika Cinta kepada Allah haruslah melebihi segalanya. Nabi Ibrahim pun demi untuk membuktikan cintanya pada Allah SWT, akhirnya bersedia menyembelih Ismail. Akhirnya, ketika Ibrahim sudah mengembalikan cintanya hanya kepada Allah, justru Karunia sangat besar yang diterimanya. Bukan Ismail yang disembelih, tapi hanya seekor domba. Ismail pun akhirnya tumbuh menjadi manusia yang sholeh, menjadi nabi dan rosul, yang akhirnya melahirkan keturunan seperti Rasulullah Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang bukan apa-apa dibandingkan kisah manusia suci Ibrahim dan Ismail, tapi aku yakin, Allah akan tetap merasa cemburu kepada insan yang lebih mencintai makhluk daripada Allah SWT, lebih bersandar dan menggantungkan diri pada sesama manusia dibanding kepada Sang Maha Pencipta. Hal ini yang coba ingin ku ungkap dalam penggalam hidupku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sebuah kisah yang kutulis sekitar 5 bulan yang lalu, dan Alhamdulillah file nya ketemu lagi. Ini memang hanya sepenggal episode dari sekian banyak episode kehidupanku. Kutulis di Blog ini, tentu bukan karena aku ingin dikasihani ataupun ditangisi. Semuanya semata karena aku ingin dengan mudah untuk berkaca pada sang diri, belajar untuk menjadi dewasa, belajar untuk berprasangka baik pada apapun keputusan-Nya, dan tentu saja dalam mencari sebuah makna mengapa Allah harus merasa cemburu akan kelalaianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Masa lalu, sebenarnya terkandung sejuta pelajaran sangat berharga yang akan sangat berguna bagi kehidupanku di masa yang akan datang. Waktu tidak mungkin berputar lagi ke belakang, padahal hidupku akan terus berputar ke depan. Semoga tulisan ini akan semakin memudahkanku untuk mengambil mutiara pelajaran berharga itu dan andaikan penggalan kisah ini memberi ilham dan inspirasi bagi siapapun yang kebetulan membaca tulisanku ini, hanya satu harapanku “semoga bermanfaat”. Wallahu Alam.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;@@@@@@@@@*********@@@@@@@@&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi..aku menelepon seseorang yang dulu pernah menjadi teman dalam suka dan duka. Dia kakak satu tingkat ketika aku kuliah. Kami juga satu tim yang solid di medan dakwah..dimana ada dia..pasti ada aku. Kadang ada juga yang menyebutkan kami ini selebriti. He-he. Tapi jangan salah sangka dulu, dia seorang Ikhwan /laki-laki tentunya, sebut saja namanya “HANIF”. Dia juga adalah tempatku mengadu, CURHAT, mengkonsultasikan permasalahan yang aku hadapi. Rasa-rasanya semua rahasia hidupku sudah aku ceritakan kepadanya. Entah mengapa aku begitu mempercayainya, padahal aku sebenarnya tipe orang yang tertutup dan tidak mudah mempercayai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, kami adalah teman untuk saling berbagi dan saling meminjamkan uang. Kalau aku lagi gak punya uang sama sekali untuk makan dan keperluan lainnya, aku pasti mengadu padanya, begitu juga sebaliknya, tetapi seringnya aku sih yang paling sering minjam duit. He-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur..aku sangat membanggakan dia. Bersahaja, lembut, tenang, sederhana, jadi ingat sama iklan roko, Cool, Calm, Confident. Tapi yang paling mengesankan sebenarnya adalah karena dia selalu bersedia untuk mendengarkan dengan sabar, memberikan penjelasan dan pandangan dengan dewasa, tanpa menyalahkan apalagi menghakimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia seperti kakak bagiku, bahkan mungkin lebih dari kakak kandungku sendiri (emang dia lagi ada di negeri Australia sono, jauh) He-he. Aneh memang, tapi itulah realitanya. Fase kehidupan memang terus berjalan, akhirnya Allah mempertemukan dia dengan seorang akhwat/wanita yang sholeh. Merekapun akhirnya menikah. SELAMAT SAUDARAKU, aku turut berbahagia, semoga rumah tangga kalian menjadi SAKINAH, MAWADAH, WA RAHMAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, aku merasa sangat bahagia dengan pernikahannya, tapi di sisi lain tanpa bisa aku pungkiri, sebenarnya aku merasa sangat kehilangan dia, orang yang begitu berharga bagiku. Karena aku menyadari, kini ada yang lebih berhak dengan waktu dan curahan pikiran nya. Tapi sudahlah, toh memang begini yang namanya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memang punya skenario yang unik, kami pun akhirnya dipisahkan lebih jauh lagi, kali ini karena urusan pekerjaan. Ada rentang jarak tempat tinggal yang sangat jauh diantara kami, aku di Propinsi lampung dan dia di Propinsi ………... Aku sebenarnya ingin tinggal tidak terlalu jauh dengan dia, biar kami bisa lebih mudah untuk saling mengingatkan, apalagi kami pernah satu group liqo. Tapi sudahlah, semoga kami bisa tetap istiqomah walaupun kami tidak lagi lagi bisa saling memberi tausyah secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi diantara kami pun akhirnya mulai berkurang, karena memang rutinitas dan beban pekerjaan yang cukup berat dan menyita waktu, tenaga dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi namanya juga hidup, akhirnya aku kembali mendapatkan sebuah permasalahan yang sangat berat, sangat menyita pikiran dan konsentrasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, lebih baik aku CURHAT ke dia saja” itu yang terlintas dalam pikiranku. Akupun akhirnya menelepon dia, tujuannya untuk mengkonsultasikan permasalahan yang begitu mebebani jiwa ini. Dengan satu harapan dia bersedia mendengarkan kemudian memberikan nasihat yang mendamaikan hati, seperti dulu sebelum dia menikah dan sebelum jarak tempat tinggal memisahkan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi.., mengapa kok semuanya tidak seperti yang aku harapan. Aku merasakan suaranya tidak lagi seramah dulu, perkataannya ang tidak lagi sebermakna dulu, dia seperti tidak terlalu merespon akan perkataan yang aku sampaikan. Sehingga rasanya aku seperti berbicara bukan dengan seseorang yang pernah aku anggap sebagai kakak kandungku sendiri. Akhirnya akupun tidak kuasa untuk mengemukakan semua permasalahan yang ingin aku sampaikan. Akupun mengakhiri pembicaraan tanpa sempat mengemukakan permasalahanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam, ”Ya Rabb, mengapa orang yang dulu pernah aku banggakan, sebagai orang yang dulu aku anggap sebagai saudara, kakak, kini seakan telah berubah ?. Seakan kini ada rentang jarak diantara kami. Padahal aku masih sangat membutuhkan masukan, dan nasihat-nasihatnya. Ah, mengapa bisa terjadi seperti ini ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa termenung, menarik nafas panjang. Perlahan tapi pasti, ada sebuah pertanyaan yang kemudian menggelitik hatiku, “Apakah memang tanpa aku sadari, selama ini aku telah menggantungkan diri, bersandar kepada dia ?, yang pada akhirnya tanpa aku sadari sebegitu ketergantungannya diriku pada sosok dia ?, Astaghfirullahal adzim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menarik nafas, perlahan, kupejamkan mataku, kudengarkan bisikan sebuah suara nurani dalam hatiku. Perlahan tapi pasri aku terus berusaha untuk bisa menggali HIKMAH dari semua peristiwa yang baru saja terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini barangkali hal yang coba harus aku tanamkan dalam jiwa ini. Pasti ada hikmah dibalik semua ini. Hikmah besar dari Allah SWT yang tentu untuk kebaikan diriku sendiri”, begitu gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti, aku percaya Insya Allah sampai detik ini dia masih tetap orang yang baik, sholeh, hanif seperti dulu. Dia masih saudaraku yang baik, mungkin permasalahannya bukan dari dia, tapi justru dari diriku sendiri. Bisa jadi karena penurunan ruhani dan beban permasalahan dalam diriku lah yang kemudian membuat aku merasa dia seperti menjauhiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah yang barangkali ingin Allah ajarkan pada diri ini adalah :&lt;br /&gt;1. Supaya aku tidak lagi terbiasa menggantungkan diri pada orang lain dan aku hanya boleh bersandar dan menggantungkan diri hanya kepada ALLAH SWT semata.&lt;br /&gt;2. Supaya aku bisa lebih dewasa, mandiri, berani menentukan dan mengambil sikap, tegas, tidak plin-plan, mantap dan berani dalam bertindak dan mengambil keputusan. Karena semua itulah hal yang paling dibutuhkan dalam mengarungi hidup ini.&lt;br /&gt;3. Allah sesungguhnya merasa CEMBURU jika seorang insan lebih mencintai an menggantungkan diri pada sesama makhluk dan bukan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, Insya Allah aku akan berusaha untuk menarik hikmah dari semua ini. AKU HARUS MEMPERBAIKI KUALITAS IBADAHKU, karena semua kegelisahan bersumber dari diriku sendiri. Sehingga ketika kualitas ibadah sudah semakin baik, maka diri akan semakin dekat dengan-Nya yang pada akhirnya kepasrahan atas takdir Sang Maha Kuasa akan tertanam dalam Jiwa. Kedamaian, ketenangan pada akhirnya tentu akan bersemayam dalam jiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya memang harus berawal dari TEKAD KUAT dalam diri ini, untuk MEMPERBAIKI KUALITAS IBADAH dan KEDEKATAN pada-NYA. Jika ini belum berhasil dilakukan, percuma saja kita berkonsultasi pada orang lain se sholeh apapun dia, karena yang akan memutuskan tetap lah diriku sendiri. Jika yang dominan adalah EMOSI dan NAFSU, pasti semua pendapat orang lain itu tidak akan bermakna apapun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, bimbinglah hambamu ini. Tunjukilah hamba untuk tetap berada dalam jalan Mu yang lurus. Aku berjanji pada-Mu, mulai saat ini aku hanya akan bersandar dan bergantung pada-Mu, bukan pada makhluk-Mu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115055492141298602?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115055492141298602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115055492141298602' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115055492141298602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115055492141298602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/dan-allah-pun-cemburu.html' title='dan Allah Pun Cemburu'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115047274761196594</id><published>2006-06-16T22:37:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T22:45:47.626+07:00</updated><title type='text'>Gempa Bumi di Bandar Lampung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/WINTER.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/WINTER.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari terakhir ini, di Bandar Lampung sering terjadi gempa bumi. Memang getarannya tidak begitu besar, tetapi karena demikian seringnya gempa-gempa itu terjadi menyebabkan masyarakat mulai panik. Ada tiga kecamatan yang kerap merasakan gempa ini, yaitu Kecamatan Kemiling, Tanjung Karanag Barat dan Kedaton. Aku sendiri tinggal di sekitar Kecamatan Kedaton dan kantor tempatku bekerja juga merasakan getaran-getaran gempa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi siang sekitar jam 14.00 kebetulan aku dan seorang teman sedang berada di Mall Alfa (lokasinya di pusat kota Bandar Lampung). Waktu itu aku sedang makan di rumah makan yang berada di lantai tiga. Ketika aku sedang asik makan, tiba-tiba saja orang-orang pada teriak “ada gempa..ada gempa”. Oraang-orang pun pada berlarian menuju ke lantai dasar. Untungnya gempa tidak berlangsung lama, sehingga akhirnya mereka kembali lagi ke posisi semula. Tapi aneh nya kok aku rasanya tiak merasakan kalau waktu itu ada gempa yah ?. he-he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku baca di koran Radar Lampung, sebagian masyarakat di Kecamatan Kemiling kini sudah banyak yang tidak berani nginap di dalam rumah, mereka banyak yang menginap di dalam tenda yang di pasang di depan rumah atau tidur di dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga mendengar kabar, jika di salah satu kompleks perumahan yang ada di Kecamatan Kemiling tiba-tiba saja keluar mata air panas. Wallahu alam apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandar Lampung sebenarnya termasuk daerah rawan gempa, karena memang letaknya berada di pinggir pantai serta tidak terlalu jauh dari Gunung Krakatau yang saat ini memang sedang menjadi pusat perhatian karena menunjukan tanda-tanda akan meletus kembali, persis seperti Gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi, semuanya Allah yang menentukan. Sebagai manusia, tentu kita hanya bisa berusaha memprediksikan untuk menghindari ketika gempa itu terjadi, tapi semuanya tetap berada di bawah kekuasaan Allah SWT. Jika memang Allah menghendaki gempa ini terjadi di Bandar Lampung yang kini menjadi tempat aku hidup dan tinggal mengais rejeki, tentu tidak akan ada siapapun yang bisa berlari darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah sebuah kepastian. Hanya satu permohonanku pada Sang Kekasih, bagaimanapun caranya, dimanapun tempatnya, kapanpun terjadinya semoga hal itu terjadi ketika aku menjadi insan yang taqwa, istiqomah di jalan-Nya dan bisa mengakhiri hidup ini dalam keadaan khusnul khatimah. Hidup Mulia atau Mati Syahid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siapapun adanya yang membaca tulisan ini, saya yakin tidak ada yang menghendaki kalau Gempa Dahsyat di Jogjakarta akan terjadi pula di Bandar Lampung ini. So….atas nama pribadi dan atas nama saudara-saudara seiman dan seislam di Bandar Lampung, saya mengharapkan doa dari saudara-saudaraku semua di situs My Quran ini, karena antum semua adalah orang-orang yang sholeh yang insya Allah doanya akan di dengar oleh Allah SWT, “Semoga Allah senantiasa memberikan perlindungan-Nya bagi kami semua yang kini berada di Bandar Lampung”. Amiin&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115047274761196594?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115047274761196594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115047274761196594' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115047274761196594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115047274761196594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/gempa-bumi-di-bandar-lampung.html' title='Gempa Bumi di Bandar Lampung'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115046008304964507</id><published>2006-06-16T19:08:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T19:14:43.066+07:00</updated><title type='text'>Semuanya Tidak Ada Yang Sia-Sia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/56087.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/56087.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (Q.S. Ali Imran : 191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;“Tidak ada yang sia-sia”.&lt;/strong&gt; Ungkapan sangat indah ini terus dan terus menggelitik jiwa ini. Ungkapan ini memang sangat relevan dengan makna “pasti ada hikmah dibalik semua peristiwa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini dan saat ini aku hanya ingin mencoba bernostalgia, menengok kembali kebelakang, pada rangkaian kehidupan yang pernah ku lalui dan ku jalani di masa lalu, tentang betapa memang selalu ada makna, tidak ada yang sia-sia dari setiap rangkaian hidup yang ku lalui. Memang ada duka, kesedihan, rintihan, beban menghimpit dada juga ada senyuman, kebahagiaan dan harapan, tapi semuanya entah kenapa selalu berujung pada akhir yang sama “semua yang pernah kulalui ternyata kini sangat bermanfaat untuk kehidupanku. Untuk dulu aku begini dan tidak begitu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sengaja kubuat, semata hanya sebagai ungkapan syukur pada Sang Maha Kuasa, Sang Sutradara Kehidupan, Sang Maha Perkasa yang membuat semua skenario hidupku, dari masa lalu, masa kini bahkan sampai masa yang akan datang, masa depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter dasarku sebenarnya adalah pendiam, jarang ngobrol dan barangkali kurang komunikatif terutama dengan makhluk yang bernama wanita. Jika bukan mereka yang inisiatif ngajak ngobrol, aku pasti diem seribu bahasan. Tapi ada satu hal yang kadang aku sendiri gak pernah mengerti, jika di acara resmi semisal Forum diskusi atau rapat aku justru sangat aktif berbicara, vokal. Hal ini barangkali yang menyebabkan ketika di SMA dulu aku sering diminta bantuan oleh guru untuk berbicara didepan kelas, menjelaskan kepada teman-teman sekelas tentang materi pelajaran sekolah, terutama tentang pelajaran pavoritku yaitu Biologi dan Kimia. Memang untuk dua pelajaran ini nilainya gak jauh dari 9 atau 10 (he-he..narsis yah). itu barangkali yang menyebabkan waktu SMA dulu aku pernah menjadi salah satu peserta dari 3 peserta yang mewakili SMA ku di Lomba Cerdas Cermat se-Jawa Barat yang diselenggarakan TVRI Stasiun Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, waktu kuliah dulu aku pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Asal Sumedang, waktu itu dengan bantuan dosen-dosen yang berasal dari Sumedang aku dan temen-temen lainnya mengajukan profosal tentang konsep “Program Emut Ka Lembur” yang intinya tentang Program Litbang Agribisnis di Kabupaten Sumedang. Aku yang kebagian tugas mewakili temen-temen untuk presentasi di Pemda Kabupaten Sumedang. Aku juga kaget yang hadir ada Ketua BAPPEDA, kepala-kepala dinas bahkan Bupatinya sendiri hadir dalam pertemuan itu. Entah kenapa aku nyaman-nyaman aja ngejelasin konsep yang sudah kutuangkan di plastik transparansi menggunapan proyektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita lagi, ketika menjelang Pemilu tahun 2004, di Kecamatan tempatku tinggal (di Bogor), aku ditugaskan menjadi ketua departemen pemberdayaan DPRa, selanjutnya ketua tim desa dan berikutnya berubah menjadi ketua tim direck selling. Pada saat inilah dengan tidak mengenal waktu, aku dengan semangatnya menjalin komunikasi dengan warga masyarakat desa, aparat desa, kepala desa, para tokoh masyarakat, tokoh agama/ ulama, ibu-ibu majlis taklim, pemuda bahkan anak-anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah berfikir apapun waktu itu, yang terpenting menjalankan amanahku dengan sebaik-baiknya, tidak perduli aku harus menjadi yang paling cape, pontang panting kesana kemari, turun naik angkot, berjalan kaki menyusuri perkampungan, berjalan di bawah terik matahari, dibawah guyuran air hujan, mengetuk satu pintu ke pintu lainnya. Padahal bayangkan waktu itu kantong ku alias keuanganku sangat terbatas, bahkan sering pinjam sana sini hanya untuk memenuhi ongkos dan mempertahankan kehidupanku alias supaya aku tetap bisa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih dan merasa menderitakah aku waktu itu ?..tentu pasti ada karena aku hanyalah manusia biasa, tapi alhamdulilahnya semua itu tidak membuatku larut bahkan semuanya berubah menjadi sebuah semangat yang membara dalam dada, ada sebuah kebahagiaan merasuk dalam dada yang entah aku sendiri tidak mengerti kenapa bisa begini. Semoga ini bisa menjadi tabungan amal di hadapan Allah karena hanya ini yang bisa kuberikan dan kulakukan untuk dakwah ini, itu pikiranku waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berputar…..dan sampailah pada kehidupanku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah apa yang terjadi ?, aku harus bekerja yang mau gak mau aku harus banyak berkomunikasi dengan masyarakat dari berbagai suku bangsa, agama dan karakter. Berhubungan dengan birokrasi mulai dari kepala desa, camat, juga dengan staf pemda dan para pejabatnya. Disini bukan hanya semata berkomunikasi, tapi aku juga dituntut untuk bisa dan berani berbicara di depan umum dan forum resmi dan sekaligus harus menjalin hubungan dengan baik. Aku tidak pernah berfikir apa-apa dan aku sendiri merasa ini semua tidak menjadi beban bagiku, seakan mengalir begitu saja, biasa. Aku sendiri merasa heran mengapa harus seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, ketika aku renungkan, aku baru menyadari jika dulu ketika SMA aku memang terbiasa dan suka berbicara di forum resmi, selanjutnya aku pernah presentasi di depan para pejabat PEMDA sumedang, kemudian aku juga terbiasa berkomunikasi dengan masyarakat ketika menjelang Pemilu dulu. Ini barangkali salah satu hikmah yang kini kurasakan manfaatnya dari apa yang aku lakukan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dulu aku memang sama sekali tidak pernah terpikir jika semua yang kulakukan dulu akan bermanfaat bagi kehidupanku kini, setelah waktu berjalan, setelah situasi, kondisi dan tempat yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah..sungguh Engkau memang maha kuasa Ya Rabb, engkau tahu mana terbaik bagi kehidupanku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dulu aku pernah tidak punya uang sama sekali walau hanya untuk ongkos angkot pergi ke desa-desa serta untuk makan sehari-hari, tetapi saat ini justru Allah memberikan kemudahan rijki yang begitu besar dan mudah untuk ku. Jika dulu aku harus meminjam uang pada temen-temen ku, maka kini aku justru bisa meminjamkan uang, membayar jakat mal, memberi pada adik dan orang tua walau tak seberapa, memberikan angpau pada ponakan-ponakan kalau aku lagi cuti, aku bisa membeli lap-top sendiri, menyisihkan sebagian gajihku untuk ditabung, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah..sungguh Engkau Maha Kuasa dan Maha Pengasih Ya Rabb. Dulu Engkau memberi pelajaran yang begitu berharga, mungkin saat itu kadang aku mengeluh dan merintih, tapi ternyata Engkau maksudkan semuanya untuk kebaikan hidupku sendiri di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benar janjinya dalam Al-Quran : …Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia….(Q.S. Ali Imran : 191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, hamba mohon ampun jika selama ini hamba masih lalai untuk hanya mencintai-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hamba masih terus terbelunggu oleh dunia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hamba masih menyimpan dunia ini dalam hati hamba dan bukan dalam genggaman tangan hamba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hamba menjadi insan yang tidak pandai bersyukur pada-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah air suci mu, jadikan aku kekasih-Mu, biarkan aku hanya cukup mencintai-Mu saja….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, tentu ada senyuman, kebahagiaan, keceriaan, dan juga tentu ada kesedihan, rintihan, dan permasalahan yang membebani dada. Seharusnya tidaklah semuanya membuat aku terlena dan terpuruk, karena sesungguhnya saat ini Allah tengah memberikan sebuah pelajaran kehidupan yang teramat berharga bagiku, yang Insya Allah suatu saat kelak akan sangat berharga dan bermanfaat bagi kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah tahu mana yang terbaik bagiku dan hanya ingin memberikan yang terbaik bagiku, dan karena Allah tidak akan membawaku pada kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin dengan sepenuh hati…Insya Allah….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115046008304964507?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115046008304964507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115046008304964507' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115046008304964507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115046008304964507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/semuanya-tidak-ada-yang-sia-sia.html' title='Semuanya Tidak Ada Yang Sia-Sia'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115038436760855986</id><published>2006-06-15T22:09:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T18:55:51.023+07:00</updated><title type='text'>Aku Ingin Tetap Berjalan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/HORSE.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/HORSE.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada sebuah asa dalam dada yang mengaduk-aduk rasa, aku tak kuasa karena aku juga manusia biasa yang punya rasa sama seperti manusia lainnya, tentang kerinduan, tentang rasa cinta, seperti engkau saudaraku siapapun adanya dirimu, yang barangkali kini ikut membaca tulisanku ini, goresan pena tentang salah satu rantei kehidupanku diantara sekian banyak rantai-rantai yang menyusun mozaik indah kehidupanku. Kutuangkan dalam sebuah puisi tentang asa yang bergemuruh dalam dada. But, life must go on, hidup harus terus berjalan, seperti tarikan nafas yang juga akan terus berjalan, seperti aliran darah yang tak boleh berhenti bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah  aku dan mas Aji hari ini akan pergi ke  Braja Sakti.  Dari Bandar Lampung sekitar dua jam perjalanan. Berarti jika ditambah jam makan dan sholat, total perjalanan sekitar 5 jam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Akh..bener-bener aku ini tua di jalan”. He-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan aman, lancar dan tidak ada halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 13.00 kami berangkat Braja Sakti. Kali ini giliran si kijang merah yang menemani perjalanan kami. Kalau tidak ada halangan, insya Allah sekitar jam 15.00 aku sudah sempai ke tempat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah…perjalanan yang melelahkan, ternyata aku baru sekitar jam 20.00 baru bisa sampai di Bandar Lampung lagi.&lt;br /&gt;“Lemes men”…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus terus dan tetap hidup, aku harus terus berjalan, seperti angin yang tetap berhembus walau harus banyak tertahan rimbunnnya pohon dan tingginya gunung menjulang. Seperti ombak yang tak pernah lelah dan putus asa untuk terus bergerak dan bergerak walau setiap waktu harus menghantam kerasnya sang Batu Karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin tetap tersenyum dan terbang tinggi seperti elang putih di angkasa biru. Aku ingin bisa berkarya, karena aku ingin bisa berguna untuk umat, agama, bangsa dan negara, minimal aku tidak menjadi beban bagi orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115038436760855986?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115038436760855986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115038436760855986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115038436760855986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115038436760855986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/aku-ingin-tetap-berjalan.html' title='Aku Ingin Tetap Berjalan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115029854194988825</id><published>2006-06-14T22:20:00.000+07:00</published><updated>2006-06-14T22:22:21.950+07:00</updated><title type='text'>Apa-Apa yang Harus Menjadi Milik Kita, Tidak Akan Luput Dari Genggaman</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/014012b.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/014012b.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sebelum aku latihan, aku mampir dulu ke Warnet yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempatku latihan. Sepertinya tanpa sadar, aku meletakan handphone ku di samping monitor komputer. Karena terburu-buru, setelah membayar, aku langsung lari aja tanpa sadar jika HP ku ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 18.10 aku sudah ada di rumah kembali, aku bener-bener kaget kok hp ku gak ada yah. Aku coba kontak Bang Armin, siapa tahu Hp ku ketinggalan di Mobil, ternyata dia gak melihat katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku memutuskan untuk kembali lagi ke warnet itu, siapa tahu memang Hp ku ketinggalan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ternyata Allah memang maha kuasa, Hp ku masih ada di tempatnya semula, di samping monitor komputer. Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ih.. aku ini emang pelupa”&lt;br /&gt;“Kembali Allah menunjukan pelajarannya padaku, sekaligus menunjukan betapa kuasanya Allah SWT”, gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa-Apa yang Harus Menjadi Milik Kita, Tidak Akan Luput Dari Genggaman Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang sulit dan tidak mungkin bagi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Ya Rabb…atas pelajaran yang telah Engkau tunjukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115029854194988825?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115029854194988825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115029854194988825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115029854194988825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115029854194988825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/apa-apa-yang-harus-menjadi-milik-kita.html' title='Apa-Apa yang Harus Menjadi Milik Kita, Tidak Akan Luput Dari Genggaman'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115029836827364562</id><published>2006-06-14T22:11:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T19:04:04.073+07:00</updated><title type='text'>Perjalanku Hari Ini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/CatNap.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/CatNap.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekitar jam 10 siang tadi aku berangkat ke Lampung Timur. Rencananya aku mau ketemu Kepala Desa Mandalasari untuk menginformasikan tentang rencana akan diadakannya rapat untuk  mencari penyelesaian masalahyang dihadapi. Disepanjang perjalanan seperti biasa aku lebih banyak tidurnya daripada ngobrol dengan Bang Armin yang bertugas memegang stir si kijang biru. Lantunan suara The Fikr yang sesekali diselingi tausyah nya Aa Gym semakin membuat aku semakin terkantuk-kantuk. Akhirnya….Zzzzzzzzz….aku mulai memasuki alam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang Armin, kita makan aja dulu yah, laper nih”, ajaku ke bang armin&lt;br /&gt;“Ya udah, mau makan apa ?. tongseng lagi ?” tanya nya..&lt;br /&gt;“Engga akh, dah bosen lagian kolesterol, kalau ada mah sayah inginnya makan sama pais peda aja ditambah tumis kangkung da..”, nadaku serius.&lt;br /&gt;“Mana ada disini mah yang kayak gituan. Di warung padang aja yah ?” tanyanya&lt;br /&gt;“Ya udah”, jawabku sambil membetulkan letak sabuk pengaman yang terasa menyesakan dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 12.10 kami beres makan, sekalian sholat dzuhur selanjutnya aku langsung melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 12.30 aku sudah sampai di rumah pak Kades. Kami ngobrol ngalor ngidul mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 13.30 aku akhirnya pamit dan langsung menuju ke Desa Sri Minosari, mudah-mudahan kepala desanya ada. Kami motong jalan supaya cepat sampai, jalannya memang parah, banyak kubangan air maklum di desa terpencil. Setelah sampai di Desa Sriminosari, ternyata kadesnya tidak ada, katanya lagi rapat ke Kabupaten. Yah….gagal deh.  Akhirnya aku pun kembali lagi ke Bandar Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang.., kerjaan kita ini aneh yah, bayangin aja kayaknya kita ini tua di jalan. Hampir empat jam sampai lima jam perjalanan kita pulang pergi, sedangkan ketemu dengan orang yang kita tuju paling hanya sekitar 1 – 1,5 jam..he-he”, omonganku pada bang armin,&lt;br /&gt;“Ia..aneh memang, tapi mau gimana lagi, emang kerjaanya kayak gini” jawabnya sok serius.&lt;br /&gt;“Ia, lagian sambil jalan-jalan aja ya Bang”..aku menanggapi.&lt;br /&gt;“Heeh…”Jawabnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kijang Biru terus melaju dengan kencang menuju Bandar Lampung, membelah air hujan yang turun dengan deras. Kali ini lantunan Robbani, Brother dan In-Team yang menemani perjalanku. Semoga aku bisa selamat kembali sampai Bandar Lampung. Mudah-mudahan sekitar jam 4 sudah sampai. Aku mau latihan Boxer. Oh ia, aku juga juga belum nyiapain materi buat ngisi taklim nya anak-anak remaja masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zzzzzzzzzzz……aku kembali tertidur……..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115029836827364562?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115029836827364562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115029836827364562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115029836827364562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115029836827364562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/perjalanku-hari-ini.html' title='Perjalanku Hari Ini'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115019671898694850</id><published>2006-06-13T18:01:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T17:51:58.836+07:00</updated><title type='text'>Bodohnya Kita, Terkadang  Lebih Suka Menyakiti Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/susah%20jadi%20manusia.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/susah%20jadi%20manusia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Sekret Tim Tanah PGN, 10.30 WIB&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Aduh..sakit”, kudengar teh elis (teman kerjaku) menjerit. Ku longokan kepalaku, sejenak kuhentikan tanganku yang sedang asik bermain-main diatas tuts komputer. Aku memang sedang membuat notulensi rapat. “Ada apa te Elis ?..” tanyaku. “Ini kang, jari kelingking kakiku keinjak kaki kursi”.&lt;br /&gt;“Lho..kok bisa kursinya jadi nakal kayak gituh” tanyaku sekenanya.&lt;br /&gt;Sambil meringis dia menjawab “Bukan begitcu, tadi aku kan mau duduk di kursi mau ngetik, tapi kayaknya aku lupa waktu kursinya ku angkat, eh ternyata jari kakiku malah keinjek sama kaki kursi”.&lt;br /&gt;Aku cuman manggut-manggut, “Jadi sebenarnya kursinya mah gak nakal dong ? dan bukan salah kursinya atuh ?”&lt;br /&gt;“Emang…ini mah salah dirikuh sendiri alias lepat abdi nyalira akang, lagi pula semua kursi gak ada yang nakal, yang nakal mah si akang.” jawabnya serius dengan mimik meringis kesakitan.&lt;br /&gt;Aku pun nyeletuk lagi sekenanya..”Memang, kadang kala justru sebenarnya kita lah yang menyakiti diri sendiri. Bukan orang lain, tapi karena ego kita kemudian kita mengatakan pada diri sendiri kemudian pada semua orang, jika orang lain lah yang telah menyakiti diri kita. Yah..itulah kehidupan”.&lt;br /&gt;“Ih..si akang mani puitis begitcu omongannya, kayak pujangga ajah, Kahlil Gibran kayaknya kalah nih puitisnya”. Komentarnya sambil terus meringis dan memegang jari kelingking kakinya.&lt;br /&gt;“he-he..ia yah, kok akang jadi puitis begini yah, langsung nyambung begitcu, tok cer. Begitu ada peristiwa langsung deh keluar bahasa yang melangit. Kayaknya ini gara-gara akang sering nulis cerita-cerita puitis di blog”.&lt;br /&gt;“He-He....” Aku hanya ketawa sambil garuk-garuk kepala.&lt;br /&gt;“Udah teh elis jari kakinya di urut saja pake minyak tawon, biasanya kalau di diemin, nanti lama-lama akan mati rasa, kemudian membusuk, terus lama-lama harus di amputasi mulai dari pergelangan kaki”..saranku dengan mimik penuh perhatian dan serius.&lt;br /&gt;“Ih..sebbeeel, bukannya nolongin ini mah malah nakut-nakutin, lagian mana ada jari kakinya yang keinjek kursi kok diamputasinya dari pergelangan kaki”..protesnya sambil merengut.&lt;br /&gt;“He-he” aku hanya cengar-cengir sambil pergi ke kamar nyari minyak tawon kemudian kuberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Sekret Tim Tanah PGN, 11.00&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Ih sebel kenapa ini kepala rasanya gerah dan gatel bener, padahal kan aku belum sebulan habis dicukur”..gerutu ku sambil garuk-garuk kepala. Memang aku ini sudah cukup lama suka di cukur cepak alias pendek bener. Bayangin, sekitar 3 minggu sampai 1 bulan sekali aku potong rambut.&lt;br /&gt;“Ah mumpung lagi gak ada kerjaan, di cukur dulu ah..ke Barber Shop Plamboyan”…aku pun segera bangkit pergi keluar, kebertulan letak Barber shop Plamboyan tidaklah terlalu jauh dengan tempatku bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barber Shop Plamboyan, 11.15&lt;br /&gt;Aku sedang dicukur oleh Willi, tukang cukur langgananku. Sambil aku dicukur, pikiranku melayang mengingat kembali peristiwa ketika teman kerjaku (teh elis) keinjek jari kakinya oleh kaki kursi dan ucapanku yang sepontan tentang “diri kita yang lebih sering menyakiti diri sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah…iya yah, mamang kadang kala di sengaja maupun tidak, seringkali yang membuat kita merasa sakit, sedih, tertekan, menderita itu diri kita sendiri dan bukan orang lain. Tapi karena ego kita kemudian kita dengan lantang mengatakan jika orang lainlah yang telah menyakiti diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini barangkai lebih terkait dengan masalah penyikapan kita dengan sebuah masalah. Contohnya begini, ada sebuah masalah yang sebenarnya kecil alias sepeleh gitu loh..tapi karena dasarnya emang kita mah cengeng, masalah sepeleh itu kemudian kita besar-besarkan dan akhirnya memang menjadi begitu besar (bagi diri kita maksudnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ini juga bisa dikaitkan dengan sebuah ungkapan tentang betapa kuatnya persepsi atau pikiran kita tentang sesuatu. Ketika pikiran kita mengatakan jika permasalahan yang kita hadapi adalah berat, kemudian maslah itu memang akan dirasakan sangat berat oleh diri dan hati kita. “Hati itu ibarat magnet”, begitu ungkapan yang pernah kubaca entah dari buku apa dan kapan bacanya, lupa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jika pikiran kita mengatakan, “ah ini mah maslah kecil, tidak perlu aku besar-besarkan, nanti juga selesai sendiri, insya Allah pasti ada hikmah di balik semua ini, semua masalah pasti akan berakhir seperti malam yang pasti akan berubah menjadi siang, seperti hujan yang berganti kemarau, seperti air panas yang pasti lama-lama akan menjadi dingin”, pasti masalah itu akan terasa ringan di hati, dan kita akan tetap enjoy dalam menghadapi hidup ini. “Easy going alias life must go on ajah gitcu loh”……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah mas dicukurnya, tuh jadi tambah gagah dan guanteng aja kan kalau rambutnya cepak kayak begini mah ?” kudengar omongan si abang tukar cukur, membuyarkan lamunanku…&lt;br /&gt;“Oh ia makasih yah, tadinya kalau gak jadi gagah dan guanteng saya gak akan bayar ongkos dicukurnya lho..he-he”, aku sambil ketawa dan ngelihat di kaca.&lt;br /&gt;“Udah yah…makasih willi”, aku pun akhirnya pergi sambil tidak lupa menyelipkan uang tip Rp 10.000,- ke tangannya kemudian baru menuju loket dan kubayar ongkos cukurnya sebesar Rp 9.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hidup….Hidup….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, justru sebenarnya diri kitalah yang telah membuat diri kita merasa sakit dan menderita, bukan orang lain……&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115019671898694850?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115019671898694850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115019671898694850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115019671898694850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115019671898694850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/bodohnya-kita-terkadang-lebih-suka.html' title='Bodohnya Kita, Terkadang  Lebih Suka Menyakiti Diri Sendiri'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115009639975144452</id><published>2006-06-12T14:03:00.000+07:00</published><updated>2006-06-12T14:13:19.763+07:00</updated><title type='text'>Dengan Cara Apa Kita Dulu Dibesarkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/ArcticLove.1.jpg"&gt;&lt;em&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/ArcticLove.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan&lt;br /&gt;Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menentang&lt;br /&gt;Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa cemas&lt;br /&gt;Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya&lt;br /&gt;Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu&lt;br /&gt;Jika langkah anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak serba dimengerti, ia akan menjadi penyabar&lt;br /&gt;Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri&lt;br /&gt;Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai&lt;br /&gt;Jika anak diterima oleh lingkungan, ia akan terbiasa menyayangi&lt;br /&gt;Jika anak tak banyak dipersalahkan, ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri&lt;br /&gt;Jika anak mendapat pengakuan dari kiri kanan, ia akan terbiasa menetapkan arah&lt;br /&gt;Jika anak diperlakukan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran&lt;br /&gt;Jika anak ditimbang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan&lt;br /&gt;Jika anak mengenyam rasa aman, ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya&lt;br /&gt;Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh Indah Dunia Ini”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;pertanyaannya kini, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“dengan cara apa dulu kita dibesarkan oleh orang tua kita ?..”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu dijawab dengan kata-kata, karena semuanya hanya butuh sebuah bisikan dalam hati yang berani berkata dengan jujur pada suara nurani. Karena apapun jawabannya, semuanya sudah berlalu, dan sang roda waktu tak pernah bisa menggelinding kembali ke belakang. Kini mungkin kita sudah tumbuh menjadi sebuah sosok yang dewasa (umur maksudnya). Mungkin ada yang sudah berumur 17 tahun, 20 tahun, 25 tahun dan seterusnya dengan sebuah karakter yang melekat pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada diantara kita yang kini tumbuh menjadi sebuah sosok yang penyabar, percaya diri, terbiasa menghargai orang lain, menyayangi dengan tulus, optimis, berani menatap kedepan, punya prinsip dan karakter positip lainnya. Segeralah panjatkan puji syukur pada Sang Kuasa, karena dengan petunjuknya kemudian orang tua kita mendidik dengan cara yang seharusnya. Bersimpuhlah pada pangkuan ibunda dan ayahanda tercinta, sampaikan dengan segenap air mata kebahagiaan&lt;em&gt;..”Ibunda, ayahanda, tidak ada kata yang paling pantas diucapkan oleh ananda, selain ucapan terimakasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada ibunda dan ayahanda yang telah mendidik ananda dengan segenap kasih sayang dan keteladanan”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bila kini, ada mungkin diantara kita yang terbiasa menyalahkan orang lain, menentang orang lain, cemas, terbiasa meratapi nasibnya, pemalu, rendah diri, tertutup dan introvert, pendendam, tidak punya pendirian alias plin-plan dan segenap karakter negatif lainnya, apakah kita kemudian akan menyalahkan dan membenci orang tua kita sendiri karena mereka telah salah mendidik kita ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, tapi yang jelas bila kita tanyakan masalah ini pada orang bijak, semuanya pasti akan menjawab &lt;em&gt;“tidak ada alasan untuk membenci orang tua kita sendiri, siapapun dan bagaimanapun mereka adanya”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Setuju..100 %”,&lt;/em&gt; aku setuju dengan pendapat orang-orang bijak tersebut. Siapapun dan bagaimanapun adanya orang tua kita, begitu dan terlalu banyak jasa mereka bagi hidup kita, yang tak akan pernah terbalas sampai kapanpun. Jadi hormati dan sayangilah mereka dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah berdamai dengan takdir. Terimalah kenyataan adanya kita dan keberadaan mereka. Berusahalah untuk memohon petunjuk dan bimbingan dari Sang maha Kuasa untuk membantu merubah bahkan menghilangka semua karakter negatif kita dan menggantinya dengan karakter yang positif. Tidak ada yang sulit dan tidak mungkin bagi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang kemudian harus terus kita camkan dalam hati kita adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Dengan Cara Apa nanti kita Akan Membesarkan Anak-Anak Kita ?”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali tidak perlu dijawab dengan kata-kata maupun argumentasi. Cukup bulatkan tekad dalam hati, tancapkan dalam hati sanubari menjadi sebuah tekad yang membara, jika kita akan mendidik anak kita menjadi Anak Yang Sholeh, mendidik dengan cara Rasulullah membesarkan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku percaya, siapaun yang membaca tulisan ini adalah orang-orang yang sholeh dan sholehah. Jadi Insya Allah aku doakan dengan sepenuh kesungguhan hati, semoga engkau kelak bisa mendidik anak-anak belahan hati dengan cara yang benar dan tumbuh menjadi anak yang sholeh.&lt;em&gt; “Tolong doakan aku juga yah ?”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita tak memiliki harta untuk beramal jariyah, bila kita tak memili ilmu yang bermanfaat, lantas apalagi yang bisa kita harapkan untuk menjadi bekal tabungan kita di akhirat kelak selain memiliki seorang &lt;strong&gt;Anak Yang SHOLEH.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;######&lt;br /&gt;Perenungan di saat kesendirian, di Sekret Tim Tanah PGN &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115009639975144452?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115009639975144452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115009639975144452' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115009639975144452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115009639975144452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/dengan-cara-apa-kita-dulu-dibesarkan.html' title='Dengan Cara Apa Kita Dulu Dibesarkan'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27377016.post-115000033657938106</id><published>2006-06-11T11:27:00.000+07:00</published><updated>2006-06-11T14:25:51.970+07:00</updated><title type='text'>"Ya Allah, Gantilah dengan Yang Lebih Baik"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/1600/Bird.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3363/2882/200/Bird.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kubuka kembali &lt;strong&gt;majalah Tarbawi&lt;/strong&gt; ini, dan roda kereta api pun masih terus melaju dengan kencang, tanpa ragu dan terus melaju, terus melaju kedepan menyongsong sebuah stasiun tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka tema tentang Kajian Dirosat. Judulnya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Ya Allah, Gantilah dengan Yang Lebih Baik”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah yang telah memberikan cobaan kepada makhluk-NYA dengan cara mengirimkan bencana, atau terkadang membuatnya terhina, atau mungkin pula menjadikannya terkucilkan, namun setelah itu Dia memperlihatkan mutiara hikmah dibalik keputusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Nabi Nuh as yang dicaci dan dimaki dan dipukuli oleh kaumnya hingga pingsan, namun beberapa saat kemudian ia bersama kaumnya yang beriman selamat dari topan dan banjir besar, sementara musuhnya tenggelam di dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah Ibrahim, sang kekasih Allah yang dilemparkan kedalam api yang berkobar-kobar, namun setelah itu ia selamat dari kobaran api yang sangat panas itu. Lihat pula putranya, Ismail yang dengan pasrah bersedia untuk dikorbankan demi ketaatan kepada perintah Allah, namun kemudian diselamatkan, dan pujian atas kesabarannya tetap abadi didalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah Yusuf as yang dilemparkan kedasar sumur lalu ditinggalkan sendiri ditengah pada pasir, namun setelah itu ia diangkat menjadi seorang raja. Demikian juga Musa as, yang terusir dari negerinya dan hanya bekerja sebagai penggembala domba namun akhirnya menjadi satu-satunya nabi yang bergelar Kalimullah; orang yang diajak bicara oleh Allah secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah pula junjungan kita Muhammad saw, yang sejak kecil sudah yatim dan selalu ditimpa berbagai cobaan serta menerima penindasan dari musuh-musuhnya, namun pribadinya lebih kokoh dari gunung uhud. Usaha kerasnya kemudia berhasil; banyak sudah negara-negara besar yang beliau taklukan,tercapai pula cita-cita dakwahnya kepada para raja sebelum akhirnya datanglah tamu untuk mencabut nyawanya.&lt;br /&gt;……………………………………………………….. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ah…..Ya Rabb…hamba mohon ampun pada-Mu. Atas kelemahan dan kebodohanku selama ini, jika hamba kurang bersyukur atas nikmat yang selalalu Engkau Berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukanlah manusia mulia seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Yusuf, Ismail. Apalagi semulia Rasulullah Muhammad SAW. Ujian dan permasalahan hidupku pun tidak lah seberat dan serumit ujian bagi para manusia agung itu. Tapi sungguh Ya Rabb, hamba begitu cengeng, lemah, ringkih, labil dan tiada daya dan upaya. Hamba sungguh malu Ya Rabb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau berjanji akan mengganti dengan yang lebih baik, Engkau nyatakan jika Engkau tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagiku, tapi aku selalu ragu dengan diriku sendiri, selalu ada duka nestafa, selalu ada ringkihan kesedihan dan air mata setiap kali ujian itu datang melanda. Hamba mohon Engkau ampuni hamba-Mu ini Ya Rabb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Ya Allah hamba mohon berilah hamba kekuatan untuk bersabar. Dan berikanlah pahala kesabaran atas musibah yang menimpaku, dan gantilah sesuatu yang lebih baik darinya untukku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hamba pasrahkan..hamba sandarkan diri ini pada kekuatan-Mu. Hamba cukupkan Engkau yang menjadi tempatku bersandar, karena hamba yakin dengan sepenuh jiwa, Engkau tidak akan mengecewakan siapapun yang bersandar kepada-Mu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kututup kembali majalah tarbawai ini. Kupejamkan mataku, ada air suci yang membasahi mataku. Kurasakan ada sebuah cahaya suci, air kesejukan menjalar memasuki relung hatiku yang paling dalam. Mengalir keseluruh sendi-sendi dan aliran darahku. Ku tarik napas perlahan. Terimaksih Ya Rabb, Engkau memang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumasukan kembali majalah Tarbawi itu kedalam tas. Aku melihat kanan kiri, semoga saja tidak ada yang melihat dengan apa yang terjadi pada diriku tadi. Tidak lama kemudian kereta pun berhenti di Stasiun Gambir. Aku berjalan keluar dengan dada yang membusung, dengan wajah yang tegak kedepan, dengan tatapan mata penuh kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membeli tiket bus yang berangkat jam 21.00, aku sholat magrib dan Isya di mushola dekat pool Bus Damri. Aku kembali bersujud tanda aku hanyalah seorang hamba yang lemah, aku kembali tengadahkan kedua belah tangan, mengadu, menghiba, memohon belas kasihan Sang Maha Pencipta. Ada air bening yang kembali mengalir, menganak sungai diatas pipiku.&lt;br /&gt;Ada sebuah rengkuhan doa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Rabb, hamba pasrahkan diri ini dengan sepenuh jiwa pada-Mu&lt;br /&gt;Hamba hadapkan diri segala kelemahan dan kebodohanku&lt;br /&gt;Hamba lemah, ringkih..Engkau Maha Perkasa, Maha Kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba mohon, petunjuk dan bimbingan-Mu&lt;br /&gt;Jangan biarka hamba melangkah sendirian kemudian tersasar ke jalan yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbinglah setiap perkataan, setiap tatapan mata, setiap langkah kaki, setiap gerakan tangan, setiap lintasan pikiran, setiap harapan, setiap perbuatan, setiap lantunan niat..semata-mata hanya karena-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba mohon ampun atas segala dosa, maksiyat.&lt;br /&gt;Hamba serahkan diri ini hanya pada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah hamba kesempatan, disisa umur hamba yang entah berapa lama lagi, untuk mempergunakannya di jalan kebaikan, takwa, ketaatan pada-Mu, di jalan Dakwah yang telah Engkau gariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah hamba kekuatan untuk menjadi insan yang pandai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, lakukan semua yang Kau kehendaki, aku pasrah dengan keberadaanku, aku ridho dengan apa yang akan Kau lakukan, aku bertawakal pada-Mu, karena aku yakin Kau tidak akan menjerumuskanku menuju kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, apa yang datang dari-Mu aku senang menerimanya, Aku yakin Engkau tiada akan menelantarku dalam keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Engkau Akan menggantinya dengan yang lebih baik..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 21.00, Bus Damri mulai berjalan….dan jika Allah menghendaki, Insya Allah besok pagi sekitar jam 04.00 aku akan sampai di Bandar Lampung. Kembali menyongsong harapan dan cita-cita, karena aku segera bangkit. Aku akan terbang bagai elang di angkasa. Allahu Akbar !!!!!. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27377016-115000033657938106?l=suara-nurani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suara-nurani.blogspot.com/feeds/115000033657938106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27377016&amp;postID=115000033657938106' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115000033657938106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27377016/posts/default/115000033657938106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suara-nurani.blogspot.com/2006/06/ya-allah-gantilah-dengan-yang-lebih.html' title='&quot;Ya Allah, Gantilah dengan Yang Lebih Baik&quot;'/><author><name>Rafi Ramadhani Yusuf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12700019352981073982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
