Tentang SMS itu
Rabu..20.00 Mall Chandra
Waktu menunjukan jam 20.00 WIB. Tiba-tiba terdengar bunyi sms dari HP ku. Tertulis iain PULAN. Dia salah seorang adik mahasiswa. Kubuka SMS darinya :
”Aslmk. Afwan akh, ana akhir-akhir ini futur karena seorang akhwat. Sulit bagi ana tuk mengendalikan hamasyah lagi dalam dakwah ini. Kemarin ana tidak bisa mengendalikan emosi, sehingga ana mengungkapkan perasaan ana. Astaghfirullah..ana merasakan beban hidup yang berat di kampus. Ana khilaf. Tapi bagaimana mengembalikan semua ini ?...”
Kutarik nafasku dalam-dalam. ”Ada apa lagi ini” gumamku dalam hati. Aku tidak langsung membalas sms tersebut. Nanti saja di balasnya, aku ingin memilih perkataan yang paling pas.
Kuputuskan aku langsung pulang kerumah. Kebetulan waktu itu aku lagi mencari Payung di Mall Chandra. Di Lampung lagi musim hujan, hampir setiap hari mulai jam dari 13.00 sampai malam hujan terus-menerus. Setelah kudapatkan payung yang kucari, aku segera membayarnya dan langsung menuju ke parkiran mobil. Seperti biasa hujanmengguyur bumi lampung dengan deras, tapi Alhamdulillah kini sudah ada mobil sehingga gak keujanan.
Sepanjang perjalanan pikiranku melayang kesana kemari, memikirkan sms tadi. Lamunanku membumbung tinggi ke cakrawala nurani. ”Yah..hidup memang perjuangan. Apalagi untuk menjadi orang yang sholeh lebih membutuhkan perjuangan lagi. Apalagi ketika kita memilih hidup tidak hanya semata hidup, tapi hidup untuk berusaha menjadi kekasihNya, mengabdikan hidup tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Ada sebuah kalimat melangit ”DAKWAH”. Ujian dan tantangan nya untuk istiqomah itu begitu berat. Tapi wajar juga sih mengingat pahala yang begitu besar tentu juga ujiannya akan begitu besar juga. Sampai juga akhirnya. Kuparkir mobil di halaman rumah Pak Zulman.
Kamis, 16.00. Di Kantor
Seperti biasa hujan turun dengan lebatnya membasahi bumi. Akhirnya selesai juga sms balesan buat akh Hanif.
”Aslmkm. Afwan baru balas akh. Saya bisa memahami dan merasakan kondisi dan perasaan antum sekarang akh. Pasti ada beban berat dan ga nyaman. Tapi satu hal yang pasti akh KEBENARAN ADALAH HAL YANG MEMBUAT ANTUM MERASA TENANG AKH. SEBALIKNYA JIKA ANTUM MERASA RESAH DAN GELISAH ATAS APA YANG ANTUM LAKUKAN, BERARTI ADA YANG SALAH AKH. Walau pasti berat, menurut saya. Antum segera kembali ke jln dakwah. Berusaha tuk tetap istiqomahsampai titik darah penghabisan, walau antum harus jatuh bangun. Segera akhiri bermain hati dengan si akhwat itu. Mohon ampun, petunjuk, kekuatan dan bimbinganNYA. Mulailah hari yang baru. Ingatlah ada masa depan yang indah dan mulia menanti antum. Besok/ lusa kita ngobrol masalah ini ya.”
Send....dan akhirnya sms ku terkirim ke Akh Hanif.....
Sebenarnya aku ingin menambahkan kalimat : ”KALAU ANTUM SUDAH SIAP MENIKAH, SAYA SARANKAN ANTUM UNTUK SEGERAN MENIKAH. TAPI KALAU ANTUM BELUM SIAP MENIKAH, SAYA SARANKAN ANTUM UNTUK BERSABAR.” tapi nanti sajalah, kalau ngobrol langsung baru aku sampaikan.
Ahhhhhhhhhhhhhhhh.......berilah hamba kekuatan ya Rabb.....
(Tulisan ini sebenarnya dibuat tanggal 12 Desember 2008. Sama terlambat di post nya. Ga pa pa ya…

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home